Jangan Asal Modif CVT Motor Matic, Ini Plus Minus Roller Ringan dan Berat

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 16:07 WIB
Ilustrasi CVT motor matic (Pexels/Mochammad Algi)
Ilustrasi CVT motor matic (Pexels/Mochammad Algi)

RADAR BOGOR - Modifikasi bagian CVT atau yang sering disebut kirian menjadi salah satu cara untuk mengubah karakter tarikan motor matic. 

Namun, perubahan roller, per CVT, kampas ganda, hingga V-belt tidak bisa dilakukan sembarangan karena setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan berkendara.

Roller Ringan Bukan Berarti Selalu Lebih Baik

Melansir pembahasan channel YouTube HND Garage, pemilihan komponen CVT sebaiknya disesuaikan dengan karakter motor dan medan yang sering dilalui. Penggunaan roller lebih ringan umumnya ditujukan untuk mendapatkan respons tarikan bawah yang lebih cepat.

Baca Juga: Gibran Soroti Video Petugas SPPG Makan Ayam Katsu, Singgung Korban Keracunan MBG

Konsekuensinya, karakter putaran mesin dapat berubah dan kemampuan di putaran atas bisa berkurang. Setelan seperti ini lebih sesuai bagi pengendara yang membutuhkan respons awal, misalnya ketika sering melewati jalan menanjak atau membutuhkan akselerasi dari kecepatan rendah.

Sebaliknya, roller yang lebih berat dapat digunakan ketika pengendara mengejar karakter tarikan atas dan kecepatan puncak. 

Setelan tersebut juga disebut dapat membantu efisiensi bahan bakar dalam kondisi tertentu, tetapi respons awal tidak akan sama seperti penggunaan roller lebih ringan.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih Lokasi, Sisi Lain Formasi PPPK Kesehatan Ini Jarang Diungkap

 

Per CVT dan Kampas Ganda Juga Berpengaruh

Perubahan karakter CVT tidak hanya bergantung pada roller. Per sentrifugal atau komponen kampas ganda juga dapat memengaruhi respons awal motor matic.

Karena itu, mengganti satu komponen tanpa mempertimbangkan komponen lainnya berisiko membuat karakter CVT justru tidak sesuai dengan kebutuhan. Pengendara sebaiknya menentukan terlebih dahulu apakah motor digunakan untuk harian, jalan perkotaan, tanjakan, atau perjalanan jauh.

Pemilihan V-belt juga perlu diperhatikan. Komponen dengan karakter material tertentu dapat memberikan cengkeraman berbeda, tetapi konsekuensinya terhadap keausan juga perlu dipertimbangkan.

Baca Juga: Dari Kebun ke Pasar Digital, UGM dan Perhutani Dorong Kopi Candiroto Naik Kelas

Modifikasi CVT Harus Sesuai Medan

Setelan CVT untuk motor yang digunakan di daerah pegunungan tentu tidak selalu sama dengan motor yang mayoritas digunakan di jalan datar. 

Begitu pula kebutuhan motor untuk perjalanan jauh dapat berbeda dengan kendaraan yang hanya digunakan di dalam kota.

Beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan sebelum membeli komponen CVT antara lain:

- Berat roller yang sesuai karakter penggunaan.

- Setelan per CVT dan per sentrifugal.

- Kondisi kampas ganda dan rumah kopling.

- Kondisi serta spesifikasi V-belt.

- Medan jalan yang sering dilalui.

- Prioritas antara akselerasi awal, tarikan atas, dan efisiensi BBM.

Baca Juga: 7 Cara Memutar Uang Kecil Jadi Besar, Bisa Mulai Rp100 Ribu

Jangan Terjebak Mengejar Semua Performa Sekaligus

Modifikasi CVT pada dasarnya merupakan proses mencari keseimbangan. Mengejar tarikan bawah biasanya memiliki konsekuensi terhadap karakter tarikan atas, sementara mengejar putaran atas juga dapat mengubah respons awal.

Karena itu, komponen mahal belum tentu memberikan hasil yang sesuai jika spesifikasinya tidak cocok dengan motor dan rute penggunaan. 

Pembelian komponen secara coba-coba juga dapat membuat biaya modifikasi membengkak tanpa mendapatkan karakter berkendara yang diinginkan.

Baca Juga: Jutaan Pekerja Informal Jawa Barat Sudah Punya Asuransi, Gratis Berobat hingga Jaminan Pendidikan

Sebelum mengubah kirian motor matic, sebaiknya tentukan terlebih dahulu kebutuhan utama dan kondisi penggunaan, bukan sekadar mengikuti tren atau rekomendasi tanpa memahami karakter komponennya.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : youtube HND garage
CVT kirian motor roller motor motor matic