RADAR BOGOR – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir membuat antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU.
Dalam kondisi kelangkaan BBM di SPBU seperti ini, pengendara mungkin memilih mengisi BBM dalam jumlah terbatas agar tetap bisa melanjutkan perjalanan. Namun, ada satu hal yang sebaiknya tidak dilakukan, yakni membiarkan tangki bahan bakar nyaris kosong atau benar-benar kehabisan.
Bensin maupun solar sebaiknya tetap tersedia dalam tangki. Pasalnya, kebiasaan berkendara dengan kondisi BBM yang sangat sedikit dalam jangka waktu lama berpotensi menimbulkan gangguan pada sejumlah komponen, termasuk fuel pump.
Baca Juga: PNS vs PPPK 2026: Perbandingan Lengkap Gaji, Status Kerja, dan Jaminan Pensiun
Hal tersebut disampaikan Arif, Foreman bengkel resmi Suzuki Trimitra Sejahtera Mobilindo. Menurutnya, kondisi tangki yang terus dibiarkan hampir kosong dapat berdampak terhadap mesin.
"Kalau tangki mobil kita dibiarkan terus-menerus dalam jangka waktu yang lama bisa bikin masalah pada mesin," ujar Arif, dikutip dari GridOto beberapa waktu lalu.
Fuel Pump Bisa Lebih Cepat Panas
Arif menjelaskan, salah satu risikonya berkaitan dengan fuel pump. Pada mobil bermesin bensin, bahan bakar di dalam tangki turut membantu meredam panas yang dihasilkan komponen tersebut.
Baca Juga: PNS atau PPPK 2026, Mana yang Lebih Menguntungkan? Cek Perbandingan Lengkapnya
Jika volume BBM terlalu sedikit dan kondisi itu sering terjadi, fuel pump tidak terendam secara optimal sehingga berpotensi mengalami peningkatan suhu.
"Keseringan bahan bakar sedikit sekali di dalam tangki membuat fuel pump tidak teredam sepenuhnya seperti di mesin bensin, ini bisa menyebabkan panas pada fuel pump," jelasnya.
Fuel pump yang terlalu sering mengalami panas dapat mengalami gangguan, seperti pompa macet atau tekanan bahan bakar tidak lagi sesuai standar.
Akibatnya, suplai bahan bakar menuju mesin bisa terganggu. Gejalanya antara lain mesin terasa brebet, tenaga berkurang hingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Baca Juga: 5 Ciri Penerima Bansos Digital 2027, Cek Data KPM Sekarang
Tangki Kosong Juga Picu Kondensasi
Risiko lainnya adalah munculnya kondensasi di dalam tangki bahan bakar.
Perbedaan suhu antara udara di dalam tangki dan lingkungan luar dapat memicu terbentuknya uap air. Jika jumlahnya semakin banyak, air tersebut dapat mengendap dan berpotensi mengganggu komponen sistem bahan bakar.
"Uap air ini bisa terbentuk di atas tangki dan menetes ke bawah, kalau jumlahnya makin banyak bisa bikin fuel pump rusak," beber Arif yang bengkelnya berada di Jl. Sultan Agung, Bekasi.
Baca Juga: Benarkah Bansos Digital Cair Rp5,4 Juta? Ini Penjelasan Lengkapnya
Karena itu, meski kondisi kelangkaan BBM membuat pengendara harus mengatur pengisian bahan bakar, sebaiknya jangan terlalu sering membiarkan tangki dalam kondisi sangat minim.
Menjaga volume BBM agar tidak mendekati kosong dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu menjaga sistem bahan bakar tetap bekerja dengan baik.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga