RADAR BOGOR - Seberapa sering Anda melewati Cianjur tanpa benar-benar berhenti? Selama ini, kabupaten tetangga Bogor di sisi selatan itu mungkin hanya Anda kenali sebagai area transit menuju pantai selatan atau sekadar titik cemperan sebelum sampai ke Gunung Gede.
Padahal, Cianjur menyimpan setidaknya lima destinasi wisata dengan keunikan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain se-Jawa Barat dilansir dari Google maps.
Mulai dari taman sakura yang mekar bak di negeri Jepang, air terjun melebar selayaknya Niagara, hingga restoran terapung di tengah danau. Jadi, masih mau terus lewat?
Bagi warga Bogor yang ingin liburan beda dari biasanya, perpaduan antara keindahan alam, petualangan, dan unik, berikut lima rekomendasi wisata di Cianjur yang siap membuat akhir pekan Anda semakin berkesan.
1. Kebun Raya Cibodas
Di kebun raya Cibodas, Cianjur, terdapat hamparan rumput hijau yang luas dengan latar belakang tebing hutan pegunungan yang megah, ratusan pohon sakura bermekaran dengan bunga berwarna pink lembut yang berguguran tertiup angin.
Kebun botani bersejarah yang berada di kaki Gunung Gede Pangrango pada ketinggian 1.275 meter di atas permukaan laut ini memiliki koleksi tanaman luar biasa, namun yang paling ikonik adalah Taman Sakura-nya.
Baca Juga: Mulai Rp6 Ribuan, Ini 5 Warung Pempek Hits di Garut, Ada Varian Adaan Wangi hingga Kapal Selam Jumbo
Ratusan pohon sakura khas Jepang ditanam di sini dan bisa mekar dua kali dalam setahun, biasanya sekitar Januari hingga Februari dan Agustus hingga September.
Selain berburu foto sakura, Anda juga bisa menjelajahi rumah kaca raksasa berisi koleksi kaktus dan anggrek, duduk santai di Padang Rumput Ranah, hamparan rumput hijau yang sering dijadikan lokasi syuting film dan foto prewedding, atau sekedar berjalan-jalan mengikuti aliran sungai jernih berbatu alami.
Kebun Raya Cibodas berada di Desa Cibodas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Dari Bogor, perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam melalui jalur Puncak. Waktu terbaik berkunjung adalah saat musim mekar sakura, namun tetap ramai dikunjungi di luar musim karena udaranya yang sejuk dan asri.
Baca Juga: PLN UPT Bogor Perkuat Keandalan Listrik GI Ciawi di Momentum Hari Lahir Pancasila
2. Curug Cikondang
Jika Anda mengira air terjun selalu berbentuk aliran vertikal yang sempit, Curug Cikondang akan mengubah persepsi Anda.
Air terjun di Cianjur ini sering dijuluki sebagai Mini Niagara karena bentuknya yang sangat unik, aliran air tidak jatuh dalam satu garis vertikal, melainkan melebar hingga sekitar 30 meter dengan ketinggian 50 meter, mengalir di atas tebing batu yang berundak-undak.
Sensasi yang ditawarkan sangat megah secara visual, air yang deras membentuk tirai lebar diantara tebing-tebing hijau yang menjulang.
Pemandangan di sekeliling curug semakin indah karena dikelilingi oleh hamparan sawah bertingkat (terasering) dan perkebunan teh yang asri.
Baca Juga: Ada Seblak Coet hingga Seafood, Ini 5 Tempat Kuliner Seblak Paling Ramai di Garut yang Bikin Nagih
Bagi pecinta petualangan, di sini sering dibuka aktivitas ekstrim canyoning (menuruni air terjun menggunakan tali) dengan standar keamanan yang terjaga.
Untuk wisatawan biasa, Anda bisa berfoto di depan tirai air raksasa, bermain air di kolam alami yang tidak terlalu dalam, atau sekadar duduk di saung sambil menikmati pemandangan.
Lokasi Curug Cikondang berada di Desa Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur. Perjalanan dari Bogor memakan waktu sekitar 2 hingga 2,5 jam. Lokasinya searah dengan jalur menuju Situs Megalitikum Gunung Padang, sehingga Anda bisa mengunjungi dua destinasi dalam satu perjalanan.
Baca Juga: Inggris vs Kosta Rika 11 Juni 2026: Prediksi Skor, Kondisi Terkini, dan Link Streaming
3. Pantai Pasir Putih Jayanti
Cianjur tidak hanya punya pegunungan yang sejuk, tetapi juga menyimpan keindahan pantai di pesisir selatan yang masih sangat alami dan belum terlalu padat komersial.
Pantai Pasir Putih Jayanti menawarkan pesona yang berbeda, bukan hamparan pasir putih yang landai, melainkan pantai berbatu karang yang kokoh menahan gempuran ombak besar khas Samudra Hindia.
Suasananya liar, dramatis, dan sunyi, jauh dari hiruk-pikuk pantai komersial seperti Anyer atau Pangandaran. Di salah satu sudut pantai, terdapat area berpasir landai tempat berlabuhnya perahu-perahu kayu nelayan warna-warni yang baru pulang melaut.
Baca Juga: Inggris vs Kosta Rika 11 Juni 2026: Prediksi Skor, Kondisi Terkini, dan Link Streaming
Keunggulan utama pantai ini adalah sebagai titik terbaik di Cianjur untuk menikmati matahari terbenam (sunset) laut selatan, langit berwarna jingga keemasan yang berpadu dengan ombak besar yang memecah di karang, menciptakan pemandangan yang sangat romantis dan instagramable.
Jangan lewatkan juga untuk mencicipi kuliner laut segar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada langsung di lokasi pantai. Ikan-ikan segar hasil tangkapan nelayan bisa Anda beli dengan harga sangat murah, lalu dibakar atau digoreng di warung-warung sekitar.
Pantai Pasir Putih Jayanti berada di Desa Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur Selatan. Perjalanan dari Bogor cukup jauh, memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam karena medan yang berkelok dan beberapa ruas jalan yang kurang mulus. Namun, bagi pecinta pantai alami dan sepi, perjalanan ini sebanding dengan pengalaman yang ditawarkan.
Baca Juga: Inggris vs Kosta Rika 11 Juni 2026: Prediksi Skor, Kondisi Terkini, dan Link Streaming
4. Sevillage Eco Tourism
Bagi Anda yang menginginkan liburan dengan kombinasi antara keindahan alam pegunungan dan wahana pemacu adrenalin, Sevillage Eco Tourism di Ciloto adalah pilihan yang tepat.
Destinasi wisata modern berbasis alam terbuka (outdoor) ini terletak tepat di tepi tebing kawasan Puncak Cianjur, menawarkan pemandangan lembah hijau yang berkabut langsung dari ketinggian.
Wahana unggulannya antara lain, Sky Bike (sepeda gantung yang melaju di atas rel di tepi jurang), Flying Fox melintasi lembah, Sky Swing (ayunan ekstrim di tepi tebing yang membuat jantung berdebar), serta jembatan kaca panjang yang tembus pandang dengan dasar lembah di bawah kaki Anda.
Baca Juga: Harga Pertamax Resmi Naik Mulai Hari Ini, Apa Penyebabnya? Selisihnya Hampir Rp4.000 per Liter
Bagi yang tidak terlalu suka tantangan ekstrem, tempat ini juga menyediakan kafe estetik dengan pemandangan kabut Puncak, area glamping yang nyaman, serta berbagai spot foto instagramable yang tersebar di seluruh area. Suasana disini sangat cocok untuk anak muda atau keluarga dengan anak remaja yang menyukai sensasi.
Sevillage Eco Tourism berada di Jalan Raya Ciloto, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Perjalanan dari Bogor memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam melalui jalur Puncak. Tempat ini sangat populer di akhir pekan, jadi disarankan datang pagi-pagi.
5. Danau Jangari (Waduk Cirata)
Bagaimana rasanya menyantap ikan bakar segar yang baru saja diambil dari kolam jaring tepat di bawah tempat duduk Anda, sementara di sekeliling Anda terbentang hamparan air danau yang luas dengan latar perbukitan hijau? Itulah pengalaman yang ditawarkan oleh Danau Jangari, bagian dari genangan Waduk Cirata.
Baca Juga: Harga Pertamax Resmi Naik Mulai Hari Ini, Apa Penyebabnya? Selisihnya Hampir Rp4.000 per Liter
Daya tarik utama danau buatan ini bukan hanya pemandangan ribuan Keramba Jaring Apung (KJA) tempat budidaya ikan air tawar yang tersebar di permukaan air, tetapi juga wisata kulinernya yang unik.
Anda bisa menyewa perahu kayu milik warga lokal (dengan harga sangat terjangkau) untuk menyeberang menuju restoran-restoran terapung di tengah danau.
Begitu tiba, Anda akan diminta memilih ikan nila atau mas segar langsung dari keramba, lalu ikan tersebut akan diolah menjadi ikan bakar atau ikan goreng dengan bumbu khas Sunda.
Sambil menunggu, Anda bisa memancing, berfoto dengan latar danau dan perbukitan, atau sekadar duduk santai menikmati angin danau yang sejuk. Suasana disini sangat tenang dan cocok untuk liburan santai bersama keluarga.
Lokasi Danau Jangari berada di Desa Jangari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Perjalanan dari Bogor memakan waktu sekitar 2 jam melalui jalur Puncak atau via Tol Cipularang keluar di Sadang.
Jika Anda ingin melihat mekarnya sakura di Kebun Raya Cibodas, rencanakan perjalanan Anda pada bulan Januari–Februari atau Agustus–September. Di luar musim tersebut, pohon sakura tetap hijau dan tetap indah, namun tidak berbunga.***
Editor : Asep Suhendar