Jangan Sepelekan 3 Kebiasaan Ini, Bisa Bikin Transmisi Mobil Matic Cepat Rusak

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 12:40 WIB
Ilustrasi tips menjaga keawetan transmisi mobil matic. (Foto: YouTube SUZUKI SOLO RAYA OFFICIAL TV)
Ilustrasi tips menjaga keawetan transmisi mobil matic. (Foto: YouTube SUZUKI SOLO RAYA OFFICIAL TV)

RADAR BOGOR – Mengendarai mobil matic memang terasa lebih praktis, terutama bagi pengemudi yang setiap hari harus menghadapi kepadatan lalu lintas perkotaan.

Pengoperasian mobil matic yang sederhana membuat mobil bertransmisi otomatis semakin banyak digunakan. 

Namun, kemudahan tersebut bukan berarti pengemudi bisa mengabaikan cara menggunakan transmisi yang tepat pada mobil matic.

Sejumlah kebiasaan yang terlihat sederhana ketika mengendarai mobil matic ternyata dapat berdampak pada usia pakai transmisi.

Jika dilakukan berulang kali, kesalahan tersebut bahkan berpotensi mempercepat kerusakan komponen di dalam gearbox.

Mengacu pada penjelasan teknis dari kanal YouTube SUZUKI SOLO RAYA OFFICIAL TV, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pengemudi ketika menggunakan mobil bertransmisi otomatis.

Baca Juga: 5 Bansos Cair Rutin Setiap Bulan 2026, Siapa Saja KPM Sasarannya?

1. Jangan Lama Menahan Rem dengan Tuas di Posisi D

Kebiasaan pertama berkaitan dengan posisi tuas transmisi ketika kendaraan berhenti cukup lama.

Situasi seperti kemacetan panjang atau menunggu lampu lalu lintas menjadi kondisi yang sering membuat pengemudi tetap membiarkan tuas berada di posisi Drive (D) sembari menginjak pedal rem.

Untuk kondisi berhenti dalam waktu relatif lama, pengemudi disarankan memindahkan tuas ke posisi Neutral (N).

Membiarkan transmisi terus berada di posisi D ketika kendaraan berhenti dan pedal rem ditahan dalam waktu lama dapat meningkatkan temperatur fluida transmisi.

Jika kondisi tersebut terlalu sering dilakukan, panas berlebih berpotensi mempercepat keausan komponen internal gearbox.

Karena itu, ketika harus berhenti cukup lama, posisi N dapat digunakan untuk mengurangi beban kerja sistem transmisi.

2. Jangan Langsung Pindahkan D ke P Saat Parkir

Kesalahan berikutnya sering dilakukan ketika pengemudi hendak memarkirkan mobil.

Sebagian pengendara terbiasa langsung menggeser tuas dari D (Drive) ke P (Park) setelah kendaraan berhenti.

Padahal, ada tahapan yang sebaiknya dilakukan agar beban kendaraan tidak langsung ditahan oleh mekanisme pengunci transmisi.

Urutan yang dianjurkan yakni memindahkan tuas terlebih dahulu ke posisi N (Neutral).

Baca Juga: Sinopsis Bapakmu Kiper, Film Fedi Nuril tentang Konflik Ayah dan Anak di Dunia Sepak Bola Tarkam

Setelah itu, aktifkan rem tangan sampai kendaraan benar-benar tertahan, kemudian baru pindahkan tuas ke posisi P (Park).

Cara tersebut bertujuan mengurangi hentakan yang dapat muncul sekaligus membantu melindungi parking pawl, yakni pin atau mekanisme pengunci pada transmisi yang berfungsi menahan kendaraan ketika posisi P digunakan.

Dengan memastikan rem tangan sudah menahan kendaraan sebelum tuas masuk ke P, beban kendaraan tidak langsung bertumpu secara mendadak pada mekanisme pengunci transmisi.

3. Jangan Pindahkan Tuas ke N Saat Jalan Menurun

Kebiasaan ketiga berkaitan dengan anggapan bahwa memindahkan transmisi ke posisi Neutral (N) ketika melewati jalan menurun dapat membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat. Cara tersebut justru dapat meningkatkan risiko keselamatan.

Saat melewati turunan, pengemudi disarankan tetap menggunakan posisi D (Drive) agar efek engine brake tetap dapat membantu memperlambat laju kendaraan.

Engine brake membantu mengurangi beban yang harus ditanggung sistem pengereman utama.

Jika kendaraan terus melaju menurun dengan hanya mengandalkan rem, rem dapat bekerja lebih keras dan berpotensi mengalami panas berlebih atau overheating.

Karena itu, penggunaan posisi N ketika melintasi jalan menurun sebaiknya dihindari demi menjaga kontrol kendaraan dan membantu mengurangi beban pada sistem rem.

Perawatan Transmisi Mobil Matic Perlu Diperhatikan

Transmisi otomatis merupakan salah satu komponen kendaraan yang membutuhkan perhatian dalam penggunaannya.

Selain memiliki konstruksi yang kompleks, kerusakan transmisi matic juga dapat membutuhkan biaya perbaikan yang cukup besar.

Baca Juga: Megawati Makin Bertenaga di Hillstate, Pelatih Jepang Sampai Terkejut

Karena itu, mengubah kebiasaan berkendara menjadi lebih tepat dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga kondisi transmisi.

Tiga hal tersebut, yakni memperhatikan posisi transmisi ketika berhenti lama, mengikuti urutan yang tepat saat parkir.

Serta tidak memindahkan tuas ke N ketika melewati jalan menurun, perlu menjadi perhatian pemilik mobil matic.

Dengan menerapkan teknik berkendara sesuai penggunaan transmisi otomatis yang tepat, kinerja gearbox diharapkan tetap optimal, perpindahan gigi terasa halus, dan usia komponen dapat lebih terjaga.

Kebiasaan berkendara yang benar juga dapat membantu pemilik kendaraan menghindari risiko kerusakan transmisi yang berujung pada biaya perbaikan besar. (Angga/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
transmisi pengemudi mobil matic