RADAR BOGOR – Merek knalpot performa tinggi asal Spanyol, Yasuni, resmi memperkenalkan diri ke pasar otomotif Indonesia melalui ajang Indonesia Motorcycle Helmet Apparel Accessories Exhibition (IMHAX) 2026.
Kehadiran Yasuni menjadi salah satu perhatian dalam pameran yang berlangsung di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, pada 3–6 September 2026.
Debut Yasuni di Indonesia melalui IMHAX 2026 menjadi langkah awal perusahaan untuk memperkenalkan teknologi dan produk knalpot performanya kepada para pengendara Tanah Air.
Selama pameran, Yasuni hadir di Booth 21A dengan menampilkan sejumlah produk unggulan serta sepeda motor yang telah menggunakan sistem knalpot Yasuni.
Kehadiran Yasuni dalam pameran otomotif tersebut bukan hanya sekadar memperkenalkan produk, tetapi juga menjadi pintu masuk resmi merek asal Barcelona itu untuk menjajaki potensi pasar sepeda motor Indonesia.
Pengunjung IMHAX 2026 pun berkesempatan melihat langsung produk Yasuni untuk pertama kalinya di Indonesia, mengenal karakter merek tersebut, sekaligus mengetahui gambaran awal strategi yang tengah dipersiapkan untuk pasar lokal.
Baca Juga: Manfaatkan Momen PJJ, Guru di Kota Bogor Gotong Royong Bersihkan Debu Vulkanik di Sekolah
Yasuni Siapkan Strategi Jangka Panjang di Indonesia
Yasuni menyatakan kehadirannya di Indonesia akan dikembangkan secara bertahap.
Perusahaan tengah mempersiapkan berbagai fondasi untuk mendukung operasional komersial di masa mendatang, seiring melihat besarnya potensi pasar otomotif roda dua di Indonesia.
Persiapan tersebut mencakup rencana pembukaan toko resmi, fasilitas pemasangan produk, dukungan teknis, layanan purnajual, hingga pengembangan jaringan distribusi.
Namun, sejumlah informasi penting seperti ketersediaan produk, harga, kompatibilitas knalpot dengan berbagai jenis sepeda motor, jadwal penjualan, lokasi toko dan bengkel, serta jaringan distribusi akan diumumkan kemudian setelah kesiapan operasional dan produk dipastikan sepenuhnya.
CEO YASUNI, Giovanni Luigi Feliciotti, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar sepeda motor terbesar dengan karakteristik konsumen yang berbeda dibandingkan pasar Eropa.
“Indonesia memiliki pasar sepeda motor yang sangat besar dan karakter pengendaranya berbeda dengan Eropa. Karena itu, kami ingin masuk dengan strategi yang benar, bukan sekadar membawa produk yang sudah tersedia, tetapi juga menyiapkan produk dan dukungan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengendara di Indonesia,” ujar Giovanni Luigi Feliciotti, Sabtu, 5 September 2026.
Baca Juga: Abu Vulkanik Mengancam, NPCI Kabupaten Bogor Minta Atlet tak Paksa Latihan Saat Udara Berdebu
IMHAX 2026 Jadi Momentum Pengenalan Yasuni
Melalui keikutsertaannya dalam IMHAX 2026, Yasuni juga membuka kesempatan bagi pengunjung untuk mengetahui lebih jauh mengenai rencana pengembangan bisnis merek tersebut di Indonesia.
Masyarakat dapat menyampaikan ketertarikan terhadap produk Yasuni maupun jenis sepeda motor yang diharapkan mendapatkan dukungan produk pada masa mendatang.
Berbagai masukan yang diperoleh selama penyelenggaraan IMHAX 2026 akan menjadi bagian dari pertimbangan Yasuni Indonesia dalam menyusun strategi pengembangan produk, pelayanan, hingga jaringan distribusi.
Dengan demikian, pameran tersebut menjadi momentum penting karena merupakan perkenalan publik resmi pertama Yasuni kepada pasar otomotif Indonesia.
Yasuni Bawa Pengalaman dari Dunia Balap
Yasuni bukan nama baru di dunia otomotif dan balap internasional. Perusahaan tersebut didirikan di Barcelona, Spanyol, pada 1977 dengan gagasan menghadirkan teknologi dan performa yang telah teruji di lintasan balap untuk digunakan oleh pengendara sehari-hari.
Selama puluhan tahun, dunia balap menjadi salah satu arena pengembangan teknologi bagi Yasuni.
Baca Juga: Anak Krakatau Berstatus Siaga Level III, Ini Penjelasan Lengkap 4 Tingkatan Status Gunung Api
Produk dan teknologi merek ini telah menjadi bagian dari perjalanan sejumlah pembalap yang meraih gelar juara dunia di ajang Grand Prix MotoGP.
Beberapa di antaranya adalah Emilio Alzamora yang menjadi Juara Dunia kelas 125cc pada 1999, Andrea Dovizioso pada 2004, Álvaro Bautista pada 2006, serta Julián Simón pada 2009.
Kiprah Yasuni di kompetisi balap juga berlanjut pada era Moto2 dan Moto3 melalui kerja sama dengan sejumlah tim, termasuk Leopard Racing, Estrella Galicia 0,0, hingga Petronas Sprinta Racing.
Pengalaman yang diperoleh dari pengembangan teknologi di lintasan balap kemudian menjadi salah satu dasar pengembangan sistem knalpot Yasuni untuk penggunaan di jalan raya.
Setiap inovasi yang dihasilkan dari kebutuhan performa di arena kompetisi disebut turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi produk yang ditujukan bagi pengendara sehari-hari.
Didukung sertifikasi ISO 9001:2015 serta proses manufaktur yang dilakukan secara internal, Yasuni kini mulai mempersiapkan kehadirannya untuk menjangkau pasar Indonesia.
Baca Juga: Rumah Makan Inspirasi, Kuliner dengan Vibes Jogja Bikin Warga Bogor Nostalgia
Debut di IMHAX 2026 pun menjadi langkah awal Yasuni dalam membangun fondasi bisnis jangka panjang di Indonesia, sekaligus memperkenalkan standar teknologi dan pengalaman balap yang selama ini menjadi bagian dari identitas merek knalpot asal Spanyol tersebut. (***)