RADAR BOGOR - Pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)membawa perubahan pada data penerima bantuan sosial (bansos). Sejak DTSEN digunakan sebagai basis penyaluran mulai triwulan II 2025, sebanyak 4.330.417 (Keluarga Penerima Manfaat) KPM baru dari desil 1 hingga 4 tercatat mulai menerima bansos.
Informasi tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar di Jakarta, Selasa, 8 September 2026 melalui kanal Youtube Kemensos RI pada Kamis, 10 September 2026. Pemutakhiran data dilakukan untuk menyesuaikan daftar penerima dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Desil 1 Mulai Terakomodasi
Salah satu perubahan yang disebut adalah kelompok desil 1 yang sebelumnya belum tersentuh bansos. Setelah data diperbarui, kelompok tersebut mulai terakomodasi dalam sistem penerima bantuan.
Baca Juga: STEM 5M: Pelajaran dari Kudus untuk Guru yang Menunggu 'Alat Lengkap'
Selain desil 1, KPM dari desil 2 hingga 4 yang sebelumnya belum pernah mendapatkan bantuan juga masuk dalam kelompok penerima baru. Totalnya mencapai lebih dari 4,3 juta KPM.
“tercatat sebanyak 4.330.417 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru dari desil 1 hingga 4 yang tadinya tidak pernah mendapatkan bantuan kini telah menerimanya,” ungkap Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam kanal Youtube Kemensos RI.
Baca Juga: Pernah Dengar Mitos Mesin Honda Makin Panas Makin Ngacir, Ternyata Ini Faktanya
Data Disesuaikan dengan Kondisi Masyarakat
Pembaruan DTSEN tidak hanya berkaitan dengan jumlah atau angka penerima. Data tersebut menggambarkan kondisi sosial ekonomi keluarga yang menjadi dasar dalam sistem perlindungan sosial.
Dengan pemutakhiran secara berkala, keluarga yang sebelumnya belum teridentifikasi atau belum tercatat dapat diketahui berdasarkan kondisi terbaru. Sebaliknya, data keluarga yang kondisinya berubah juga dapat disesuaikan.
Baca Juga: Petugas TNGGP Diduga Dianiaya, Pos Pendakian Gunung Putri Rusak
DTSEN Menjadi Basis Penyaluran Bansos
Penggunaan DTSEN membuat kualitas data menjadi bagian penting dalam proses penyaluran bansos. Ketepatan data diperlukan agar bantuan dapat diberikan kepada keluarga yang sesuai dengan kriteria dan kondisi sosial ekonomi yang tercatat.
Capaian 4.330.417 KPM baru dari desil 1-4 menjadi salah satu hasil pemutakhiran yang disampaikan dalam konferensi pers tersebut.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : YouTube Kemensos RI