RADAR BOGOR - Mobil yang tiba-tiba mogok tidak selalu disebabkan oleh kerusakan mesin atau masalah teknis lainnya.
Terkadang, penyebabnya justru berasal dari kebiasaan sepele yang sudah dilakukan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa disadari, yaitu membiarkan tangki bahan bakar hampir kosong.
Dilansir dari YouTube Tips Otomotif Channel, kebiasaan ini bisa merusak salah satu komponen penting di mobil secara perlahan, tanpa bunyi, dan tanpa peringatan yang jelas.
Baca Juga: Kenapa Honda CT125 Begitu Menarik? Ini Keunggulan Hunter Cub yang Jarang Dimiliki
Fungsi Bahan Bakar Sebagai Pendingin Pompa
Komponen yang dimaksud adalah pompa bahan bakar atau fuel pump. Tugas utama komponen ini adalah menarik bahan bakar dari tangki dan menyalurkannya ke mesin, dan bekerja terus-menerus selama mesin dalam kondisi hidup.
Yang jarang diketahui, bahan bakar di dalam tangki juga berfungsi sebagai pendingin alami bagi pompa tersebut, bukan air maupun oli, melainkan bensin atau solar yang ada di dalam tangki.
Ketika tangki dibiarkan hampir kosong, pompa akan tetap bekerja keras, namun cairan yang seharusnya mendinginkannya nyaris tidak tersedia.
Baca Juga: Salah Pilih Grease Bisa Bikin CVT Motor Cepat Bermasalah
Kesalahan Pertama: Membiarkan Tangki BBM Rutin di Bawah Seperempat
Banyak pengemudi menganggap membiarkan tangki BBM berada di bawah seperempat bukan masalah besar, selama mobil masih bisa berjalan.
Padahal, pada kebanyakan kendaraan modern, pompa bahan bakar diletakkan di dalam tangki, bukan di luar, dengan tujuan agar pompa tetap terendam bahan bakar dan suhunya terjaga.
Ketika tangki hampir kosong, pompa mulai menghisap udara bersama bahan bakar, bahkan terkadang hanya menghisap udara saja.
Baca Juga: Jangan Asal Tambah Oli Motor, Ada Risiko yang Mengintai
Pompa yang kekurangan cairan pendingin akan lebih cepat panas, dan pompa yang cepat panas berisiko lebih cepat mengalami kerusakan dari usia normalnya.
Penggantian pompa bahan bakar bukan perbaikan yang murah, tergantung jenis kendaraan, biayanya bisa cukup menguras kantong.
Masalah ini bahkan lebih sering terjadi pada kendaraan yang kerap terjebak macet panjang.
Baca Juga: Reset ECU Motor Injeksi Wajib? Begini Penjelasannya
Kesalahan Kedua: Mengisi BBM Hanya Saat Lampu Indikator Menyala
Banyak orang menganggap lampu indikator bahan bakar sebagai pengingat untuk segera mengisi ulang.
Padahal, lampu indikator menyala bukan berarti tangki baru akan habis, melainkan menandakan bahan bakar sudah berada pada titik kritis.
Artinya, pompa sudah berulang kali bekerja dalam kondisi nyaris kering sebelum lampu tersebut menyala. Lampu indikator ini bukan peringatan dini, melainkan laporan akhir dari kondisi yang sudah terjadi.
Baca Juga: Bertenaga 174 PS, Mobil Geely Coolray Jadi Penantang Baru SUV
Kondisi tangki yang hampir kosong juga bisa menyebabkan endapan kotoran di dasar tangki ikut terhisap ke dalam sistem bahan bakar.
Sedimen, kotoran, dan air yang mengendap di dasar tangki akan menjadi bagian pertama yang dihisap pompa saat bahan bakar hampir habis.
Akibatnya, filter bahan bakar bisa lebih cepat mampet, injektor mulai bermasalah, dan performa mesin perlahan menurun meski tidak selalu terasa secara langsung.
Standar aman yang disarankan oleh banyak mekanik berpengalaman adalah tidak membiarkan BBM turun di bawah seperempat tangki, bukan karena takut kehabisan bahan bakar, melainkan karena pada titik itulah pompa mulai bekerja di luar zona amannya.
Baca Juga: Pemula Wajib Tahu, Begini Cara Mengemudi Mobil Matic agar Tidak Salah Injak Pedal
Kesalahan Ketiga: Mengisi BBM dari Berbagai Sumber Tanpa Memperhatikan Kualitas
Kesalahan ketiga ini justru paling sering diabaikan, meski menjadi salah satu penyebab kerusakan dengan biaya perbaikan yang jauh lebih mahal.
Banyak pengemudi menganggap bahan bakar dari sumber mana pun sama saja, apalagi jika harganya sedikit lebih murah.
Padahal, kualitas bahan bakar yang tidak konsisten dapat mempercepat penumpukan kotoran di dalam tangki.
Baca Juga: Mitsubishi Destinator Punya Mesin Turbo dan Ground Clearance Tinggi, Ini Fitur yang Ditawarkan
Beberapa faktor yang memengaruhi kualitas bahan bakar antara lain air yang ikut masuk akibat kondensasi, kotoran dari selang SPBU yang jarang dirawat, hingga bahan bakar yang sudah lama mengendap di tangki penyimpanan.
Ketika tangki kendaraan sering dalam kondisi kosong, tidak ada cukup volume bahan bakar untuk mengencerkan kontaminan tersebut, sehingga bisa menyebabkan masalah pada injektor maupun karburator.
Deposit yang menumpuk dapat mengubah pola semprotan bahan bakar, membuat mesin menjadi tidak efisien, konsumsi BBM meningkat, tarikan terasa berat, hingga muncul gejala mesin brebet, tidak stabil, dan respons gas yang melambat.
Perbandingan Biaya Perbaikan
Baca Juga: Mobil Terlalu Lama Diam di Garasi? Ini Bahaya Tersembunyi yang Sering Tidak Disadari
Jika dihitung secara logika, biaya perbaikan pompa bahan bakar yang rusak akibat kebiasaan membiarkan tangki kosong bisa berkali-kali lipat dibandingkan dengan kebiasaan rutin mengisi BBM sebelum tangki mencapai setengah.
Belum lagi waktu yang terbuang saat mobil mogok, serta potensi kerugian jika kejadian tersebut terjadi saat kendaraan sedang sangat dibutuhkan.
Satu kebiasaan yang terlihat sepele ternyata bisa berdampak besar pada kondisi mobil secara keseluruhan.
Cara Mencegah Kerusakan Pompa Bahan Bakar
Baca Juga: Kawasaki ZX-25R ABS Rp135 Jutaan Sudah Ada di Pekanbaru, Cek Fiturnya di Sini
Kabar baiknya, kerusakan ini sebenarnya bisa dihindari tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan. Berikut tiga langkah sederhana yang bisa langsung diterapkan:
Isi bahan bakar sebelum indikator jarum menyentuh angka seperempat tangki.
Pilih SPBU yang ramai dan terpercaya untuk menjaga kualitas bahan bakar yang diisi.
Sesekali lakukan pengisian penuh untuk menjaga kondisi tangki tetap optimal.
Baca Juga: Jangan Asal Reset ECU, Engine Flush hingga Gurah Mesin, Ini Tips yang Perlu Dipahami Pemilik Motor
Waspadai Kondensasi Air di Dalam Tangki
Ada satu hal yang jarang dibahas namun cukup penting, yaitu kondensasi air di dalam tangki bahan bakar.
Ruang kosong di atas permukaan BBM di dalam tangki berisi udara, dan udara tersebut mengandung uap air.
Ketika suhu berubah, uap air ini bisa mengembun dan jatuh ke dasar tangki. Air dan bahan bakar tidak akan bercampur, sehingga air inilah yang pertama kali terhisap oleh pompa saat tangki dalam kondisi hampir kosong.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : youtube tips otomotif channel