KAGUME Bawa GPK dan Pegiat Inklusi ke Baduy, Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:16 WIB
KAGUME membawa Guru Pendamping Khusus (GPK) dan pegiat pendidikan inklusi mengikuti Green Therapy di Baduy Luar. (Foto: KAGUME for Radar Bogor)
KAGUME membawa Guru Pendamping Khusus (GPK) dan pegiat pendidikan inklusi mengikuti Green Therapy di Baduy Luar. (Foto: KAGUME for Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Ikatan Guru Anak Istimewa atau KAGUME membawa Guru Pendamping Khusus (GPK) dan pegiat pendidikan inklusi mengikuti Green Therapy KAGUME 2026 di Baduy Luar, Banten. 

Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta memperkuat kebersamaan dan memulihkan energi setelah menjalani rutinitas pendampingan anak berkebutuhan khusus.

Wakil Ketua KAGUME Kota Bogor, Handi Sopian, mengatakan kegiatan yang digelar Sabtu 5 September 2026 itu diikuti GPK, pegiat pendidikan inklusi, serta keluarga besar KAGUME. 

Green Therapy menjadi kesempatan bagi peserta untuk sejenak keluar dari rutinitas dan menikmati suasana alam.

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi para peserta untuk sejenak keluar dari rutinitas, menikmati suasana alam, sekaligus membangun kembali energi positif,” kata Handi.

Menurutnya, Green Therapy KAGUME 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan rekreasi.

Baca Juga: Air Jadi Kendala Pemadaman TPAS Galuga, Pemkot Bogor Usulkan Teknologi Modifikasi Cuaca

Perjalanan menuju Baduy Luar juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarpeserta serta membangun jejaring dan semangat kolaborasi di antara pendidik dan pegiat inklusi.

Selama berada di kawasan Baduy Luar, peserta diajak menikmati suasana alam dan melihat kehidupan masyarakat Baduy yang sederhana. Kondisi tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan sejumlah nilai kehidupan.

Di antaranya kesederhanaan, kepedulian, kebersamaan, keseimbangan, serta penghargaan terhadap lingkungan dan keberagaman.

Nilai-nilai itu dinilai memiliki keterkaitan dengan semangat pendidikan inklusif yang menjunjung penerimaan, penghargaan, dan kesempatan yang setara bagi setiap individu.

Melalui kegiatan tersebut, KAGUME berharap para GPK dan pegiat inklusi memperoleh pengalaman yang bermakna.

Mereka juga diharapkan dapat menjaga kesehatan dan keseimbangan diri sebelum kembali menjalankan tugas pendampingan.

Handi menuturkan, pendampingan terhadap anak berkebutuhan khusus membutuhkan kondisi diri yang kuat.

Karena itu, ruang untuk beristirahat, berefleksi, dan membangun kebersamaan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan perjuangan pendidikan inklusif.

Baca Juga: Wayang Golek Gratis Digelar KSB di Bogor, Ada Pencak Silat hingga Bazaar Sembako Murah

“KAGUME percaya bahwa mendampingi anak istimewa membutuhkan hati yang kuat, pikiran yang sehat, dan lingkungan yang saling mendukung,” ujarnya.

Green Therapy KAGUME 2026 pun menjadi bagian dari upaya KAGUME menjaga semangat para GPK dan pegiat inklusi.

Pengalaman selama di Baduy diharapkan dapat membawa semangat baru untuk terus memberikan pendampingan terbaik bagi anak-anak istimewa. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
kagume baduy Banten