RADAR BOGOR – Persiapan Timnas Swiss menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat diwarnai situasi tak biasa.
Bukan soal lawan di lapangan, melainkan keberadaan satwa liar berupa ular yang ditemukan di sekitar lokasi pemusatan latihan Timnas Swiss di California.
Skuad asuhan Murat Yakin memilih Akademi Yahudi San Diego sebagai pusat latihan selama menjalani agenda turnamen dunia tersebut.
Fasilitas ini dinilai memenuhi standar profesional dan mendukung kebutuhan tim dalam masa persiapan.
Namun, perhatian justru tertuju pada kondisi lingkungan sekitar yang dilaporkan menjadi habitat sejumlah jenis ular liar, terutama di area semak dan ruang terbuka di sekitar kompleks latihan.
Demi alasan keamanan, seluruh pemain dan staf diminta untuk tidak beraktivitas sendirian di luar area yang telah ditentukan serta menghindari jalur alami maupun semak belukar di sekitar lokasi latihan.
Baca Juga: Mulai Rp20 Ribuan, 5 Restoran Korea di Sukabumi Ini Punya Cita Rasa Otentik yang Pas di Lidah Lokal
Meski demikian, situasi tersebut tidak dianggap sebagai gangguan serius oleh tim pelatih.
Pihak Timnas Swiss menilai keberadaan satwa liar merupakan hal yang cukup umum di wilayah California dan tidak akan mengganggu fokus persiapan menuju Piala Dunia.
Pelatih Kepala Timnas Swiss Murat Yakin menegaskan bahwa para pemain harus tetap menjaga konsentrasi penuh dan tidak terpengaruh oleh faktor eksternal di luar pertandingan.
Selain kondisi lingkungan, Swiss juga menghadapi tantangan adaptasi jadwal pertandingan.
Tiga laga fase grup mereka akan digelar di kawasan Pantai Barat Amerika Utara, yakni San Francisco, Los Angeles, dan Vancouver.
Kondisi tersebut membuat beberapa pertandingan diperkirakan berlangsung pada siang hari dengan suhu tinggi.
Untuk mengantisipasi hal ini, staf pelatih telah menyiapkan program adaptasi khusus, termasuk uji coba yang disesuaikan dengan jam pertandingan resmi.
Adaptasi juga dilakukan pada pola makan dan rutinitas harian pemain agar sesuai dengan kondisi kompetisi.
Gelandang senior Remo Freuler menyebut bahwa kondisi lapangan siang hari cenderung lebih cepat kering dan memengaruhi tempo permainan.
Sementara itu, bek Nico Elvedi mengakui perubahan jadwal aktivitas menjadi tantangan tersendiri, termasuk penyesuaian waktu bangun hingga menu makanan seperti karbohidrat dan protein untuk menjaga energi sebelum bertanding.
Meski menghadapi sejumlah tantangan unik, Swiss tetap dipandang sebagai salah satu tim kuat yang berpeluang melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Ini menjadi partisipasi keenam mereka secara beruntun di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Pada edisi kali ini, Swiss tergabung di Grup B bersama Kanada, Qatar, dan Bosnia & Herzegovina, yang dinilai memberikan peluang terbuka bagi mereka untuk melaju ke fase berikutnya.
Dengan pengalaman panjang, komposisi pemain berpengalaman, serta persiapan yang matang, Swiss optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan baik di dalam maupun luar lapangan menuju Piala Dunia 2026. (***)
Editor : Yosep Awaludin