
RADAR BOGOR - Tak semua orang yang sedang mengalami depresi, terlihat murung atau menangis setiap hari.
Sebagian justru tetap menjalani rutinitas, bercanda bersama teman, aktif di media sosial, bahkan terlihat produktif.
Namun, di balik aktivitas tersebut, ada perasaan kosong, kehilangan semangat, dan kelelahan emosional yang sulit dijelaskan.
Kondisi ini kerap tidak disadari, baik oleh orang yang mengalaminya maupun lingkungan sekitar.
Baca Juga: Bukan Sekadar Sedan Hybrid! Honda Civic RS e:HEV Punya Akselerasi 6,59 Detik dan Irit BBM
Hari-hari terasa berjalan seperti biasa, tetapi ada sesuatu yang perlahan berubah.
Bangun tidur menjadi berat, pekerjaan sederhana terasa melelahkan, dan aktivitas yang sebelumnya menyenangkan tidak lagi memberikan kebahagiaan.
Depresi bukan sekadar perasaan sedih setelah mengalami kegagalan, kehilangan, atau kekecewaan.
Kondisi ini merupakan gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan sesuatu, hingga menjalani kehidupan sehari-hari.
Praktisi pendidikan sekaligus Wakil Rektor I Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor, Dr. Arsyad menyoroti, perubahan kondisi mental seseorang dapat berlangsung secara bertahap.
Karena itu, gejala depresi tidak selalu mudah dikenali sejak awal.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




