RADAR BOGOR – Abu vulkanik yang menempel pada bodi mobil setelah erupsi gunung berapi tidak boleh dibersihkan sembarangan.
Kebiasaan langsung mengusap permukaan kendaraan dengan kain saat abu masih kering justru dapat menyebabkan baret halus dan merusak lapisan cat mobil.
Abu vulkanik memang terlihat seperti debu biasa, tetapi karakter materialnya berbeda.
Karena itu, pemilik kendaraan perlu memperhatikan cara membersihkan mobil agar lapisan cat tidak mengalami kerusakan.
Mengutip penjelasan edukatif dari kanal YouTube BirdMobil, membersihkan abu vulkanik dalam kondisi kering menggunakan kain lap merupakan tindakan yang sebaiknya dihindari.
Pasalnya, abu vulkanik tidak hanya terdiri dari debu berukuran sangat halus. Material tersebut juga dapat mengandung pecahan batuan dan partikel kaca mikroskopis dengan permukaan tajam.
Baca Juga: Jaecoo J7 SIVP Bawa Fitur Parkir Otonom, Bisa Cari Slot Parkir Tanpa Pengemudi
Kenapa Abu Vulkanik Bisa Membuat Cat Mobil Baret?
Ketika bodi kendaraan dipenuhi abu vulkanik, partikel tersebut dapat menempel pada permukaan cat.
Jika pemilik langsung mengusapnya menggunakan kain kering, partikel batuan dan kaca yang masih berada di permukaan akan ikut terseret sepanjang bodi mobil.
Kondisi tersebut membuat partikel tajam bekerja seperti material abrasif atau amplas. Akibatnya, lapisan clear coat berpotensi mengalami goresan halus yang dapat mengurangi tampilan kendaraan.
Karena itu, mengelap mobil secara langsung saat abu vulkanik masih dalam kondisi kering bukanlah metode yang aman.
Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik dari Mobil
Langkah pertama yang dianjurkan adalah membilas seluruh bagian mobil menggunakan air mengalir.
Air berfungsi membantu melepaskan sekaligus membawa partikel abu, pecahan batuan, dan material lain dari permukaan bodi tanpa perlu menggosoknya secara langsung.
Pembilasan sebaiknya dilakukan hingga abu vulkanik yang menempel pada kendaraan benar-benar luruh.
Setelah permukaan mobil relatif bersih dari abu, proses pencucian dapat dilanjutkan menggunakan sampo khusus mobil.
Penggunaan sampo mobil membantu membersihkan sisa kotoran yang masih tertinggal sekaligus mengurangi risiko terjadinya gesekan langsung antara partikel abu dengan permukaan cat.
Hindari Kemoceng dan Blower
Selain kain kering, pemilik mobil juga disarankan tidak menggunakan kemoceng untuk menyingkirkan abu vulkanik.
Baca Juga: Resep Lodeh Timun Tahu, Sayur Hemat yang Pedas, Gurih, dan Menyegarkan
Mengibaskan kemoceng pada permukaan kendaraan justru dapat menggeser partikel tajam di atas lapisan cat sehingga berpotensi menimbulkan goresan.
Penggunaan blower atau alat tiup juga bukan pilihan yang ideal. Abu yang ditiup dapat beterbangan ke udara dan berpotensi menyebar ke komponen kendaraan lainnya.
Partikel tersebut juga dapat terhirup oleh orang yang berada di sekitar kendaraan sehingga menimbulkan risiko tersendiri.
Jangan Biarkan Mobil Terpapar Matahari Terlalu Lama
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah posisi kendaraan setelah terkena abu vulkanik.
Mobil sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama berada di bawah paparan sinar matahari secara langsung ketika permukaannya masih tertutup abu.
Material abu vulkanik dapat mengalami reaksi tertentu ketika terpapar panas dan berpotensi memengaruhi lapisan cat kendaraan.
Karena itu, membersihkan abu sesegera mungkin dengan metode yang tepat menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi eksterior mobil.
Baca Juga: Cari Toyota Agya 2015 Bekas? Segini Harga Pasarnya Saat Ini
Dengan membilas bodi menggunakan air mengalir terlebih dahulu, kemudian mencucinya memakai sampo khusus mobil, risiko munculnya baret halus akibat abu vulkanik dapat diminimalkan.
Cara tersebut juga membantu menjaga lapisan cat kendaraan tetap dalam kondisi baik setelah terkena paparan abu akibat erupsi gunung berapi. (Angga/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin