
RADAR BOGOR - Ada perjuangan, yang jarang terlihat di balik kehidupan sebuah keluarga.
Seorang ayah berangkat bekerja ketika pagi belum sepenuhnya terang dan baru kembali saat rumah mulai sepi.
Tubuhnya lelah, pikirannya dipenuhi pekerjaan, tetapi besok pagi ia harus kembali melakukan rutinitas yang sama.
Gaji bulanan yang diterima hampir seluruhnya sudah memiliki tujuan.
Sebagian untuk membayar kontrakan, memenuhi kebutuhan makan, membeli susu dan perlengkapan anak, hingga membayar listrik serta transportasi.
Sekilas, semuanya terlihat seperti tanggung jawab yang wajar.
Namun, persoalan muncul ketika penghasilan selalu habis sebelum bulan berganti.
Tabungan tidak bertambah, dana darurat belum tersedia, sementara kebutuhan keluarga terus meningkat.
Situasi tersebut, membuat banyak kepala keluarga terjebak dalam siklus yang sama yakni bekerja, menerima gaji, membayar kebutuhan, kemudian kembali menunggu tanggal pembayaran berikutnya.
Praktisi pendidikan yang juga Wakil Rektor III Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor, Rizki Riyanto, mengajak masyarakat melihat kembali pola tersebut.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




