RADAR BOGOR – Suara ketukan atau benturan dari bagian belakang mobil saat melewati jalan bergelombang kerap membuat pemilik kendaraan kebingungan. Tak sedikit yang langsung menduga sumber suara berasal dari pintu bagasi, engsel, atau bagian jok belakang.
Padahal, bunyi berisik tersebut bisa saja berasal dari komponen lain yang letaknya berada di bawah mobil. Gejala biasanya semakin terdengar ketika mobil mulai berakselerasi, berpindah gigi, maupun saat melintasi permukaan jalan yang tidak rata.
Mengutip ulasan dari kanal YouTube Tips Otomotif Channel, salah satu penyebab yang cukup umum adalah karet gantungan knalpot yang sudah aus atau mengalami perubahan bentuk.
Baca Juga: Suzuki XL7 Facelift Makin Gagah, Kini Dibekali Kamera 360 dan Dashcam Pioneer
Masalah ini disebut kerap ditemukan pada mobil yang sudah berusia cukup lama, termasuk Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.
Karet Knalpot Mulai Melar
Karet gantungan knalpot memiliki fungsi penting untuk menopang posisi knalpot sekaligus meredam getaran antara pipa knalpot dengan rangka bodi kendaraan.
Salah satu posisinya berada di sekitar area ban cadangan. Seiring pemakaian, material karet dapat mengalami peregangan, melar, dan kehilangan elastisitas.
Baca Juga: Enam Tahun Tak Terputus, Yayasan CAS Rutin Bagikan Ratusan Makanan Gratis di Bogor
Ketika kondisi karet sudah tidak optimal, posisi pipa knalpot bisa menjadi lebih rendah dari seharusnya. Akibatnya, ketika mesin menghasilkan getaran, pipa knalpot berpotensi bersentuhan dengan rangka bodi.
Benturan antara kedua komponen inilah yang kemudian dapat menimbulkan suara ketukan dari bagian belakang mobil.
Ganti Karet, Biayanya Relatif Murah
Untuk mengatasi masalah tersebut, pemilik kendaraan tidak selalu harus langsung membawa mobil ke bengkel. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengganti karet gantungan knalpot dengan komponen baru.
Baca Juga: Standar Tengah Motor Matic Macet dan Susah Digunakan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Harga komponen tersebut relatif terjangkau dan umumnya berada di kisaran puluhan ribu rupiah. Namun, pastikan karet pengganti memiliki ukuran dan spesifikasi yang sesuai dengan kendaraan.
Penggantian juga dapat dilakukan secara mandiri apabila memiliki peralatan dan kemampuan yang memadai.
Sebelum melakukan pekerjaan, pastikan mesin serta sistem knalpot sudah dalam kondisi dingin untuk menghindari risiko cedera akibat komponen panas.
Pemilik kendaraan kemudian dapat mengakses bagian kolong belakang dan melepas karet lama dari dua pasak besi. Pasak tersebut menghubungkan bagian rangka bodi dengan pipa knalpot.
Baca Juga: Juli Abu-Abu, Agustus Hijau: Apakah TPG Juli 2026 Dipastikan Hangus? Ini Penjelasannya
Setelah karet lama dilepas, pasang komponen baru pada kedua pasak tersebut. Pastikan seluruh bagian karet terpasang dengan sempurna dan posisi knalpot kembali kokoh.
Jika karet sudah terpasang dengan benar, elastisitas komponen baru akan membantu meredam getaran knalpot sekaligus menjaga jarak antara pipa dengan rangka bodi.
Dengan begitu, suara ketukan yang muncul akibat knalpot menyentuh bodi berpotensi kembali hilang.
Meski terlihat sederhana, pemeriksaan tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. Jika posisi komponen sulit dijangkau atau terdapat kerusakan lain pada sistem knalpot, sebaiknya pemeriksaan dilakukan oleh mekanik agar sumber suara dapat dipastikan dengan tepat. (Angga/Unpak)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga