RADAR BOGOR – Kebiasaan memanaskan mobil sebelum digunakan ternyata tidak cukup dilakukan dengan sekadar menyalakan mesin beberapa menit.
Cara yang kurang tepat justru berpotensi membuat aki bekerja lebih berat, terutama pada kendaraan yang tidak digunakan setiap hari.
Karena itu, pemilik mobil perlu memperhatikan sejumlah langkah ketika memanaskan mesin agar proses pengisian kembali daya aki dapat berlangsung lebih optimal.
Teknik sederhana ini juga penting untuk membantu menjaga kondisi sistem kelistrikan kendaraan.
Mengutip tips dari kanal YouTube Tips Otomotif Channel, terdapat beberapa tahapan yang dapat dilakukan pemilik mobil ketika hendak memanaskan mesin, mulai dari memastikan perangkat kelistrikan dalam kondisi mati hingga mengatur putaran mesin.
Tahap pertama dilakukan sebelum mesin dinyalakan. Pastikan berbagai perangkat yang membutuhkan listrik seperti AC, lampu utama, sistem audio dan fitur kelistrikan lainnya sudah dalam keadaan mati.
Baca Juga: Lagi Viral! Roti Cihapit Buka Cabang Baru di Cimahi, Bertabur Promo Bikin Rela Antre
Ketika kunci kontak diputar ke posisi Accessories (ACC) kemudian menuju posisi ON, jangan langsung melakukan starter.
Berikan waktu beberapa detik agar sistem kendaraan melakukan pemeriksaan indikator dan pompa bahan bakar selesai bekerja.
Mematikan berbagai perangkat kelistrikan sebelum menyalakan mesin bertujuan mengurangi beban yang harus ditanggung aki ketika proses starter berlangsung.
Jika banyak perangkat masih aktif, konsumsi arus listrik pada saat awal mesin dinyalakan dapat menjadi lebih besar.
Setelah mesin berhasil hidup dan indikator pada panel instrumen sudah padam, perhatian berikutnya perlu diarahkan pada kerja alternator atau dinamo pengisian.
Alternator akan berputar mengikuti putaran mesin melalui fanbelt. Komponen ini berfungsi menyuplai kebutuhan listrik kendaraan sekaligus mengembalikan daya yang sebelumnya digunakan aki ketika menghidupkan mesin.
Namun, terdapat hal yang perlu diperhatikan jika mobil hanya dipanaskan dalam kondisi berhenti.
Pada putaran stasioner sekitar 800 RPM, kemampuan alternator dalam menghasilkan arus pengisian tidak selalu maksimal.
Kondisi tersebut membuat pengisian kembali energi aki yang terkuras ketika proses starter menjadi kurang optimal apabila mobil hanya dibiarkan menyala pada putaran idle.
Untuk membantu mengoptimalkan kerja alternator, pemilik kendaraan dapat menaikkan putaran mesin secara berkala setelah suhu mesin mulai stabil.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul: Data BKKBN Tidak Salah, Lonjakan Desil Bansos Sedang Dimutakhirkan
Caranya, tekan pedal gas secara perlahan hingga putaran mesin berada di sekitar 2.000 RPM.
Pertahankan putaran tersebut selama kurang lebih 10–15 detik, kemudian lepaskan pedal gas secara bertahap hingga mesin kembali berada pada putaran idle.
Menaikkan RPM ke sekitar 2.000 putaran per menit dapat membuat alternator bekerja lebih optimal sehingga proses pengisian daya aki menjadi lebih efektif dibandingkan hanya membiarkan mesin berada pada putaran stasioner.
Teknik tersebut dapat dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali selama proses memanaskan mobil di garasi.
Pengemudi tetap disarankan melakukannya secara halus dan tidak perlu menggeber mesin secara berlebihan.
“Setelah mesin mencapai kondisi kerja yang stabil, menaikkan putaran mesin secara singkat ke sekitar 2.000 RPM dapat membantu meningkatkan kerja alternator dalam mengisi kembali daya aki,” demikian inti tips yang disampaikan dalam ulasan tersebut.
Selain membantu proses pengisian aki, memanaskan mesin juga memungkinkan oli bersirkulasi ke berbagai bagian mesin.
Dengan demikian, kombinasi antara mematikan beban kelistrikan sebelum starter dan menaikkan RPM secara berkala dapat menjadi salah satu langkah perawatan sederhana.
Baca Juga: Jangan Cuma Cuci Bodi, Kipas Pendingin Motor Matic Juga Wajib Dibersihkan agar Mesin Tak Overheat
Meski demikian, pemilik kendaraan tetap perlu memperhatikan kondisi aki secara berkala, terutama apabila mobil lebih sering terparkir dan jarang digunakan.
Kebiasaan perawatan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko aki kehilangan daya dan bermasalah ketika kendaraan akan digunakan.
Dengan menerapkan langkah tersebut, proses memanaskan mobil tidak hanya sekadar membuat mesin menyala, tetapi juga dapat membantu menjaga sistem pelumasan dan memastikan kondisi daya aki tetap terpelihara. (Angga/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin