ISKA Terbuka Untuk Atlet Tanpa Perguruan, Harlan: Bawa yang Suka Tawuran di Bogor

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:41 WIB
Presiden ISKA, Mustadi Anetta jelaskan semua bisa ikut ISKA di Graha Pena Bogor. (foto : Radar Bogor)
Presiden ISKA, Mustadi Anetta jelaskan semua bisa ikut ISKA di Graha Pena Bogor. (foto : Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Tak semua orang yang ingin bertanding dalam olahraga bela diri, memiliki latar belakang perguruan, sabuk, atau bahkan pelatih. 

Namun, kondisi tersebut ternyata bukan penghalang untuk masuk ke arena kompetisi International Sport Kickboxing Association (ISKA).

Presiden ISKA, Mustadi Anetta menegaskan, ISKA tidak hanya diperuntukkan bagi atlet kickboxing. 

ISKA memiliki berbagai aturan pertandingan, yang memungkinkan praktisi dari sejumlah cabang bela diri untuk ikut berkompetisi.

Bukan Hanya untuk Atlet Kickboxing

Menurut Mustadi, ISKA dapat menjadi wadah bagi para kombatan dari berbagai latar belakang, mulai dari tinju, karate, taekwondo hingga pencak silat.

Kompetisi ISKA sendiri mengenal tiga jenis arena, yakni tatami, ring, dan cage. 

Baca Juga: Status SI dan Exclude Muncul, KPM Bansos PKH BPNT Perlu Cek Hal Ini

Tatami digunakan untuk pertandingan di atas matras tanpa ring. 

Sedangkan, ring dan cage memiliki karakter arena yang berbeda sesuai dengan aturan pertandingan.

Salah satu contohnya, kategori light contact. 

Menurut Mustadi, aturan dalam kategori tersebut memiliki kemiripan dengan teknik dan pola pertandingan yang dikenal dalam sejumlah cabang bela diri.

Karena itu, atlet taekwondo maupun pencak silat tetap memiliki peluang untuk berkompetisi di ISKA selama mampu mengikuti aturan yang ditetapkan.

Tak Punya Perguruan dan Pelatih Bukan Masalah

Hal menarik lainnya, kesempatan bagi mereka yang berlatih secara mandiri. 

Mustadi mengatakan, calon peserta tidak harus berasal dari perguruan tertentu atau memiliki seorang pelatih untuk bisa mendaftar.

Ia bahkan mengaku, kerap mendapat pertanyaan dari orang yang ingin bertanding tetapi merasa minder karena tidak mempunyai perguruan, guru, maupun sabuk bela diri.

Baca Juga: KPM Bansos BPNT Murni Harus Cek KKS, Bisa-bisa Sudah Naik Status Jadi Penerima PKH

Bagi Mustadi, kondisi tersebut bukan alasan untuk menutup kesempatan seseorang. 

Yang terpenting, peserta memahami rules pertandingan, mematuhi peraturan, dan memiliki kemampuan bertanding.

"Siapa pun kamu, yang penting kamu tahu rules-nya, tidak melanggar peraturan dan kamu bisa berantem," ujar Mustadi Anetta kepada Radar Bogor.

Ia juga menyebut, ada peserta yang belajar secara otodidak melalui berbagai sumber, termasuk internet. 

Dalam kondisi seperti itu, peserta tetap dapat mengikuti kompetisi selama memenuhi ketentuan dan aspek keselamatan pertandingan.

Keselamatan Tetap Jadi Prioritas

Meski memberikan ruang bagi peserta dengan berbagai latar belakang, Mustadi menekankan, pertandingan bukan tempat untuk bertindak brutal.

Setiap peserta tetap harus mengikuti aturan keselamatan. 

Wasit dan perangkat pertandingan, memiliki kewenangan untuk menghentikan pertandingan atau memberikan diskualifikasi apabila seorang atlet bertindak di luar batas yang diperbolehkan.

Dengan demikian, kebebasan untuk bertanding tetap berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap keselamatan setiap kombatan.

Dari Jalanan ke Arena Pertandingan

Sementara itu, Promotor B2 Unleashed, Harlan Bengardi, turut menyoroti fenomena anak muda yang terlibat tawuran.

Ia melontarkan, gagasan agar mereka yang selama ini terlibat perkelahian di jalanan dapat diarahkan ke arena pertandingan resmi sehingga kemampuan bertarung mereka memiliki wadah yang lebih terkontrol.

"Jadi yang anak-anak tawuran di Bogor, nanti kita bawa ke sini semua kan," ujar Harlan di Graha Pena Radar Bogor.

Baca Juga: Bogor Jadi Lokasi Konser Pra Event GBN, Desentralisasi Seni?

Gagasan tersebut menunjukkan, adanya upaya mengubah energi pertarungan di luar arena menjadi aktivitas olahraga yang memiliki aturan, pengawasan, dan aspek keselamatan.

Bagi ISKA, keberagaman latar belakang peserta justru dapat menjadi bagian dari perkembangan olahraga combat sport. 

Selama aturan dipahami dan keselamatan menjadi prioritas, siapa pun memiliki kesempatan untuk menguji kemampuan di arena resmi. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
ISKA B2 Unleashed International Sport Kickboxing Association Mustadi Anetta bogor