RADAR BOGOR - Memasuki akhir September 2026, KPM penerima bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT perlu kembali mengecek saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau ATM Merah Putih. Pengecekan dapat dilakukan melalui ATM bank penyalur maupun agen resmi.
Melansir dari kanal Youtube Diary Bansos pada Senin, 28 September 2026, hal ini penting karena terdapat KPM yang mengalami perubahan status setelah proses validasi. Selain itu, sekitar 4,33 juta keluarga baru ditemukan dalam integrasi data dan sedang diproses untuk penyaluran bantuan.
KPM Diminta Cek Saldo KKS
KPM yang sebelumnya belum menerima pencairan dapat memantau saldo KKS secara berkala. Terutama bagi penerima hasil validasi baru, bantuan bisa masuk setelah proses administrasi dan penyaluran selesai.
Baca Juga: Berawal dari CCTV Polsek Cigudeg Bogor Ungkap Kasus Curanmor, Motor Dikembalikan ke Korban
Pengecekan juga diperlukan agar dana yang sudah masuk dapat segera diketahui dan digunakan sesuai kebutuhan, tanpa terlambat mengambil bantuan hingga melewati masa penyaluran.
Data KPM Bisa Kembali Berubah
Tidak cair pada tahap sebelumnya belum tentu berarti data KPM berhenti sebagai penerima. Pada tahap ketiga, terdapat KPM yang sempat tidak masuk penyaluran karena perubahan desil.
“Pada tahap sebelumnya (tahap 3), ada KPM yang sempat exclude (tidak cair) karena tingkat desilnya naik, namun kini kembali turun sehingga bantuannya berpotensi cair lagi,” jelas narator melalui kanal Youtube Diary Bansos.
Baca Juga: Jelang Bansos PKH BPNT Tahap 4, Cek Penyebab Data KPM Bisa Tereliminasi
Ketika hasil pemutakhiran menunjukkan desil kembali sesuai dengan kriteria, bantuan dapat kembali diproses. Karena itu, perubahan status perlu dipantau melalui data penerima dan saldo KKS.
Komponen PKH yang Kembali Terbaca
Perubahan juga dapat terjadi pada komponen PKH. Misalnya, data anak sekolah yang sebelumnya belum terbaca sehingga komponen bantuan belum masuk.
Jika data tersebut sudah kembali teridentifikasi dalam sistem, komponen PKH dapat ikut diproses. Kondisi ini membuat nominal yang diterima KPM bisa berbeda dibandingkan pencairan sebelumnya.
Baca Juga: Tingkatkan Kepedulian, Tim Dosen IPB Kenalkan Satwa Endemik TNGHS ke Siswa SD di Sukabumi
Ada 4,33 Juta KPM Baru
Selain KPM lama, terdapat sekitar 4,33 juta keluarga baru yang ditemukan melalui integrasi data DTSEN dengan data dari BPS, Kementerian Sosial, serta kementerian dan lembaga terkait.
Keluarga tersebut sebelumnya belum tercatat atau belum pernah menerima bansos. Setelah melalui proses pendataan dan validasi, sebagian masih harus menyelesaikan tahapan administrasi sebelum bantuan dapat disalurkan.
Burekol Dipercepat untuk KPM Baru
KPM baru yang belum mempunyai rekening pada bank penyalur perlu menjalani proses Buku Rekening Kolektif (burekol). Proses tersebut berkaitan dengan pembukaan rekening yang nantinya digunakan untuk menerima bantuan.
Baca Juga: Gudang Buku dan Ruang Kelas SDN Tajur 06 Citeureup Bogor Kebakaran, Api Muncul Usai Listrik Padam
Bank penyalur yang terlibat berasal dari Himbara, termasuk BRI, Mandiri, dan BNI. Penyaluran untuk KPM baru ditargetkan mulai direalisasikan pada akhir September dan dapat berlanjut ke Oktober apabila proses rekening atau administrasinya belum selesai.
Pantau KKS dan Status Data
Menjelang pergantian bulan, KPM dapat memantau dua hal, yaitu saldo KKS dan perubahan status data penerima. KPM lama yang mengalami perubahan desil atau komponen tetap perlu mengecek kembali karena status dapat berubah setelah validasi.
Sementara itu, KPM baru masih perlu menunggu penyelesaian proses burekol sebelum bantuan dapat masuk ke rekening.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : YouTube Diary bansos