Mengunjungi Historische Studio Depok Lama, Museum Sejarah Pertama di Depok

Arif Al Fajar • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15 WIB
Suasana dalam Historische Studio Depok Lama. (Fajar/Radar Bogor)
Suasana dalam Historische Studio Depok Lama. (Fajar/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Bangunan nuansa Belanda bercat putih dan biru di Jalan Pemuda, Kota Depok itu bernama Historische Studio, Depok Lama. Bangunan itu berada di sebelah kanan jalan. 

Bangunan itu didirikan pada pertengahan abad ke 19. Bangunan itu milik yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (Y.L.C.C.) yang kini menjadi museum sejarah pertama di Kota Depok.

Historische Studio Depok Lama itu kini menjadi sebuah mini museum yang menyimpan sejarah panjang lahirnya Kota Depok sejak zaman Belanda.

Diresmikan oleh Wali Kota Depok, Supian Suri pada helaran Festival Heritage Depok Lama 2026, museum ini menyimpan koleksi memorial perjalanan Cornelis Chastelein sebagai pemimpin Depok zaman dahulu.

Mulai dari peralatan ruang kerjanya, surat wasiat untuk para budak yang disejahterakannya, koleksi foto-fotonya dan para Kaum Depok dari 12 Marga, hingga peralatan rumah tangga dan perkakas yang biasa digunakan orang Depok tempo dulu.

Di dalam bangunan itu juga  sebagian cerita masa lalu Depok Lama tersimpan. Beragam benda bersejarah yang berkaitan dengan Depok terpajang di sana.  Ada ragam kendaraan klasik juga di sana. Ada Honda S 90 warna merah yang terlihat masih terawat. Juga ada vespa yang terlihat sudah melalui proses restorasi terpajang di sana. Masuk ke dalam bangunan itu, terlihat pula sepeda kayu.

Selain kendaraan ada banyak benda kuno berbahan keramik di sana. Mulai dari cangkir, teko hingga patung kecil.

Ragam lukisan hingga foto hitam putih yang menampilkan nuansa juga orang tempo dulu terpajang rapih di bangunan itu. Mengajak setiap warga yang datang menyelami masa lalu Depok lama.

Tidak ketinggalan, jam klasik hingga meja dan kursi jadul menghiasi setiap sudut ruangan yang memiliki nama Historische Studio Depok Lama itu.

Di sudut ruangan bangunan itu juga terdapat alat pertanian. Alat bajak sawah yang digunakan pada tempo dulu. Alat bajak sawah itu milik keluarga Valentino Jonathans. Alat bajak yang digunakan sejak tahun 1980an.

“Aset yang ada di sini ( Museum) kami dapatkan semua dari rumah pribadi keluarga Kaum Depok dan bersedia dimuseumkan,” ujar Ketua YLCC, Revelino Isakh.

Ia berharap, ke depan Historische Studio dapat terbuka untuk umum sebagai sarana edukasi sejarah bagi generasi penerus bangsa ke depannya.

"Mungkin Historische Studio akan menjadi museum sejarah pertama dan satu-satunya di Depok saat ini,” tuturnya.

Nah bagi warga Depok yang ingin menyelami sejarah kota Depok, bisa datang untuk mengunjungi Historische Studio Depok Lama. Atau mungkin dari Bogor yang ingin mengunjungi museum tersebut, bisa menggunakan transportasi umum, bisa naik KRL dan turun di Stasiun Depok Lama. Lalu berjalan menuju ke arah jalan pemuda. (Faj)

Editor : Eka Rahmawati
Historische depok sejarah