RADAR BOGOR – Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan penggunaan bensin dengan campuran etanol lebih tinggi, yakni E20. Bahan bakar ini merupakan campuran 20 persen etanol nabati dan 80 persen bensin berbasis fosil.
Sebelum menuju bensin E20, pemanfaatan etanol sebagai campuran bahan bakar kendaraan di Indonesia sudah diperkenalkan melalui Pertamax Green 95 yang dipasarkan Pertamina.
Produk tersebut menggunakan komposisi 5 persen etanol dan 95 persen bensin atau dikenal sebagai E5. Dengan demikian, E20 nantinya memiliki kandungan etanol empat kali lebih tinggi dibandingkan Pertamax Green 95.
Apa Itu Etanol?
Baca Juga: Kebakaran TPAS Galuga Ditargetkan Padam Sebelum 17 September, Ini Rencana Besar Rudy Susmanto
Etanol merupakan bahan bakar terbarukan yang dapat diproduksi dari berbagai sumber biomassa. Bahan bakunya antara lain tanaman yang mengandung pati atau gula, seperti jagung dan tebu.
Selain itu, etanol juga dapat dibuat dari bahan berbasis selulosa, misalnya serpihan kayu dan sisa tanaman.
Dilansir dari Alternative Fuels Data Center (AFDC), etanol umumnya dicampurkan dengan bensin dalam persentase tertentu. Penamaan bahan bakar kemudian mengikuti kadar etanol yang terkandung di dalamnya.
Sebagai contoh, E10 berarti bensin dengan campuran 10 persen etanol, sedangkan E20 memiliki kandungan etanol sebesar 20 persen.
Etanol Punya Oktan Lebih Tinggi
Baca Juga: Cari SUV 7 Seater Murah? Daihatsu Terios Bekas 2018 Mulai Rp150 Jutaan
Salah satu karakteristik etanol yang menarik untuk digunakan sebagai campuran bensin adalah angka oktannya yang lebih tinggi dibandingkan bensin.
Angka oktan berkaitan dengan kemampuan bahan bakar menahan terjadinya engine knocking atau detonasi pada mesin.
Semakin tinggi angka oktan, semakin besar kemampuan bahan bakar menahan tekanan dan panas sebelum mengalami pembakaran yang tidak terkendali.
Karena itu, etanol dapat dimanfaatkan sebagai komponen campuran untuk membantu meningkatkan angka oktan bahan bakar.
Baca Juga: Morbidelli T250X, Motor Adventure 250 cc dengan Harga Terjangkau, Cek Spesifikasinya di Sini
Selain itu, penambahan etanol juga meningkatkan kandungan oksigen dalam bahan bakar sehingga dapat membantu proses pembakaran dan mengurangi polusi udara.
Tapi Ada Kekurangannya
Meski memiliki sejumlah keunggulan, etanol memiliki kandungan energi yang lebih rendah dibandingkan bensin.
Artinya, dalam volume yang sama, energi yang dihasilkan etanol lebih sedikit. Dengan demikian, semakin tinggi persentase etanol dalam campuran, kandungan energi per liter bahan bakar cenderung ikut menurun.
Baca Juga: Dua Bansos Tambahan bagi KPM PKH dan BPNT Cair September 2026, Cek Syaratnya
Dalam kondisi tertentu, kendaraan bisa membutuhkan volume bahan bakar lebih banyak untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Namun, pengaruhnya terhadap konsumsi bahan bakar tidak selalu sama pada setiap kendaraan. Efek tersebut bergantung pada kadar etanol serta karakteristik mesin, termasuk apakah mesin memang dirancang atau dioptimalkan untuk menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol lebih tinggi.
AS dan Brasil Sudah Lama Menggunakan Etanol
Pemanfaatan etanol sebagai bahan bakar kendaraan telah berkembang di berbagai negara. Amerika Serikat dan Brasilmenjadi dua negara yang cukup luas menggunakan etanol.
Baca Juga: Cicipi Durian Salisun Asal Nunukan, Rasanya Disebut Sekelas Kanyao
Di Amerika Serikat, lebih dari 98 persen bensin yang dijual untuk penggunaan umum telah mengandung etanol.
Sementara itu, sekitar 94 persen produksi etanol di AS berasal dari pati yang terdapat pada biji jagung. Berbeda dengan AS, Brasil lebih banyak mengandalkan tebu sebagai bahan baku utama produksi etanol.
Etanol berbahan dasar jagung juga memiliki neraca energi positif. Artinya, energi yang terkandung dalam etanol yang dihasilkan lebih besar dibandingkan energi yang diperlukan selama proses produksinya.
Baca Juga: Durian Pelangi Atururi, Buah Unik Papua yang Bikin Penasaran
Sementara penggunaan bahan baku berbasis selulosa berpotensi meningkatkan efisiensi energi karena dapat memanfaatkan limbah atau produk sampingan industri, seperti sisa tanaman dan kayu.
Dengan rencana menuju E20, penggunaan etanol dalam bahan bakar kendaraan di Indonesia pun berpotensi meningkat signifikan dibandingkan campuran E5 yang saat ini telah diperkenalkan melalui Pertamax Green 95.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga