Waspada, Radiator Mitsubishi Fuso Canter Euro 4 Kotor Bisa Bikin Overheat

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:17 WIB
Pembongkaran mesin canter euro4 yang jarang dirawat (YouTube Dokter Otomotif)
Pembongkaran mesin canter euro4 yang jarang dirawat. Foto: YouTube Dokter Otomotif

RADAR BOGOR – Pemilik truk Mitsubishi Fuso Canter Euro 4, termasuk warga Bogor yang mengandalkan kendaraan niaga untuk aktivitas sehari-hari, perlu rutin memeriksa kebersihan radiator. 

Kotoran dan debu yang menumpuk dapat menghambat proses pendinginan mesin pada Mitsubishi Fuso Canter Euro 4, memicu overheat, hingga menyebabkan silinder head retak. 

Kerusakan ini berpotensi menimbulkan biaya perbaikan Mitsubishi Fuso Canter Euro 4 besar, padahal masalahnya bisa dicegah melalui perawatan sederhana.

Baca Juga: Semarak Kebudayaan Kabupaten Bogor, Kenalkan Warisan Budaya Lokal yang Diakui Nasional

Radiator Kotor Bisa Memicu Kerusakan Mesin

Masalah radiator kotor pada truk Canter Euro 4 menjadi perhatian dalam sebuah channel YouTube Dokter Otomotif yang membahas kerusakan mesin akibat sistem pendinginan yang tidak bekerja optimal. 

Dalam kasus yang ditampilkan, penumpukan kotoran di area radiator diduga menghambat pelepasan panas sehingga mesin mengalami overheat.

Kondisi tersebut berujung pada berkurangnya air pendingin dan kerusakan silinder head hingga retak. 

Baca Juga: Pecinta Motor Adventure Bogor Harus Tahu, Ini Harga dan Spesifikasi CFMoto 250 Dual

Jika kerusakan sudah parah, proses perbaikan tidak bisa dilakukan secara sederhana karena komponen mesin harus diperiksa dan kemungkinan perlu dibongkar.

Bagi warga Bogor yang menggunakan truk untuk mengangkut barang, kondisi ini patut diwaspadai. Kendaraan yang mengalami kerusakan mesin berat berisiko mengganggu jadwal pengiriman dan menambah biaya operasional.

Konstruksi Canter Euro 4 Memerlukan Perhatian

Dalam penjelasan pada video tersebut, fan radiator Mitsubishi Fuso Canter Euro 4 terlihat lebih besar dibandingkan versi Euro 2. 

Baca Juga: Kilas Balik Gempa Beruntun Sukabumi-Bogor, Guncangan Kecil Dampaknya Besar

Ukuran tersebut berkaitan dengan kebutuhan aliran udara untuk membantu proses pendinginan mesin.

Namun, banyaknya debu dan kotoran yang menempel di area radiator dapat mengganggu kinerja sistem pendinginan. 

Karena itu, pemilik truk perlu memperhatikan kebersihan radiator, terutama jika kendaraan sering melewati jalan berdebu, lokasi proyek, kawasan industri, atau jalur dengan banyak material tanah.

Baca Juga: Bobotoh Merapat, Ini 10 Titik Nobar Persib Bandung vs Persik Kediri

Kondisi jalan dan lingkungan operasional yang berbeda membuat kebutuhan pembersihan setiap truk tidak selalu sama. 

Pemeriksaan berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi penumpukan kotoran sebelum mengganggu pendinginan mesin.

Cek Radiator Minimal Sebulan Sekali

Salah satu langkah pencegahan yang disarankan dalam video tersebut adalah memeriksa kondisi radiator setidaknya satu bulan sekali. 

Baca Juga: Sastra Winara: Becak Listrik di Kabupaten Bogor Dorong Transportasi Ramah Lingkungan

Jika ditemukan banyak debu atau kotoran, bersihkan menggunakan udara bertekanan dengan cara yang tepat.

Pemilik truk yang tidak memiliki kompresor dapat meminta bantuan bengkel atau tempat servis yang menyediakan peralatan tersebut. Pembersihan perlu dilakukan dengan hati-hati agar sirip radiator tidak bengkok atau rusak.

Selain radiator, perhatikan juga tabung reservoir atau tangki cadangan air pendingin. Dalam kasus yang ditampilkan, bagian reservoir terlihat mengalami kerusakan. 

Baca Juga: Angie Carvalho Rilis Lagu Remuk, Kisah Cinta yang Bertahan Meski Hati Terluka

Pemeriksaan kondisi tabung, selang, sambungan, dan ketinggian cairan pendingin dapat membantu menemukan masalah lebih awal.

Jangan Abaikan Indikator Temperatur Mesin

Kebiasaan lain yang tidak kalah penting adalah memantau indikator temperatur mesin ketika berkendara. 

Jika jarum temperatur menunjukkan kenaikan tidak normal atau muncul peringatan suhu mesin, pengemudi sebaiknya segera mencari tempat aman untuk berhenti dan memeriksa kondisi kendaraan.

Baca Juga: Rayakan Milad ke 7 di Kota Bogor, Emak Kantoran Tebar Kepedulian Terhadap Sesama

Jangan memaksakan perjalanan ketika mesin menunjukkan gejala overheat. Matikan mesin dengan aman dan tunggu hingga suhunya turun sebelum melakukan pemeriksaan. 

Hindari membuka tutup radiator ketika mesin masih panas karena cairan pendingin bertekanan dapat menyembur dan menyebabkan luka bakar.

Jika air pendingin berkurang terus-menerus, muncul kebocoran, atau temperatur kembali meningkat setelah pemeriksaan, segera bawa truk ke bengkel untuk mengetahui penyebabnya.

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 4 Belum Final, Cek Update Sanggahan dan PBI BPJS

Bagi warga Bogor yang mengoperasikan truk untuk usaha maupun distribusi barang, pemeriksaan radiator, reservoir, dan indikator temperatur perlu menjadi bagian dari perawatan rutin. 

Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah kerusakan mesin yang lebih serius sekaligus menekan biaya perbaikan dan waktu kendaraan tidak beroperasi.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Sumber : YouTube Dokter Otomotif
penyebab mesin overheat Canter Euro bogor otomotif radiator