
RADAR BOGOR - Punya tabungan Rp100 juta, mungkin terdengar sulit bagi pekerja bergaji upah minimum regional (UMR).
Ketika sebagian besar penghasilan habis untuk kebutuhan sehari-hari, menyisihkan uang secara rutin saja bisa menjadi tantangan tersendiri.
Gaji masuk pada awal bulan, tetapi belum lama diterima, saldo rekening sudah berkurang untuk membayar biaya makan, transportasi, tempat tinggal, cicilan, hingga kebutuhan keluarga. Belum lagi pengeluaran tak terduga yang sering kali mengganggu rencana keuangan.
Baca Juga: Paling Banyak Dicari dan Diinginkan, Ini 4 Formasi CPNS Kuota Terbanyak
Situasi tersebut membuat target tabungan Rp100 juta terasa jauh dari jangkauan.
Namun, membangun tabungan bukan semata-mata persoalan besarnya gaji. Cara mengelola penghasilan, menentukan prioritas, dan meningkatkan pemasukan juga berperan penting.
Bagi pekerja dengan penghasilan terbatas, perjalanan menuju Rp100 juta memang tidak selalu mudah.
Target tersebut perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial, bukan dipaksakan melalui penghematan ekstrem yang justru mengorbankan kebutuhan pokok.
Praktisi keuangan sekaligus Wakil Rektor III Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor, Rizki Riyanto mengatakan, salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah membangun kebiasaan finansial secara bertahap, mulai dari mengendalikan pengeluaran hingga mencari sumber penghasilan tambahan.
1. Pangkas Pengeluaran yang Tidak Benar-Benar Dibutuhkan
Langkah pertama untuk mengumpulkan Rp100 juta adalah mengetahui ke mana uang selama ini pergi.
Pengeluaran besar seperti biaya tempat tinggal dan transportasi memang mudah dikenali.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




