RADAR BOGOR - Warga Haurjaya, RT 02 RW 07 Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, punya banyak program untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Langkah tersebut membuahkan hasil. Kampung Haurjaya masuk sebagai finalis Bogor Bersih. Sejumlah Juri Kehormatan pun sempat mendatangu lokasi tersebut.
Ketua RT 02 Haurjaya , Ropiah mengungkapkan, gerakan peduli lingkungan di wilayahnya berawal dari persoalan TPS di Jalan Pemuda.
Lokasinya yang berada tak jauh dari pusat keramaian Air Mancurkerap dipenuhi sampah hingga menimbulkan bau tidak sedap.
Kondisi tersebut semakin diperparah dengan banyaknya warga dari luar wilayah Haur Jaya yang ikut membuang sampahdi lokasi tersebut.
“Awalnya warga mengeluhkan kondisi TPS yang kurang tertata, sampah berserakan dan aromanya tidak sedap. Akhirnyakami sampaikan persoalan ini ke kelurahan dan DLH,” ungkap Ropiah.
Baca Juga: Saung Abah Cipancar Bogor: Vila Sawah Rp350 Ribu View Sawah Tersembunyi
Setelah melalui beberapa kali pertemuan, pengurus RW 07 bersama DLH sepakat menutup TPS tersebut. Gantunga, DLH menyiakan truk sampah.
Dari persoalan itu, masyarakat mulai mengembangkan sistem pengelolaan sampah secara mandiri.
Salah satunya melaluiBank Sampah Unit (BSU) Sahaja dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bersahaja yang kini sudah berjalan sekitar duatahun.
Tak hanya memilah sampah dari rumah, warga juga memiliki Rumah Dilan (Pendidikan dan Latihan).
Tempat tersebut dimanfaatkan untuk mengolah sampah anorganik menjadi berbagai kerajinan, seperti tikar, pot, hingga lilin aromaterapidari minyak jelantah.
Ada pula program Komling atau Kompos Keliling. Sampah organik yang dikumpulkan warga nantinya disetorkan ketempat pengolahan kompos komunal di area KWT dan dimanfaatkan untuk budidaya maggot.
Sementara melalui program Bersemilah atau Bersedekah Minyak Jelantah, warga mengumpulkan minyak bekas pakai untuk dijual ke BSU. Hasil penjualannya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan di lingkungan setempat.
Selain itu, warga menyediakan drop box khusus botol plastik dan sampah daun kering. Pemanfaatan air hujan jugadilakukan untuk menyiram tanaman hingga mendukung kegiatan budidaya ikan.
Menurut Ropiah, keberlangsungan berbagai program tersebut tidak terlepas dari kesadaran masyarakat.
Baca Juga: Saldo KKS Awal November 2026, Mengapa Data Cek Bansos Sempat Hilang?
Bahkan, warga Haurjaya telah membuat komitmen tertulis untuk menjadikan wilayahnya sebagai RT bebas sampah.
“Semua kegiatan ini berawal dari kesadaran warga, bukan karena paksaan. Termasuk jadwal piket untuk menyiramtanaman. Alhamdulillah, sampai sekarang masih berjalan dan masyarakat juga mendukung,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin