Bapperida Kota Bogor Bahas Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas Lewat Thinklab ke-70

RADAR BOGOR – Pengelolaan sampah berbasis komunitas menjadi salah satu pendekatan yang dibahas dalam webinar Thinklab ke-70 yang digelar Bapperida Kota Bogor.
Kegiatan ini mengangkat berbagai inovasi pengolahan sampah yang dapat diterapkan masyarakat mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Webinar bertajuk Thinklab: Eksplorasi Riset dan Inovasi Daerah tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom, Kamis, 5 November 2026. Kegiatan rutin mingguan ini menghadirkan Direktur Eco-Technopark UIKA, Budi Susetyo, sebagai narasumber.
Baca Juga: Ada Wayang Golek di Balai Kota Bogor Besok, Ini Titik Parkir untuk Penonton
Dalam pemaparannya, Budi menjelaskan konsep pengelolaan sampah terpadu atau integrated waste management. Pendekatan tersebut mencakup pemilahan sampah sejak dari sumber, pemanfaatan maggot, hingga pengolahan sampah plastik dan organik menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Salah satu inovasi yang dibahas adalah pengolahan sampah menjadi pyrolysis oil atau minyak pirolisis. Menurut Budi, pengelolaan sampah berbasis komunitas dapat dilakukan dengan menyesuaikan potensi dan kemampuan masing-masing lingkungan.
“Dalam kaitan ini, kami mencoba untuk men-share literasi dan edukasi pengelolaan sampah berbasis komunitas. Maknanya, sesungguhnya di komunitas masing-masing bisa melaksanakan kegiatan ini,” ungkap Budi.
Ia menambahkan, pengembangan pengelolaan sampah di Eco-Technopark UIKA dirancang secara sistematis. Program tersebut juga mengacu pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Bahwa kegiatan di EcoCampus ini mencoba untuk membuat secara sistematis dan mengacu pada perangkat-perangkat programnya, bagaimana mengelola sampah ini menjadi resources atau sumber dayanya,” papar Budi.
Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kota Bogor, Irma Arlini Dewi, mengatakan Thinklab menjadi salah satu sarana untuk menyebarluaskan hasil kajian dan inovasi kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, hasil riset akademisi maupun pemerintah daerah diharapkan dapat diterapkan secara langsung.
Irma menyebut jumlah peserta webinar terus meningkat. Pada edisi ke-70, kegiatan tersebut diikuti sekitar 125 peserta dari berbagai daerah dan latar belakang, mulai dari perangkat kelurahan, pengelola bank sampah, hingga kalangan akademisi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




