Deretan Mobil Ikonik Era 90-an yang Kini Diburu Kolektor, Nomor 5 Dikasih Nama Hewan Unik

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 09:25 WIB
Toyota Kijang jadi salah satu mobil yang banyak dicari.
Toyota Kijang jadi salah satu mobil yang banyak dicari.

RADAR BOGOR - Era 1990-an menjadi salah satu periode yang meninggalkan banyak kenangan bagi pecinta otomotif Indonesia. 

Saat itu, pilihan kendaraan memang belum sebanyak sekarang, tetapi sejumlah mobil justru berhasil membangun reputasi kuat dan bertahan dalam ingatan hingga puluhan tahun kemudian.

Beberapa di antaranya bahkan masih bisa ditemukan di jalan hingga kini. 

Baca Juga: Cek Fakta BLT Kesra Rp900 Ribu Cair September 2026, Benarkah Ada Bantuan Penebalan?

Tidak hanya digunakan sebagai kendaraan harian, mobil-mobil tersebut mulai diburu kolektor karena kondisi original, nilai sejarah, hingga cerita personal yang melekat pada setiap unit.

Dari sekian banyak mobil lawas yang pernah populer, terdapat 5 nama yang punya tempat khusus di kalangan pencinta otomotif, yakni Toyota Kijang, Isuzu Panther, Mitsubishi Kuda, Daihatsu Zebra, dan Suzuki Jimny Jangkrik.

1. Toyota Kijang, Ikon Otomotif Indonesia

Berbicara soal mobil legendaris Indonesia, Toyota Kijang hampir selalu masuk dalam daftar.

Kijang pertama kali hadir pada 1977. 

Generasi awalnya masih berupa kendaraan pikap dengan desain sederhana dan lebih mengutamakan fungsi angkut.

Seiring perkembangan zaman, Kijang mengalami sejumlah perubahan besar. 

Setelah generasi awal, muncul Kijang generasi kedua yang populer dengan sebutan Kijang Doyok pada 1981.

Kemudian pada 1986 lahir Kijang Super yang semakin memperkuat posisi Kijang sebagai salah satu kendaraan keluarga populer di Indonesia. 

Perjalanan tersebut berlanjut hingga hadirnya Kijang Kapsul pada 1997.

Nah, sobat Radar Bogor bagi banyak orang, Kijang bukan sekadar kendaraan. 

Mobil tersebut menjadi bagian dari perjalanan keluarga, pekerjaan hingga aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Fakta Pencairan BLT Kesra 2026, Ini Daftar Bansos Cair September Ini

Pengalaman serupa juga dirasakan Oki, mekanik bengkel Room Technology. 

Ia mengenang, sejumlah anggota keluarganya yang pernah menggunakan Kijang Super dan Kijang Kapsul.

"Daya tahan menjadi salah satu alasan mobil ini tetap dikenang," jelasnya.

Kijang Super dan Kijang Kapsul dinilai, memiliki mesin yang relatif sederhana dan mudah dirawat.

Tidak mengherankan jika unit dengan kondisi sangat original, kini memiliki nilai berbeda di mata kolektor.

Dalam materi tersebut, kisaran harga Kijang Doyok disebut berada di sekitar Rp15 juta hingga Rp35 juta. 

Sedangkan, Kijang Super berada di kisaran Rp25 juta sampai Rp55 juta. 

Untuk unit yang benar-benar original dan terawat, nilainya bisa mencapai sekitar Rp100 jutaan.

Sementara, Kijang Kapsul yang banyak dicari disebut berada di kisaran Rp100 juta hingga Rp155 juta, tergantung kondisi dan kelengkapan.

Harga tersebut tentu bukan patokan mutlak karena mobil koleksi sangat bergantung pada kondisi, orisinalitas, kelengkapan, riwayat kendaraan dan kesepakatan antara penjual dengan pembeli.

2. Isuzu Panther, 'Raja' Diesel yang Sulit Dilupakan

Nama kedua adalah Isuzu Panther.

Panther mulai hadir di Indonesia pada 1991 dan kemudian menjadi salah satu kendaraan diesel yang sangat populer pada era 1990-an hingga 2000-an.

Generasi awalnya menggunakan mesin diesel berkapasitas 2.238 cc. 

Baca Juga: PepperMill Family Steak di WTC Matahari Serpong, Harga Mulai Rp25 Ribu

Karakter mesin diesel yang kuat membuat Panther banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kendaraan keluarga, perjalanan jauh, kendaraan operasional hingga angkutan.

Keunggulan lain yang dikenang adalah sistem pendingin kabinnya. 

Penempatan blower untuk penumpang belakang menjadi salah satu fitur yang dianggap membantu memberikan kenyamanan bagi penumpang di baris kedua dan ketiga.

Panther juga identik dengan suara mesin dieselnya yang khas.

Bagi generasi yang tumbuh pada era tersebut, suara mesin Panther dan Kijang Diesel bahkan dapat menjadi penanda tersendiri ketika kendaraan melintas dari kejauhan.

Harga Panther lawas saat ini sangat bergantung pada tahun dan kondisinya. 

Panther keluaran 1992-2000, disebut berada di kisaran Rp38 juta hingga Rp95 juta.

Untuk tahun 2001-2005, kisarannya disebut sekitar Rp78 juta hingga Rp150 juta. 

Sementara unit yang lebih muda dapat memiliki harga berbeda tergantung varian dan kondisi.

Salah satu alasan Panther masih diminati adalah karakter mesinnya yang dikenal kuat serta ketersediaan suku cadang yang relatif mudah ditemukan.

3. Mitsubishi Kuda, MPV yang Punya Penggemar Sendiri

Berikutnya ada Mitsubishi Kuda.

Mobil ini, diperkenalkan di Indonesia pada 1999 dan produksinya berakhir sekitar 2005. 

Masa edar yang relatif singkat tidak membuat namanya hilang begitu saja.

Mitsubishi Kuda tersedia dengan pilihan mesin bensin dan diesel. 

Salah satu daya tariknya adalah penggunaan mesin diesel 2.500 cc yang memiliki basis teknologi dari kendaraan niaga Mitsubishi.

Dengan ukuran bodi yang tidak terlalu besar, Kuda menawarkan alternatif bagi konsumen yang menginginkan kendaraan keluarga tetapi tidak membutuhkan bodi sebesar MPV lain pada masanya.

Untuk pasar mobil bekas, kisaran harga Kuda dalam materi tersebut berada mulai sekitar Rp20 jutaan hingga Rp49 juta untuk beberapa varian.

Varian bensin 2.000 cc disebut berada di kisaran Rp38 juta sampai Rp70 juta. 

Sementara varian diesel 2.500 cc yang banyak diburu berada di kisaran sekitar Rp50 jutaan, tergantung tipe dan kondisi.

Salah satu faktor yang membuatnya tetap dicari, reputasi mesin serta karakter mobilnya yang sederhana.

4. Daihatsu Zebra, Teman Perjalanan Keluarga

Daihatsu Zebra juga memiliki cerita tersendiri bagi generasi yang tumbuh pada era 1990-an.

Mobil ini, merupakan bagian dari perjalanan panjang kendaraan niaga ringan Daihatsu di Indonesia. 

Sebelumnya, Daihatsu telah memiliki lini kendaraan seperti Hijet.

Pada 1995, muncul Zebra Espass yang kemudian menjadi salah satu mobil yang cukup populer di Indonesia.

Desainnya mudah dikenali, terutama berkat pintu geser yang memberikan kemudahan bagi penumpang ketika keluar-masuk kendaraan.

Bagi sebagian pemilik, Zebra bukan hanya kendaraan untuk membawa keluarga. 

Mobil ini juga digunakan untuk mengantar anak sekolah, bekerja, bepergian ke luar kota hingga menjalankan berbagai aktivitas harian.

Pengalaman personal tersebut juga muncul dalam materi sumber. 

Zebra berwarna hijau milik keluarga menjadi kendaraan yang memiliki banyak kenangan karena digunakan untuk mengantar aktivitas sekolah dan latihan sejak usia muda.

Zebra Espass sendiri disebut bertahan dalam produksi hingga sekitar 2007.

Untuk unit yang masih original dan memiliki kondisi sangat baik, harga bisa berbeda jauh dibandingkan unit yang membutuhkan banyak perbaikan. 

Unit dengan kondisi bagus, dapat mencapai sekitar Rp50 jutaan.

5. Suzuki Jimny Jangkrik, Makin Tua Makin Dicari

Nama terakhir adalah Suzuki Jimny Jangkrik.

Mobil mungil ini punya penggemar yang cukup kuat, terutama di kalangan pencinta kendaraan off-road.

Jimny generasi awal hadir secara global pada dekade 1970-an. 

Di Indonesia, kendaraan tersebut mulai resmi dipasarkan pada 1978 dengan mesin 550 cc.

Bodinya yang ringkas, jarak sumbu roda pendek dan ground clearance yang tinggi membuat Jimny memiliki karakter berbeda dibandingkan kendaraan keluarga pada umumnya.

Kemampuan tersebut, kemudian membuat Jimny Jangkrik banyak dimodifikasi untuk kebutuhan off-road.

Bagi pemiliknya, mobil ini juga memiliki karakter unik. 

Bentuknya kecil, tetapi memiliki kemampuan melibas medan yang tidak mudah dilalui kendaraan biasa.

Nilai jual Jimny Jangkrik pun sangat bergantung pada kondisi dan tingkat orisinalitas.

Ya, unit bahan atau kondisi yang membutuhkan banyak pekerjaan berada di kisaran puluhan juta rupiah. 

Sementara, unit yang sangat terawat dan masih mempertahankan kondisi original dapat mencapai ratusan juta rupiah.

Unit yang telah dimodifikasi untuk kebutuhan tertentu memiliki rentang harga yang lebih beragam karena nilai kendaraan turut dipengaruhi komponen dan spesifikasi modifikasinya.

Mengapa Mobil Lawas Masih Dicari?

Munculnya kembali minat terhadap mobil-mobil lawas tidak hanya berkaitan dengan harga.

Ada unsur nostalgia yang membuat sebuah kendaraan memiliki nilai lebih bagi pemiliknya.

Mobil yang dahulu digunakan untuk mengantar sekolah, bekerja, mudik atau menemani keluarga mencari penghasilan bisa memiliki nilai emosional yang sulit digantikan mobil baru.

Selain itu, mobil era tersebut relatif sederhana dibandingkan kendaraan modern. Sistem mekanisnya lebih mudah dipahami dan sejumlah komponennya masih tersedia di pasaran.

Bagi kolektor, kondisi original juga menjadi faktor penting. 

Semakin lengkap komponen bawaan dan semakin terawat sebuah unit, semakin besar pula nilai yang bisa melekat pada kendaraan tersebut.

Namun, membeli mobil tua tetap membutuhkan pemeriksaan menyeluruh. 

Kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, bodi, kelistrikan, dokumen, hingga riwayat perawatan perlu diperiksa sebelum melakukan transaksi.

Bukan Sekadar Mobil Tua

Toyota Kijang, Isuzu Panther, Mitsubishi Kuda, Daihatsu Zebra dan Suzuki Jimny Jangkrik menunjukkan bahwa sebuah mobil bisa memiliki umur panjang di ingatan masyarakat.

Sebagian masih digunakan sebagai kendaraan harian.

Sebagian lainnya sudah berpindah tangan menjadi koleksi.

Nilainya pun tidak selalu ditentukan oleh usia. Kondisi kendaraan, kelangkaan, kelengkapan, orisinalitas dan cerita di baliknya ikut menentukan harga.

Baca Juga: Mensos Sebut Ada 4,3 Juta KPM Baru, Bansos Dobel Mulai Cair September 2026

Itulah sebabnya, mobil yang dulu dianggap sebagai kendaraan biasa kini bisa berubah menjadi barang nostalgia yang dicari oleh kolektor.

Bagi generasi yang pernah tumbuh bersama mobil-mobil tersebut, melihatnya kembali di jalan mungkin bukan sekadar melihat kendaraan tua. Ada potongan cerita masa lalu yang ikut berjalan bersamanya. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
Mitsubishi Kuda toyota kijang bogor mobil isuzu panther