RADAR BOGOR - Pemerintah melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS-NG) terus melakukan pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT menjelang pencairan triwulan keempat tahun 2026.
Dilansir dari YouTube Cek Bansos, hingga 4 Oktober 2026, proses penyaluran bansos masih berjalan untuk triwulan ketiga, sementara data untuk triwulan keempat masih dalam tahap pemutakhiran oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebelum diserahkan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Cek Desil Jadi Kunci Sebelum Pencairan Tahap 4
Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menantikan pencairan bansos di triwulan keempat, ada satu hal penting yang wajib diperhatikan terlebih dahulu, yaitu status desil kesejahteraan masing-masing penerima.
Baca Juga: Waspada Modus Penipuan Berkedok Daftar Ulang Bansos PKH BPNT
Pada tahap keempat ini, hanya KPM dengan status desil 1 hingga desil 4 yang masih berpotensi mendapatkan pencairan bantuan.
Penerima manfaat diimbau untuk segera memeriksa apakah status desil mereka mengalami kenaikan atau justru turun, karena hal ini akan menjadi penentu akhir sebelum proses pencairan tahap keempat berlangsung.
Status desil yang masih berada di rentang 1 sampai 4 berpeluang besar tetap mendapatkan pencairan, dengan catatan tidak terdampak proses eksklusi atau penghapusan dari daftar penerima.
Pencairan Susulan Triwulan 3 Masih Berlangsung
Baca Juga: Jadwal Pencairan PKH BPNT Tahap 4 2026, Simak Infonya
Meski fokus utama saat ini adalah persiapan triwulan keempat, pencairan susulan untuk triwulan ketiga masih terus berjalan.
Pada 4 Oktober 2026, dilaporkan ada dua bank penyalur yang kembali menyalurkan bantuan PKH validasi serta bantuan susulan bagi KPM yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan desil namun kemudian kembali turun.
Salah satu contoh kasus yang ditemukan adalah KPM di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, yang sebelumnya berada di desil 2, kemudian sempat naik pada tahap 1 dan 2 di tahun 2026.
Setelah Kementerian Sosial mewacanakan program akselerasi bagi KPM yang masih dinyatakan layak menerima bantuan, status desil KPM tersebut kembali turun sehingga bantuan sosial mereka kembali aktif.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Susulan Masuk KKS, Ada Transaksi hingga Rp960 Ribu
Pada hari yang sama, dilaporkan dana sebesar Rp600.000 untuk BPNT murni telah tercairkan ke kartu KKS lama terbitan 2021 maupun 2022 di wilayah tersebut.
Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di DKI Jakarta, di mana status desil yang sempat naik menjadi 6 kembali turun menjadi 2, sehingga bantuan sosial yang sebelumnya tertunda kembali tercairkan.
Tidak hanya itu, ada pula KPM yang melaporkan pencairan gabungan PKH dan BPNT tahap 3 senilai Rp825.000, dengan rincian Rp600.000 untuk komponen BPNT dan Rp225.000 untuk komponen PKH, setelah status desil mereka turun dari angka 6 menjadi 4.
Selain Bank BNI, pencairan serupa juga dilaporkan dari Bank BSI untuk wilayah Aceh, mencakup PKH validasi tahap kedua maupun tahap ketiga, baik melalui kartu KKS lama maupun kartu KKS baru terbitan 2026.
Baca Juga: BSU Rp900 Ribu Cair Akhir 2026, Cek NIK Lewat HP
Imbauan bagi KPM yang Desilnya Sempat Naik
Bagi penerima manfaat yang sempat mengalami kenaikan desil namun kini sudah kembali turun, disarankan untuk segera melakukan pengecekan saldo pada kartu KKS masing-masing.
Hal ini penting mengingat proses pencairan tahap ketiga yang sempat tertunda kini mulai aktif kembali seiring dengan pembaruan data pembayaran oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi terkait perkembangan data SIKS-NG, khususnya menjelang persiapan pencairan tahap keempat yang akan segera menyusul setelah proses pemutakhiran data oleh BPS rampung.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : Youtube Cek Bansos