RADAR BOGOR - Rantai motor menjadi bagian penting dalam sistem penggerak sepeda motor karena bertugas menyalurkan tenaga mesin menuju roda belakang.
Seiring intensitas pemakaian, kelonggaran rantai motor dapat berubah sehingga perlu diperiksa dan disesuaikan secara berkala.
Rantai motor bekerja bersama gir depan dan gir belakang untuk meneruskan putaran mesin hingga roda belakang dapat berputar.
Komponen yang terus bergerak selama motor digunakan tersebut secara bertahap dapat mengalami keausan sekaligus perubahan tingkat kekencangan.
Rantai yang terlalu longgar dapat menimbulkan suara berisik, hentakan ketika motor berakselerasi, hingga meningkatkan kemungkinan rantai keluar dari jalur gir.
Namun, bukan berarti rantai harus dibuat sekencang mungkin. Setelan yang terlalu kencang justru dapat menambah beban pada rantai, gir, bearing, serta komponen lain dalam sistem penggerak.
Baca Juga: Resep Dots Cake, Kue Viral ala US dengan Cream Cheese Frosting dan Sprinkle
Karena itu, penyetelan rantai bertujuan mendapatkan tingkat kelonggaran sesuai standar masing-masing sepeda motor, bukan sekadar membuat rantai terasa kencang.
Berikut panduan cara mengencangkan rantai motor yang kendur dengan langkah yang lebih aman, seperti dikutip dari Suzuki Indonesia.
Persiapkan Peralatan Sebelum Menyetel Rantai
Sebelum memulai penyetelan, siapkan peralatan yang sesuai dengan tipe dan model sepeda motor.
Beberapa alat yang biasanya dibutuhkan adalah kunci untuk mur as roda dan mur adjuster.
Ukuran baut maupun mur pada setiap model motor bisa berbeda. Karena itu, gunakan kunci yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan agar baut tidak rusak.
Peralatan yang umumnya diperlukan meliputi:
- Kunci pas atau kunci ring sesuai ukuran baut.
- Standar tengah atau paddock stand apabila tersedia.
- Penggaris untuk mengukur kelonggaran rantai.
- Cairan khusus untuk membersihkan rantai.
- Pelumas khusus rantai sepeda motor.
Sebelum bekerja, pastikan mesin dalam kondisi mati dan motor ditempatkan di permukaan yang rata serta aman.
5 Cara Mengencangkan Rantai Motor yang Kendur
Pada dasarnya, cara mengencangkan rantai motor dilakukan dengan mengatur posisi roda belakang melalui mekanisme adjuster yang terdapat pada swing arm.
Proses penyetelan harus dilakukan secara bertahap. Selain tingkat kelonggaran rantai, posisi roda belakang juga harus dipastikan tetap lurus setelah penyetelan.
1. Tempatkan Motor pada Posisi yang Stabil
Pertama, letakkan sepeda motor pada posisi yang aman dan stabil. Jika motor dilengkapi standar tengah, gunakan fasilitas tersebut. Untuk motor tanpa standar tengah, paddock stand yang sesuai dapat digunakan.
Baca Juga: Ban Mobil Anda Habis Sebelah? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Pastikan mesin sudah mati dan transmisi berada pada posisi netral. Hindari melakukan penyetelan saat mesin hidup atau roda belakang masih berputar.
Setelah motor berada dalam posisi aman, lakukan pemeriksaan visual terhadap rantai.
Perhatikan apakah ada mata rantai yang rusak, karat berlebihan, maupun bagian lain yang terlihat tidak normal.
2. Cek Kelonggaran Rantai
Langkah berikutnya adalah memastikan apakah rantai memang sudah terlalu kendur.
Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya dilakukan berdasarkan perkiraan menggunakan tangan.
Setiap jenis dan model sepeda motor memiliki standar kelonggaran rantai masing-masing.
Secara umum, kisarannya dapat berada di sekitar 20–30 mm, tetapi angka tersebut tidak bisa digunakan sebagai patokan untuk semua kendaraan.
Untuk mengetahui ukuran yang tepat, periksa buku manual sepeda motor. Pengukuran juga harus dilakukan pada titik yang telah ditentukan pabrikan karena lokasi pemeriksaan dapat berbeda pada setiap model.
Jika hasil pengukuran masih berada dalam batas spesifikasi, penyetelan tidak perlu dipaksakan.
3. Longgarkan Mur As Roda dan Atur Adjuster
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan rantai terlalu kendur, kendurkan mur as roda secukupnya agar posisi roda belakang dapat digeser. Hindari melepas mur sepenuhnya atau membuat posisi roda menjadi tidak stabil.
Baca Juga: Goldang Corndog dan Topokki, Spot Jajan Korea di Tebet dengan Menu Kekinian
Berikutnya, atur mur adjuster pada bagian kiri dan kanan swing arm secara bertahap.
Mekanisme tersebut berfungsi menggeser posisi roda belakang untuk mendapatkan kelonggaran rantai yang sesuai.
Pada tahap ini, keseimbangan antara adjuster kiri dan kanan harus diperhatikan. Penyetelan yang tidak seimbang dapat membuat roda belakang tidak lurus.
Apabila roda tidak sejajar, rantai dan gir dapat bekerja tidak pada jalurnya. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat keausan pada komponen penggerak.
4. Periksa Lagi Tingkat Kelonggaran
Setelah adjuster diputar, jangan terburu-buru mengencangkan seluruh baut. Lakukan pengukuran ulang dan cocokkan hasilnya dengan standar yang tercantum dalam spesifikasi kendaraan.
Penyetelan sebaiknya dilakukan secara bertahap. Jika rantai masih terlalu longgar, lakukan penyesuaian kembali.
Sebaliknya, apabila rantai justru terlalu tegang, adjuster perlu dikendurkan sesuai kebutuhan.
Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan di beberapa titik sepanjang rantai. Rantai yang sudah mengalami keausan bisa memiliki tingkat kelonggaran berbeda antara satu bagian dengan bagian lainnya.
Jika perbedaan kelonggaran cukup besar, hal tersebut dapat menjadi indikasi adanya keausan pada rantai atau gir.
5. Kencangkan Baut dan Pastikan Roda Lurus
Ketika tingkat kelonggaran rantai sudah sesuai spesifikasi, kencangkan kembali mur as roda dan komponen lain yang sebelumnya dikendurkan.
Baca Juga: Resep Mangut Lele Khas Jogja, Gurih Pedas dengan Kuah Santan yang Meresap Sempurna
Jika tersedia torque wrench, gunakan nilai torsi yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan.
Selanjutnya, cek kembali posisi roda belakang dan pastikan posisi adjuster pada sisi kiri serta kanan sudah sesuai. Putar roda secara perlahan untuk memastikan rantai dan gir bergerak dengan normal.
Pemeriksaan akhir juga perlu dilakukan pada sistem rem belakang, terutama apabila proses penyetelan membuat posisi roda berubah.
Pada beberapa model sepeda motor, perubahan posisi roda belakang saat penyetelan rantai dapat berpengaruh terhadap komponen rem. Karena itu, pastikan sistem rem kembali berada pada posisi yang semestinya.
Ciri-Ciri Rantai Motor Perlu Disetel
Pemeriksaan rantai tidak perlu menunggu sampai kondisinya benar-benar kendur. Ada sejumlah tanda yang dapat menunjukkan bahwa rantai perlu diperiksa atau disetel kembali. Beberapa ciri yang umum ditemukan antara lain:
- Kelonggaran rantai sudah melewati batas spesifikasi.
- Terdengar suara berisik dari bagian rantai dan gir.
- Muncul hentakan ketika motor berakselerasi.
- Rantai terlihat terlalu longgar ketika motor dalam kondisi diam.
- Jalur rantai tampak tidak sejajar dengan gir.
- Rantai kembali kendur dalam waktu singkat meskipun baru disetel.
Jika persoalan tersebut terus berulang, penyelesaiannya tidak cukup hanya dengan mengatur kekencangan rantai.
Rantai, gir depan, gir belakang, serta berbagai komponen pendukung lainnya perlu diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya keausan atau kerusakan.
Rawat Rantai Motor agar Tetap Optimal
Perawatan rantai sepeda motor tidak sebatas mengencangkannya ketika mulai kendur. Rantai perlu dibersihkan dan dilumasi secara rutin, sementara kondisi gir juga harus diperiksa secara berkala.
Kelonggaran rantai juga harus dijaga agar tetap mengikuti rekomendasi pabrikan. Dengan begitu, sistem penggerak dapat bekerja sesuai fungsinya.
Baca Juga: Peningkatan Sarana dan Prasarana Transportasi yang Berkualitas di Kabupaten Bogor
Jika rantai telah aus atau mengalami kerusakan dan tidak lagi dapat disetel dengan benar, penggantian komponen mungkin diperlukan.
Penggunaan rantai yang sudah tidak layak sebaiknya tidak dipaksakan karena komponen tersebut berkaitan langsung dengan proses penyaluran tenaga mesin menuju roda belakang.
Bagi pemilik motor yang belum yakin melakukan penyetelan sendiri atau menemukan kondisi rantai motor yang tidak normal, pemeriksaan di bengkel resmi dapat menjadi pilihan. (***)
Editor : Yosep Awaludin