Setir Mobil Terasa Longgar atau Oblak? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 08:31 WIB
Ilustrasi setir mobil terasa oblak saat dikendarai. (Foto : google)
Ilustrasi setir mobil terasa oblak saat dikendarai. (Foto : google)

RADAR BOGOR – Setir mobil yang terasa longgar atau oblak saat dikendarai bukan sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya kerusakan pada sejumlah komponen kendaraan.

Kondisi setir mobil seperti ini perlu segera diperiksa, terutama jika terjadi ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi.

Sistem kemudi memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan dan mengendalikan arah kendaraan.

Apabila salah satu komponennya mengalami gangguan, pengemudi bisa kesulitan mengontrol mobil secara optimal.

Lantas, apa saja penyebab setir mobil terasa longgar atau oblak? Komponen mana yang harus diperiksa dan bagaimana cara mengatasinya?

Berikut sejumlah faktor yang perlu diketahui beserta langkah perawatan untuk mengembalikan kinerja sistem kemudi mobil.

Baca Juga: Kafe dan THM di Cibungbulang Bogor Disegel, GMPB Temukan Dugaan Kejanggalan

Apakah Kerusakan Rack Steer Bisa Membuat Setir Mobil Oblak?

Salah satu komponen yang kerap dikaitkan dengan masalah setir mobil longgar adalah rack steer.

Anggapan tersebut cukup beralasan karena rack steer merupakan bagian utama dalam sistem kemudi kendaraan.

Komponen ini berfungsi mengubah putaran setir menjadi gerakan mekanis yang mengarahkan roda depan sesuai keinginan pengemudi.

Karena itu, gangguan pada rack steer dapat memengaruhi respons kemudi, termasuk membuat setir terasa tidak presisi atau oblak.

Untuk memastikan apakah kerusakan berasal dari rack steer, ada beberapa gejala yang bisa dikenali, di antaranya:

Jika sejumlah tanda tersebut mulai muncul, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.

Sebab, gangguan pada sistem kemudi bukan hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang.

7 Penyebab Setir Mobil Terasa Longgar atau Tidak Stabil

Selain kerusakan rack steer, terdapat beberapa komponen lain yang dapat memicu setir mobil terasa oblak. Berikut tujuh penyebab yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Daihatsu Zebra Espass: Minibus Pintu Sliding Termurah dan Serba Guna

1. Kaki-Kaki Mobil Mengalami Keausan

Gangguan pada bagian kaki-kaki kendaraan menjadi salah satu faktor yang sering menyebabkan kemudi terasa tidak stabil.

Komponen kaki-kaki mobil memiliki masa pakai sehingga seiring waktu dapat mengalami keausan, bahkan berkarat jika kurang mendapatkan perawatan.

Apabila terus digunakan tanpa pemeriksaan rutin, kondisi tersebut bisa membuat sistem suspensi tidak bekerja secara optimal.

Dampaknya, kestabilan kendaraan terganggu dan setir terasa kurang presisi ketika dikendalikan.

2. Kampas Rem Sudah Habis

Kondisi sistem pengereman juga perlu diperhatikan ketika muncul gangguan pada kestabilan kendaraan.

Salah satunya adalah kampas rem yang sudah menipis atau habis. Kerusakan pada sistem pengereman dapat membuat proses memperlambat dan menghentikan kendaraan tidak berjalan maksimal.

Dalam kondisi tertentu, gangguan pengereman juga dapat disertai gejala kendaraan menarik ke satu sisi atau terasa tidak stabil ketika pedal rem diinjak.

Karena itu, kondisi kampas rem harus diperiksa secara berkala. Jangan sampai kerusakan dibiarkan karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

3. Velg Mobil Mengalami Kerusakan atau Penyok

Cara berkendara yang kurang hati-hati, terutama ketika melintasi jalan berlubang atau menghantam benda keras, berpotensi merusak velg mobil.

Velg yang bengkok atau penyok dapat mengganggu putaran roda dan memengaruhi kestabilan kendaraan. Dampaknya, pengemudi bisa merasakan getaran maupun gangguan pada respons setir.

Baca Juga: Pestigo, 4 Tahun Maju dengan Arti

Jika kerusakan sudah cukup parah, velg sebaiknya diganti. Hal ini penting karena kondisi velg yang tidak ideal juga berpotensi memengaruhi komponen roda dan ban lainnya.

4. Komstir Mobil Mengalami Keausan

Komponen lain yang tidak boleh luput dari pemeriksaan adalah komstir atau steering head.

Bagian ini berperan menopang dan menjaga pergerakan sistem kemudi agar tetap stabil serta dapat berputar dengan baik.

Apabila komstir mengalami keausan atau kelonggaran, respons setir bisa terganggu.

Kondisi tersebut biasanya muncul akibat pemakaian dalam jangka panjang maupun kurangnya perawatan.

Oleh karena itu, segera periksa bagian komstir apabila kemudi mulai terasa oblak atau tidak lagi memberikan respons yang presisi.

5. Ball Joint Mengalami Kerusakan

Ball joint merupakan salah satu komponen penting dalam sistem suspensi mobil. Fungsinya menghubungkan sejumlah bagian suspensi sekaligus memungkinkan roda bergerak mengikuti kondisi permukaan jalan.

Seiring penggunaan kendaraan, ball joint bisa mengalami keausan atau menjadi longgar.

Baca Juga: Villa Arum Dalu Bogor: Bebas Macet, Mini Zoo, Kolam Renang

Jika kondisi tersebut terjadi, kestabilan roda dapat terganggu dan berdampak pada sistem kemudi.

Gejalanya bisa berupa bunyi-bunyian dari bagian kaki-kaki hingga setir yang terasa tidak stabil.

Untuk mencegah kerusakan semakin parah, lakukan pemeriksaan ball joint secara berkala. Apabila ditemukan kerusakan, penggantian komponen menjadi langkah yang dianjurkan.

6. Roda Mobil Tidak Seimbang

Ketidakseimbangan roda juga bisa menjadi penyebab setir terasa bergetar, longgar, atau kurang stabil ketika kendaraan melaju.

Kondisi ini dapat dipicu oleh benturan keras, keausan ban yang tidak merata, maupun perubahan keseimbangan roda.

Roda yang tidak seimbang akan memengaruhi kenyamanan dan kestabilan kendaraan, terutama ketika melaju dalam kecepatan tertentu.

Untuk mengatasinya, pemilik kendaraan perlu melakukan pemeriksaan kondisi ban sekaligus balancing agar putaran roda kembali seimbang.

7. Engine Mounting Mengalami Masalah

Komponen engine mounting juga perlu diperiksa ketika setir mobil terasa bergetar atau tidak nyaman saat digunakan.

Baca Juga: Sering Tertukar, Ini Perbedaan Introvert, Pemalu, dan Social Anxiety

Engine mounting memiliki fungsi utama menopang mesin sekaligus meredam getaran yang muncul ketika mesin kendaraan bekerja.

Apabila komponen ini mengalami kerusakan, getaran mesin bisa terasa lebih kuat hingga merambat ke bagian kabin dan setir mobil.

Gejala tersebut biasanya semakin terasa ketika mesin menyala atau kendaraan sedang beroperasi.

Jika engine mounting sudah mengalami kerusakan, segera bawa mobil ke bengkel untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

5 Cara Mengatasi Setir Mobil yang Longgar atau Oblak

Setir mobil yang terasa longgar tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Selain berpengaruh terhadap kenyamanan, kondisi tersebut juga bisa mengurangi kemampuan pengemudi dalam mengendalikan kendaraan.

Penanganannya perlu disesuaikan dengan sumber kerusakan. Berikut beberapa langkah perawatan yang bisa dilakukan untuk menjaga sistem kemudi tetap optimal.

1. Lakukan Perawatan Rack Steer Secara Rutin

Menjaga kondisi rack steer menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah gangguan pada sistem kemudi.

Kebiasaan berkendara juga berpengaruh terhadap usia pakai komponen tersebut. Hindari mengemudi secara agresif, terutama ketika melewati jalan rusak, berlubang, maupun polisi tidur.

Baca Juga: Mie Ayam Karet Misno Kemayoran: Kenyal, Gurih, Mulai Rp15 Ribu

Selain itu, jangan terlalu sering memutar setir hingga mencapai batas maksimal. Kebiasaan tersebut dapat menambah beban pada komponen sistem kemudi, khususnya motor elektrik pada kendaraan yang menggunakan electric power steering (EPS).

2. Rutin Melakukan Spooring dan Balancing

Spooring dan balancing merupakan bagian dari perawatan kendaraan yang penting untuk menjaga kestabilan roda dan ban.

Spooring bertujuan mengembalikan keselarasan sudut roda sesuai spesifikasi kendaraan. Sementara itu, balancing dilakukan untuk menjaga keseimbangan putaran roda.

Keduanya dapat membantu mengurangi getaran dan menjaga kendaraan tetap stabil ketika dikemudikan.

Sebagai panduan, spooring dan balancing dapat dilakukan setiap 10.000 hingga 20.000 kilometer atau sekitar enam bulan sekali.

Namun, jadwal pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kendaraan dan rekomendasi bengkel.

3. Periksa dan Rawat Suspensi serta Kaki-Kaki Mobil

Kondisi suspensi dan kaki-kaki kendaraan turut menentukan kestabilan sistem kemudi.

Karena itu, lakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan seluruh komponen masih berfungsi dengan baik.

Perawatan dapat dilakukan dengan membersihkan komponen, memberikan pelumasan pada bagian yang memang memerlukannya, serta menggunakan cairan antikarat pada bagian yang sesuai.

Baca Juga: Seblak Princess Pamulang: Seblak Prasmanan 50 Lebih Topping Murah

Suspensi yang terawat membantu menjaga kestabilan kendaraan ketika melewati berbagai kondisi jalan sehingga respons setir tetap optimal.

4. Pastikan Tekanan Angin Ban Sesuai Rekomendasi

Tekanan udara pada ban sering kali dianggap sebagai hal sederhana, padahal memiliki pengaruh terhadap kestabilan kendaraan.

Ban dengan tekanan angin terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat memengaruhi kenyamanan, daya cengkeram, serta respons kemudi.

Untuk menghindari masalah tersebut, periksa tekanan angin ban secara rutin dan pastikan nilainya sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan.

Dengan tekanan yang tepat, performa ban dapat terjaga dan usia pakainya menjadi lebih optimal.

5. Jangan Abaikan Servis Berkala di Bengkel Resmi

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah melakukan servis kendaraan secara berkala di bengkel resmi.

Melalui pemeriksaan rutin, berbagai potensi kerusakan pada mesin, sistem kemudi, suspensi, hingga komponen pendukung lainnya dapat diketahui lebih awal.

Dengan begitu, penanganan bisa segera dilakukan sebelum kerusakan berkembang menjadi lebih serius dan membutuhkan biaya perbaikan lebih besar.

Baca Juga: Wisata Kuliner Bodeman Gabel Sarijaya Karawang: Jajan Murah

Pada akhirnya, setir mobil yang terasa longgar atau oblak bukanlah persoalan yang boleh dianggap sepele.

Kenali gejalanya, periksa komponen yang berkaitan, dan segera lakukan perbaikan agar kendaraan tetap nyaman serta aman digunakan di jalan. (***)

Editor : Yosep Awaludin
setir mobil Komponen kendaraan