Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional dan Hilirisasi Industri Kilang

Y
Penulis: Yosep Awaludin❯
Complex RFCC dibangun untuk mengoptimalkan pengolahan residu minyak menjadi produk bahan bakar.
Complex RFCC dibangun untuk mengoptimalkan pengolahan residu minyak menjadi produk bahan bakar.

RADAR BOGOR - Fasilitas Catalytic Fluid Residual Cracking atau RFCC adalah komponen penting dari Proyek Master Plan Refinery Development (RDMP) Balikpapan.


Advertisement

Fasilitas RFCC ini menandai kemajuan besar dalam modernisasi kilang Pertamina menuju standar kilang kelas dunia yang efisien, bernilai tambah tinggi, dan ramah lingkungan.

Complex RFCC dibangun untuk mengoptimalkan pengolahan residu minyak menjadi produk bahan bakar dan petrokimia berharga.

Dengan fasilitas ini, Kilang Balikpapan dapat memproduksi bahan bakar berkualitas tinggi setara standar Euro 5, yang lebih bersih dan menghasilkan emisi yang lebih rendah, sehingga meningkatkan ketahanan energi nasional.

Advertisement

Selain itu, Kilang Balikpapan memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk petrokimia seperti propylene dan sulfur.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menyatakan bahwa kompleks RFCC berfungsi sebagai tulang punggung operasional Kilang Balikpapan dalam mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.

Menurutnya, Kilang Balikpapan mengalami peningkatan signifikan dari standar Euro 2 dengan kandungan sulfur 2.500 ppm menjadi standar Euro 5 dengan kandungan sulfur hanya 10 ppm.

Advertisement

Kilang Balikpapan juga akan dapat menghasilkan produk petrokimia. Dengan kapasitas kilang mencapai 360 ribu barel per hari serta mendukung program hilirisasi, proyek RDMP Balikpapan merupakan proyek modernisasi kilang terbesar di Indonesia, Baron menyatakan.

Dengan beroperasinya RFCC Complex, Kilang Balikpapan tidak hanya dapat menghasilkan bensin dan solar, tetapi juga dapat meningkatkan produksi LPG, yang diperkirakan mencapai 336 ribu ton per tahun.

Sehingga memperkuat pasokan LPG domestik dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Kompleks RFCC memungkinkan pengolahan minyak residu yang sebelumnya sulit diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti nafta dan propylene, yang meningkatkan diversifikasi produk.

Selain meningkatkan nilai ekonomi kilang, inovasi ini meningkatkan peran Kilang Balikpapan dalam rantai energi dan petrokimia nasional.

Dari sisi kinerja, kompleksitas Kilang Balikpapan meningkat secara signifikan, seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan dari 3,7 menjadi 8,0 pada Nelson Complexity Index (NCI).

Angka yang lebih tinggi menunjukkan bahwa kilang lebih kompleks, sehingga memiliki kemampuan untuk menghasilkan lebih banyak produk berkualitas tinggi.

Imbalan hasil produk bernilai (YVP) meningkat dari 75,3% menjadi 91,8%, naik sekitar 16%, menunjukkan peningkatan efisiensi dan daya saing kilang.

Baron menyatakan, kompleks RFCC menjadi simbol kesiapan Pertamina untuk memasuki era baru pengolahan kilang kontemporer.

"Sekaligus wujud nyata dukungan terhadap swasembada energi nasional sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita Pemerintah," katanya.

Sebagai perusahaan pemimpin dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen untuk mendukung target Net Zero Emissions 2060 dan terus mendukung inisiatif yang berdampak langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Pertamina akan menerapkan prinsip-prinsip ESG di seluruh lini bisnis dan operasinya, berkoordinasi dengan Danantara, sebagai bagian dari transformasi perusahaan yang berfokus pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan lingkungan. (***)

Advertisement
Editor : Yosep Awaludin
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BogorIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jaga Pasokan BBM ke Masyarakat, Pertamina Dinilai Perlu Perkuat Koordinasi dengan Pemda

Jaga Pasokan BBM ke Masyarakat, Pertamina Dinilai Perlu Perkuat Koordinasi dengan Pemda

Pengamat UI Cecep Hidayat menilai kolaborasi Pertamina dan pemda penting untuk menjaga distribusi BBM, ketahanan energi, dan stabilitas.

Melalui ASCOPE ke-51, Pertamina Tekankan Pentingnya Kolaborasi Energi di ASEAN

Melalui ASCOPE ke-51, Pertamina Tekankan Pentingnya Kolaborasi Energi di ASEAN

Pertamina menekankan pentingnya kolaborasi energi di ASEAN melalui ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE).

Pertamina Dukung Perpres 107 Tahun 2026, Pengadaan Minyak dan LPG Bakal Lebih Fleksibel

Pertamina Dukung Perpres 107 Tahun 2026, Pengadaan Minyak dan LPG Bakal Lebih Fleksibel

Pertamina mendukung Perpres 107 Tahun 2026 yang memperkuat pengadaan minyak mentah, BBM, dan LPG untuk menjaga ketahanan energi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer