Akademisi Unida Bogor Raih Environmental Leadership Award 2026

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:54 WIB
Pemberian Environmental Leadership Award 2026 ke akademisi Unida Bogor. Foto: Dok Unida
Pemberian Environmental Leadership Award 2026 ke akademisi Unida Bogor. Foto: Dok Unida

RADAR BOGOR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan akademisi Universitas Djuanda (Unida) Bogor. Associate Professor Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si., meraih penghargaan Environmental Leadership Award 2026 atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta perlindungan lingkungan hidup.

Penghargaan tersebut diserahkan akademisi Unida Bogor dalam acara Awarding Night di Bali, Rabu malam (21/10/2026). Penganugerahan ini merupakan bagian dari rangkaian Forum Ahli Lingkungan Hidup 2026 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup pada 19–23 Oktober 2026.

Yudi dikenal sebagai pakar valuasi ekonomi sumber daya pesisir dan laut. Selain aktif sebagai akademisi Unida Bogor, ia juga menjabat Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (DPN AALHI).

Baca Juga: Rektor Baru IPB Bakal Dilantik 26 November 2026, Ini Tahapan Pemilihannya

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kiprahnya selama lebih dari dua dekade dalam penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penerapan keahlian di bidang ekonomi sumber daya alam dan lingkungan.

Fokus pada Valuasi Ekonomi Ekosistem Pesisir dan Laut

Dalam perjalanan akademik dan profesionalnya, Yudi konsisten mengembangkan pendekatan ekonomi sumber daya kelautan dan perikanan, valuasi jasa ekosistem, sistem sosial-ekologis, hingga penilaian kerugian lingkungan hidup.

Keahlian tersebut berperan penting dalam mendukung pengambilan kebijakan, penanganan sengketa lingkungan, penghitungan kerugian ekologis dan ekonomi, serta perumusan strategi pemulihan ekosistem berdasarkan bukti ilmiah.

Baca Juga: MCB Motor Listrik Uwinfly GT2 Sering Trip? Cek Kabel Baterai dan Terminal Ini

Dengan latar belakang pendidikan ekonomi sumber daya kelautan tropika dari IPB University, Yudi turut mengembangkan kajian mengenai hubungan antara kondisi ekologis, manfaat ekonomi sumber daya alam, dan kesejahteraan masyarakat.

Perhatiannya mencakup pengukuran nilai jasa ekosistem serta estimasi kehilangan manfaat akibat pencemaran dan kerusakan lingkungan, khususnya pada ekosistem terumbu karang, mangrove, dan lamun.

Melalui pendekatan tersebut, lingkungan hidup dipandang bukan sekadar objek fisik, melainkan sistem penopang kehidupan yang memberikan manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial bagi masyarakat.

Penilaian terhadap manfaat tersebut semakin penting untuk memastikan penghitungan kerusakan lingkungan dilakukan secara transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hukum.

Baca Juga: Jembatan Pulo Geulis Kota Bogor Kini Muat Dua Motor, Dilengkapi Atap dan Pagar Besi

Dorong Profesionalisme Ahli Lingkungan Hidup

Selain menjalankan peran akademik di Universitas Djuanda, Yudi juga mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme ahli lingkungan hidup Indonesia melalui kepemimpinannya di DPN AALHI.

Penguatan independensi, integritas, dan akuntabilitas menjadi perhatian penting dalam membangun profesi ahli lingkungan yang kredibel dan dapat dipercaya masyarakat.

Salah satu aspek yang menjadi sorotan ialah pengembangan standar expert judgment atau penilaian ahli berbasis keilmuan. Pendekatan ini diperlukan untuk memastikan proses interpretasi bukti, penyusunan kesimpulan, dan estimasi ilmiah dilakukan melalui metode yang jelas serta dapat diuji.

Hal tersebut relevan dalam penanganan perkara perdata lingkungan hidup, terutama ketika baku mutu atau kriteria baku kerusakan lingkungan yang sesuai belum ditetapkan secara khusus.

Baca Juga: Bukan Motor Biasa, WMC Mono-RR Punya Saluran Udara Unik dan Target Bobot 100

Dalam kondisi tersebut, kualitas penilaian ahli menjadi penting untuk membantu proses pembuktian. Kesimpulan yang dihasilkan harus didukung kompetensi yang relevan, bukti berkualitas, metode yang tepat, serta penjelasan mengenai ketidakpastian ilmiah.

Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa kepemimpinan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan perlindungan ekosistem, tetapi juga pembangunan sistem keahlian yang profesional dan berorientasi pada kepentingan publik.

Jadi Kebanggaan Universitas Djuanda

Raihan Environmental Leadership Award 2026 menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika Universitas Djuanda dan komunitas ahli lingkungan hidup Indonesia.

Penghargaan tersebut juga memperlihatkan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional. Kontribusi akademisi tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan dan publikasi ilmiah, tetapi juga melalui keterlibatan dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga: Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan Barat, BRI Peduli Salurkan 270 Mesin Pompa Air

Pencapaian Yudi diharapkan dapat menginspirasi dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan yang inovatif, berintegritas, serta memberikan manfaat bagi keberlanjutan lingkungan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat juga dinilai penting untuk memperkuat tata kelola lingkungan hidup di Indonesia.

Perkuat Kepemimpinan Lingkungan Menuju Indonesia Emas 2045

Penghargaan yang diterima di tengah penyelenggaraan Forum Ahli Lingkungan Hidup 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pemanfaatan sumber daya alam, perlindungan keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan ekosistem.

Baca Juga: Sering Dikira Pemalas, Ini 5 Alasan Psikologis Mengapa Seseorang Betah di Rumah

Karena itu, kebijakan pembangunan perlu mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan, nilai jasa ekosistem, risiko ekologis, serta kepentingan generasi mendatang.

Melalui penghargaan ini, Yudi diharapkan dapat terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan profesionalisme ahli lingkungan, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup.

Penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi atas pengabdian selama ini, melainkan juga momentum untuk memperkuat tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Environmental Leadership Award 2026 bogor UNIDA