Bertahan Sejak 1989, Begini Cara Toko Buku Iwan di Citeureup Bogor Hadapi Era Digital

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 22:32 WIB
Toko Buku Iwan di Citeureup Bogor bertahan sejak tahun 1989. (foto : Dewa Saqi Akmar Nuriswan)
Toko Buku Iwan di Citeureup Bogor bertahan sejak tahun 1989. (foto : Dewa Saqi Akmar Nuriswan)

RADAR BOGOR - Di saat masyarakat semakin terbiasa membeli berbagai kebutuhan melalui ponsel, Toko Buku Iwan di Citeureup, Kabupaten Bogor, masih setia melayani pembeli yang datang langsung ke toko. 

Berdiri sejak 1989, usaha yang dirintis dari sederhana ini terus bertahan di tengah perubahan zaman, termasuk persaingan dengan toko buku daring dan perkembangan teknologi digital.

Kini, usaha yang berlokasi di Jalan Mayor Oking, Citeureup, tersebut dikelola oleh Nurlela. 

Baca Juga: Berawal dari Modal Seadanya, Pemuda Asal Bogor Ini Bawa Brand Tembus Pasar Global

Ia meneruskan bisnis keluarga yang didirikan almarhum suaminya, Muhamad Riswan, lebih dari tiga dekade silam.

Perjalanan Toko Buku Iwan, menjadi bagian dari cerita panjang usaha perdagangan buku dan alat tulis di Citeureup. 

Ketika pertama kali berdiri pada 1989, belum banyak pedagang di kawasan tersebut yang menyediakan buku umum, alat tulis kantor (ATK), maupun buku pelajaran sekolah.

Seiring waktu, toko ini berkembang dengan menyediakan berbagai kebutuhan bacaan dan perlengkapan pendidikan bagi masyarakat.

Meneruskan Usaha Keluarga yang Berdiri Sejak 1989

Setelah kepergian suaminya, Nurlela mengambil alih tanggung jawab sebagai pemilik sekaligus pengelola Toko Buku Iwan. 

Kemampuan menjalankan usaha tersebut ia pelajari langsung dari almarhum suaminya.

Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, Nurlela dibantu seorang pegawai untuk melayani pelanggan dan menangani operasional toko.

Beragam produk tersedia di toko ini. 

Mulai dari novel, buku cerita, buku tulis, buku gambar, buku paket pemerintah, hingga kitab-kitab untuk kebutuhan pondok pesantren dan Al-Qur'an. 

Berbagai perlengkapan alat tulis kantor dan sekolah juga menjadi bagian dari produk yang ditawarkan.

Baca Juga: Polisi Peduli Pengangguran, Polsek Jonggol Bogor Buka Rekrutmen Tenaga Kesehatan

Keberagaman produk tersebut membuat Toko Buku Iwan tetap memiliki pelanggan dari berbagai kalangan, terutama pelajar, orang tua, dan masyarakat yang membutuhkan perlengkapan pendidikan maupun bahan bacaan.

Mulai Menggunakan QRIS dan WhatsApp untuk Melayani Pembeli

Sebelum perkembangan teknologi digital semakin pesat, operasional Toko Buku Iwan masih mengandalkan cara-cara konvensional. 

Pembeli harus datang langsung untuk mencari barang, sementara promosi lebih banyak berlangsung melalui rekomendasi dari mulut ke mulut.

Transaksi pun didominasi pembayaran tunai. 

Untuk pencatatan stok dan penjualan, Nurlela hanya mencatat barang-barang yang paling banyak diminati pembeli.

Namun, perubahan kebiasaan masyarakat mendorong toko ini mulai menyesuaikan diri. 

"Kini, Toko Buku Iwan menyediakan pembayaran menggunakan QRIS," ucapnya.

Selain menerima pembayaran digital, toko ini juga memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan instan untuk berkomunikasi dengan pelanggan.

Akun Instagram @Iwanbookstore_id dikelola oleh pihak keluarga. 

Sedangkan, layanan WhatsApp ditangani langsung oleh Nurlela. 

Baca Juga: Pemkab Bogor Siapkan Pembenahan Infrastruktur Kecamatan Tanjungsari pada 2027

Melalui kedua saluran tersebut, pelanggan bisa menanyakan ketersediaan buku maupun barang yang dibutuhkan sebelum datang ke toko.

Nurlela menyadari, mengikuti perkembangan teknologi menjadi salah satu hal yang perlu dilakukan agar usahanya tetap relevan.

"Kita juga harus mengikuti zaman yang serba digital ini," kata Nurlela mengenai alasan Toko Buku Iwan mulai menerima pembayaran melalui QRIS.

Meski demikian, penerapan layanan digital tersebut belum menunjukkan perubahan yang berarti terhadap perkembangan usaha. 

Nurlela mengaku, belum merasakan peningkatan signifikan, baik dari jumlah pembeli, pesanan dari luar daerah, omzet, maupun pola pelayanan kepada pelanggan.

Belanja Online Menjadi Tantangan Baru Toko Buku Konvensional

Di balik upaya beradaptasi dengan teknologi, Nurlela melihat perubahan perilaku konsumen sebagai salah satu tantangan terbesar yang dihadapi toko buku konvensional.

Jika dahulu masyarakat berbondong-bondong mendatangi toko untuk mencari buku atau perlengkapan sekolah, kini sebagian kebutuhan tersebut dapat dibeli melalui platform belanja online.

Perubahan ini membuat pelanggan tidak lagi harus keluar rumah untuk mendapatkan barang yang diinginkan.

"Kalau dulu sebelum zaman go digital, orang beramai-ramai ke toko untuk membeli barang yang diinginkan. Sekarang tinggal beli online, jadi tidak perlu keluar mencari barang," ujar Nurlela.

Selain persaingan dengan penjualan daring, Toko Buku Iwan juga menghadapi risiko dalam pengadaan buku pelajaran sekolah. 

Baca Juga: Tak hanya KONI, Pemkab Bogor Siapkan Bonus bagi Atlet Peraih Medali Porprov Jabar 2026

Pergantian kurikulum menjadi persoalan tersendiri karena buku paket yang sebelumnya tersedia bisa kehilangan peminat ketika sekolah mulai menerapkan kurikulum baru.

Kondisi tersebut membuat Nurlela harus lebih berhati-hati dalam menentukan jumlah stok buku pelajaran. 

Jika terlalu banyak membeli buku yang kemudian tidak lagi digunakan, kerugian berpotensi sulit dihindari.

"Percuma kalau sudah ganti kurikulum yang baru, buku paket yang sebelumnya tidak terpakai lagi. Walaupun ada satu atau dua orang yang beli, kita bisa mendapat kerugian yang besar," ungkapnya.

Karena itu, pengelolaan persediaan menjadi hal penting agar modal usaha tidak tertahan pada barang yang sulit terjual.

Tahun Ajaran Baru Jadi Momen Penjualan Meningkat

Di tengah perubahan pola belanja masyarakat, Toko Buku Iwan masih memiliki periode tertentu ketika aktivitas penjualan meningkat.

Musim tahun ajaran baru dan kenaikan kelas menjadi salah satu momen paling ramai. 

Pada periode tersebut, banyak orang tua dan pelajar datang untuk membeli buku tulis, perlengkapan alat tulis, buku paket pemerintah, hingga buku latihan soal Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Sementara itu, ketika memasuki musim yang relatif sepi, penjualan tetap ditopang oleh sejumlah produk yang memiliki permintaan sepanjang tahun. 

Novel, buku cerita, buku gambar, ATK, dan Al-Qur'an menjadi beberapa produk yang membantu menjaga aktivitas usaha tetap berjalan.

Baca Juga: Jualan Peyek dari Rumah, Herlina Sukses Besarkan Usaha secara Online

Nurlela juga menyebutkan, harga buku mengalami kenaikan sekitar 1 hingga 1,5 persen setiap tahun. 

Perubahan harga tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan usaha perdagangan buku.

Berharap Toko Buku Iwan Terus Bertahan hingga Generasi Berikutnya

Meski menghadapi persaingan penjualan online dan perubahan kebiasaan konsumen, Nurlela tetap bersyukur Toko Buku Iwan masih mampu bertahan hingga sekarang.

Baginya, keberlangsungan usaha yang telah dirintis suaminya sejak 1989 merupakan sesuatu yang patut disyukuri. 

Terlebih, usaha tersebut telah melewati berbagai perubahan kondisi pasar dan perkembangan teknologi.

"Alhamdulillah, di zaman yang serba digital ini kita masih bisa bertahan," ucap Nurlela.

Ia juga menyampaikan pesan kepada para pelaku usaha lain, agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kondisi penjualan yang tidak menentu. 

Menurutnya, pendapatan pedagang memang tidak selalu sama setiap hari sehingga diperlukan kesabaran dan semangat untuk terus menjalankan usaha.

"Terus berjuang berusaha karena pendapatan pedagang tidak selalu sama setiap harinya," pesannya.

Ke depan, Nurlela berharap Toko Buku Iwan dapat terus berkembang dan bertahan hingga generasi berikutnya. 

Baca Juga: Modal Rp500 Ribu, Posterku Official Store di Pamijahan Bogor Kini Berkembang Pesat

Ia ingin usaha yang telah dibangun selama puluhan tahun tersebut tetap hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus mempertahankan pelayanan yang ramah kepada setiap pelanggan.

"Selalu tersenyum ramah kepada pembeli walau keadaan tidak baik-baik saja," tuturnya.

Bagi masyarakat yang ingin mencari buku bacaan, buku pelajaran, Al-Qur'an, maupun berbagai perlengkapan sekolah, Toko Buku Iwan dapat dikunjungi di Jalan Mayor Oking, Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Toko ini, melayani pembeli setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. 

Informasi mengenai ketersediaan produk dan pemesanan juga dapat ditanyakan melalui Instagram @Iwanbookstore_id. (*)

Penulis: Dewa Saqi Akmar Nuriswan
Prodi: Bisnis Digital / ITB Vinus Bogor

Editor : Siti Dewi Yanti
Toko Buku Iwan bogor ITB Vinus