
RADAR BOGOR - Ya, gaji masuk selalu tepat waktu setiap bulan, kebutuhan sehari-hari terpenuhi, dan cicilan masih bisa dibayar.
Dari luar, kondisi keuangan seperti ini tampak aman.
Namun, ada satu pertanyaan yang sering luput dari perhatian yakni berapa lama seseorang mampu bertahan jika penghasilannya tiba-tiba terhenti?
Baca Juga: Persib Kembali ke Jalur Kemenangan, Gol Telat Adam Alis Kalahkan Garudayaksa FC
Bagi pekerja bergaji tetap, kepastian tanggal gajian kerap menjadi sumber ketenangan.
Rutinitas tersebut membuat kehidupan terasa terkendali, meskipun belum tentu ditopang oleh persiapan finansial yang memadai.
Bayangkan jika perusahaan melakukan efisiensi, terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), atau kebutuhan mendesak muncul ketika pemasukan terhenti selama tiga bulan.
Tanpa tabungan yang cukup dan perencanaan keuangan yang matang, kondisi tersebut berpotensi mengganggu bukan hanya kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ketenangan psikologis dan keharmonisan keluarga.
Wakil Rektor III Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor, Rizki Riyanto, menyoroti pentingnya membangun ketahanan finansial bagi masyarakat yang mengandalkan gaji bulanan.
Menurut dia, persoalan mendasar pekerja bergaji tetap bukan semata-mata besarnya pendapatan, melainkan cara mereka memahami stabilitas keuangan.
“Kesalahan pertama orang bergaji tetap bukan soal penghasilan, tapi soal ilusi stabilitas,” jelas Rizki kepada Radar Bogor, Minggu 25 Oktober 2026.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




