Benarkah AC Mobil Bikin BBM Boros? Ini Fakta dan Cara Menggunakannya agar Tetap Irit

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 09:20 WIB
Ilustrasi AC Mobil. (Foto: pexels.com)
Ilustrasi AC Mobil. (Foto: pexels.com)

RADAR BOGOR – Penggunaan AC mobil sering dikaitkan dengan konsumsi BBM yang lebih boros. 

Anggapan tersebut bahkan membuat sebagian pengendara memilih mematikan AC mobil demi menghemat bahan bakar, terutama ketika melakukan perjalanan jauh.

Padahal, hubungan antara AC mobil dan konsumsi BBM tidak sesederhana itu. AC memang memberikan beban tambahan kepada mesin ketika diaktifkan, tetapi besarnya pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dapat berbeda-beda pada setiap kendaraan dan kondisi perjalanan.

Selain penggunaan AC mobil, terdapat berbagai faktor lain yang turut menentukan apakah sebuah mobil lebih boros atau justru tetap efisien.

Gaya berkendara, kondisi lalu lintas, tekanan ban, bobot kendaraan, kondisi mesin, hingga cara menggunakan AC juga dapat memengaruhi konsumsi BBM.

Karena itu, ketika konsumsi BBM mobil terasa meningkat, jangan terburu-buru menyalahkan sistem AC.

Baca Juga: Bansos Triwulan IV, Saldo Susulan Rp600 Ribu Cair bagi KPM Turun Desil

Ada baiknya kondisi kendaraan diperiksa secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Lantas, seberapa besar pengaruh AC terhadap konsumsi BBM? Berikut fakta mengenai AC mobil dan efisiensi bahan bakar yang perlu diketahui pengendara seperti dikutip dari Youtube @tipsotomotifchannel6556.

1. AC Mobil Memang Menambah Beban Kerja Mesin

Secara teknis, menyalakan AC mobil memang dapat meningkatkan konsumsi BBM. Hal ini terjadi karena kompresor AC harus bekerja untuk mengalirkan refrigeran ke seluruh sistem pendingin.

Pada kendaraan konvensional, kompresor AC mendapatkan tenaga dari mesin melalui belt atau sistem penggerak tertentu.

Ketika AC dinyalakan, mesin harus menyediakan tenaga tambahan untuk memutar kompresor tersebut.

Tambahan beban tersebut membutuhkan energi yang berasal dari proses pembakaran bahan bakar.

Dengan demikian, penggunaan AC memang memiliki pengaruh terhadap konsumsi BBM.

Namun, peningkatan konsumsi tersebut tidak selalu besar dan tidak bisa disamakan untuk semua mobil. Besarnya pengaruh bergantung pada berbagai kondisi kendaraan.

Mobil dengan kapasitas mesin lebih kecil, kondisi mesin yang kurang prima, atau sistem AC yang mengalami gangguan biasanya dapat merasakan tambahan beban ketika AC dinyalakan.

Sementara itu, kendaraan dengan kapasitas mesin lebih besar dan sistem AC yang bekerja secara normal mungkin hanya mengalami perubahan konsumsi BBM yang relatif kecil.

Baca Juga: Pinggang Pegal Saat Mengemudi? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jadi, secara teknis AC memang membutuhkan energi tambahan dari mesin, tetapi bukan berarti setiap kali AC dinyalakan konsumsi BBM otomatis menjadi sangat boros.

2. AC Bukan Satu-satunya Penyebab BBM Mobil Boros

Ketika konsumsi BBM meningkat, banyak pengendara langsung menganggap AC sebagai penyebabnya.

Padahal, ada banyak faktor lain yang bahkan dapat memberikan pengaruh cukup besar terhadap efisiensi bahan bakar.

Salah satunya adalah gaya berkendara. Kebiasaan melakukan akselerasi secara mendadak, terlalu sering melakukan pengereman, atau mengemudi secara agresif dapat membuat konsumsi BBM meningkat.

Kondisi lalu lintas juga memiliki pengaruh. Mobil yang terus-menerus menghadapi kemacetan dan harus berhenti serta berjalan berulang kali membutuhkan bahan bakar lebih banyak dibandingkan kendaraan yang melaju dengan kecepatan stabil.

Beban kendaraan yang berlebihan juga dapat membuat mesin bekerja lebih keras. Begitu pula dengan tekanan ban yang terlalu rendah karena dapat meningkatkan hambatan gulir sehingga kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar untuk bergerak.

Selain itu, kondisi mesin juga tidak boleh diabaikan. Filter udara yang kotor, busi yang sudah melemah, oli yang tidak sesuai, injektor yang bermasalah, maupun sensor mesin yang tidak bekerja sebagaimana mestinya dapat membuat konsumsi BBM meningkat.

Karena itu, jika mobil terasa lebih boros, sebaiknya jangan hanya memeriksa sistem AC. Lakukan pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh agar sumber masalah dapat diketahui dengan tepat.

3. Mematikan AC Tidak Selalu Membuat Mobil Lebih Irit

Ada anggapan bahwa mematikan AC merupakan cara paling mudah untuk menghemat BBM.

Dalam kondisi tertentu, memang benar beban kerja mesin dapat berkurang ketika kompresor AC tidak aktif. Namun, bukan berarti mematikan AC selalu menjadi pilihan paling hemat.

Baca Juga: 3 Bantuan Tambahan di Akhir 2026 Selain PKH dan BPNT

Ketika AC dimatikan, sebagian pengemudi memilih membuka jendela mobil untuk mendapatkan udara dari luar.

Cara tersebut mungkin tidak terlalu memberikan dampak pada kecepatan rendah, terutama ketika berkendara di dalam kota.

Akan tetapi, situasinya berbeda ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Jendela yang terbuka dapat meningkatkan hambatan udara atau aerodynamic drag.

Akibatnya, mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk mempertahankan kecepatan kendaraan.

Dalam kondisi tersebut, penghematan bahan bakar dari mematikan AC belum tentu sebesar yang dibayangkan.

Karena itu, penggunaan AC atau membuka jendela sebaiknya disesuaikan dengan kondisi perjalanan.

Ketika berkendara di jalan bebas hambatan atau pada kecepatan tinggi, menggunakan AC dengan pengaturan yang wajar dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman dan efisien dibandingkan membuka seluruh jendela.

4. AC Bermasalah Bisa Membuat Konsumsi BBM Meningkat

Sistem AC yang bekerja dengan normal seharusnya memberikan beban yang masih dalam batas wajar kepada mesin.

Namun, ketika terjadi masalah pada sistem pendingin, beban yang diterima mesin dapat menjadi lebih besar.

Beberapa masalah yang dapat terjadi antara lain kompresor AC mulai seret, magnetic clutch tidak bekerja normal, komponen kotor, hingga tekanan refrigeran yang tidak sesuai.

Baca Juga: Fenomena Desil Naik Turun, Kunci Pencairan Susulan PKH BPNT Tahap 3

Dalam kondisi tertentu, kompresor yang bermasalah dapat bekerja lebih berat sehingga putaran mesin ikut terbebani.

Gejalanya dapat terlihat ketika RPM mesin turun setelah AC dinyalakan, mesin terasa bergetar, muncul suara kasar, atau akselerasi kendaraan terasa lebih berat.

Jika kondisi tersebut dibiarkan, bukan hanya konsumsi BBM yang berpotensi meningkat.

Komponen AC maupun bagian mesin lainnya juga dapat mengalami kerusakan yang lebih serius.

Karena itu, jangan menunda pemeriksaan ketika AC mulai menunjukkan gejala tidak normal.

Sistem pendingin sebaiknya diperiksa secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi tekanan refrigeran, kemungkinan kebocoran, kompresor, kipas, dan berbagai komponen lainnya.

5. Cara Menggunakan AC Juga Memengaruhi Konsumsi BBM

Selain kondisi kendaraan, kebiasaan pengemudi ketika menggunakan AC juga turut berpengaruh terhadap efisiensi bahan bakar.

Salah satu kebiasaan yang kurang tepat adalah langsung menyalakan AC pada suhu paling rendah dengan kecepatan blower maksimal ketika kondisi kabin masih sangat panas.

Cara tersebut membuat sistem AC harus bekerja lebih keras untuk menurunkan temperatur kabin dalam waktu singkat.

Agar lebih efisien, pengemudi dapat membuka pintu atau jendela selama beberapa saat untuk membantu mengeluarkan udara panas yang terperangkap di dalam kabin.

Baca Juga: PKH dan BPNT Cair Lagi 4 Oktober 2026, Ini Daftar Daerahnya

Setelah udara panas berkurang, tutup kembali pintu dan jendela kemudian nyalakan AC dengan pengaturan yang nyaman.

Ketika suhu kabin sudah mulai dingin, mode sirkulasi udara dalam atau recirculation dapat digunakan.

Dengan mode tersebut, sistem AC mendinginkan kembali udara yang sudah berada di dalam kabin sehingga tidak terus-menerus menarik udara panas dari luar.

Meski demikian, sirkulasi udara dari luar tetap perlu digunakan sesekali agar kondisi udara di dalam kabin tetap baik.

Pengaturan suhu juga tidak perlu dibuat terlalu rendah apabila kondisi kabin sudah terasa nyaman. Suhu yang sesuai kebutuhan dapat membantu menghindari kerja sistem AC secara berlebihan.

Tips Menggunakan AC Mobil agar Tetap Nyaman dan Efisien

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan pengemudi agar AC tetap memberikan kenyamanan tanpa memberikan beban yang tidak perlu terhadap kendaraan.

1. Lakukan Perawatan AC Secara Berkala

Perawatan rutin menjadi salah satu kunci agar sistem AC dapat bekerja secara optimal.

Periksa kondisi filter kabin karena filter yang terlalu kotor dapat menghambat aliran udara. Kondisi tersebut dapat membuat blower bekerja lebih keras dan mengurangi performa pendinginan.

2. Pastikan Kondensor dan Radiator Bersih

Kondensor dan radiator yang dipenuhi debu maupun kotoran dapat menghambat aliran udara.

Padahal, proses pelepasan panas membutuhkan aliran udara yang baik. Karena itu, kebersihan kedua komponen tersebut perlu diperhatikan agar sistem pendingin dapat bekerja secara optimal.

Baca Juga: Wajib Daftar Perlinsos, Ini Cara Registrasi Lewat Agen

3. Periksa Tekanan Refrigeran

Tekanan refrigeran atau freon perlu diperiksa sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

Jangan mengisi refrigeran secara berlebihan hanya karena menginginkan kabin lebih dingin. Tekanan yang terlalu tinggi justru dapat membuat kompresor bekerja lebih berat.

4. Perhatikan Kondisi Belt, Puli, Magnetic Clutch, dan Kompresor

Komponen yang berkaitan dengan sistem AC juga perlu diperiksa secara berkala. Jika muncul suara aneh, getaran tidak normal, atau perubahan performa ketika AC dinyalakan, segera lakukan pemeriksaan agar kerusakan tidak berkembang menjadi lebih parah.

5. Jaga Tekanan Ban dan Kurangi Beban Tidak Perlu

Efisiensi BBM bukan hanya ditentukan oleh sistem AC. Pastikan tekanan ban selalu sesuai dengan rekomendasi kendaraan.

Hindari pula membawa barang dengan bobot yang tidak diperlukan karena beban tambahan membuat mesin membutuhkan tenaga lebih besar.

6. Terapkan Gaya Berkendara yang Halus

Mengemudi dengan akselerasi dan deselerasi yang lebih halus dapat membantu menjaga efisiensi bahan bakar.

Hindari kebiasaan menginjak pedal gas secara mendadak jika tidak diperlukan. Dengan demikian, pengaruh penggunaan AC terhadap konsumsi BBM juga dapat ditekan.

Berapa Persen BBM Lebih Boros Saat AC Dinyalakan?

Lantas, apakah terdapat angka pasti mengenai berapa persen konsumsi BBM meningkat ketika AC mobil dinyalakan?

Jawabannya, tidak ada satu angka yang dapat diterapkan pada seluruh kendaraan.

Besarnya pengaruh penggunaan AC terhadap konsumsi bahan bakar bergantung pada jenis mobil, kapasitas mesin, kondisi sistem AC, suhu lingkungan, kecepatan kendaraan, kondisi jalan, hingga gaya berkendara.

Baca Juga: Update SIKS-NG PKH BPNT Triwulan 4, Cek Desil Sebelum Pencairan

Karena banyak faktor yang memengaruhi, pengendara sebaiknya tidak langsung percaya pada angka tunggal yang diklaim berlaku untuk semua mobil.

Hal yang lebih penting adalah memastikan sistem AC dalam kondisi sehat dan kendaraan digunakan secara efisien.

Jadi, Benarkah AC Mobil Bikin BBM Boros?

Kesimpulannya, AC mobil memang dapat membuat konsumsi BBM meningkat karena kompresor memberikan beban tambahan kepada mesin.

Namun, pengaruh tersebut tidak selalu besar dan berbeda pada setiap kendaraan.

Mematikan AC juga tidak otomatis membuat mobil jauh lebih irit, terutama apabila pengemudi kemudian membuka jendela ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi. Hambatan udara yang meningkat dapat membuat mesin bekerja lebih keras.

Selain itu, AC yang mengalami masalah justru dapat memberikan beban tambahan pada mesin dan berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Cara penggunaan AC dan kondisi kendaraan secara keseluruhan juga menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi BBM.

Jadi, pengendara tidak perlu takut menggunakan AC hanya karena khawatir konsumsi BBM menjadi boros.

Selama sistem AC dirawat dengan baik dan digunakan secara wajar, pengaruhnya terhadap konsumsi bahan bakar masih dapat dikendalikan.

Pastikan filter kabin tetap bersih, tekanan refrigeran sesuai spesifikasi, serta kompresor dan komponen pendukung lainnya bekerja dengan normal.

Baca Juga: Waspada Modus Penipuan Berkedok Daftar Ulang Bansos PKH BPNT

Di sisi lain, jangan lupa memperhatikan tekanan ban, beban kendaraan, kondisi mesin, serta gaya berkendara.

Mobil yang dirawat dengan baik dan dikendarai secara efisien akan tetap memiliki konsumsi bahan bakar yang optimal, baik ketika AC dinyalakan maupun tidak.

Lalu, bagaimana pengalaman Anda? Apakah konsumsi BBM mobil terasa jauh lebih boros ketika AC mobil dinyalakan? Tulis pengalaman dan tipe mobil yang digunakan di kolom komentar. (***)

Editor : Yosep Awaludin
bbm boros ac mobil