
RADAR BOGOR - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kemarahannya pasca persidangan di Pangadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim), Kamis, November 2026.
Jokowi diketahui menjadi saksi pada sidang kasus dugaan ijazah palsu miliknya yang dituduhkan oleh Roy Suryo dan Dokter Tifa yang kini menjadi terdakwa.
Ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming itu mengaku sangat tersinggung, terutama saat mereka datang ke makam ibu dan bapaknya.
Baca Juga: Mendadak Batal! Timnas Indonesia Tak Jadi Tandang ke Yordania, Ini Penyebabnya
”Saya sangat tersinggung sekali. Saya sangat marah sekali karena orang tua saya, ibu kandung saya, bapak kandung saya dibilang seperti itu," kata Jokowi.
"Karena beliau, apa pun beliau yang memberi makan saya sejak bayi, yang menyekolahkan saya sejak bayi, kemudian dikata-katai dengan kata-kata seperti itu. Siapa yang nggak sakit?” sambungnya.
Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengungkapkan kemarahannya di depan majelis hakim, termasuk kepada Dokter Tifa yang menurutnya sudah terlalu kelewatan.
Menurut Jokowi ada beberapa poin yang memicu kemarahannya semakin memuncak, yaitu saat para terdakwa datang ke Universitas Gajah Mada (UGM), terdakwa datang ke rumah dan makan kedua orang tuanya.
”Saya sampaikan, otoritas Anda apa? Kewenangan Anda apa? Kemudian yang ketiga datang, ini yang paling saya betul-betul merasa sakit sekali yang mulia, datang ke makam orang tua saya, bapak saya,” ungkap Jokowi.
Menurut eks Wali Kota Solo itu, ketiga terdakwa sudah kelewatan terutama pada saat mereka mengatakan bahwa Sudjiatmi Notomiharjo bukan ibu kandung melainkan wanita yang mengurus Jokowi.
Padahal menurutnya Sudjiatmi Notomiharjo adalahh sosok ysng sangat berjasa, ia yang melahirkan dan membesarkan jokowi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





