RADAR BOGOR - Pemilik mobil perlu rutin merawat ban karena komponen ini menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan.
Mengutip dari kanal YouTube Roda Kencana Ban, pemeriksaan sederhana sebelum perjalanan dan secara berkala dapat membantu menjaga usia ban, kenyamanan berkendara, serta mengurangi risiko kerusakan yang tidak disadari.
1. Cek Tekanan Saat Ban Masih Dingin
Pemeriksaan tekanan angin sebaiknya dilakukan ketika ban masih dingin, misalnya sebelum mobil digunakan atau setelah kendaraan berhenti cukup lama. Tekanan ban bisa meningkat ketika ban panas setelah digunakan.
Baca Juga: Febrie Adriansyah Segera Disidang, Berkas Kasus TPPU Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
Jangan menggunakan patokan tekanan yang sama untuk semua mobil. Ikuti rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada buku manual kendaraan atau informasi yang tersedia pada mobil.
2. Jangan Menunggu Ban Terlihat Kempes
Ban yang kekurangan beberapa PSI belum tentu terlihat kempes dari luar. Namun, tekanan yang terlalu rendah dapat membuat dinding ban bekerja lebih berat dan meningkatkan temperatur ban.
Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan hambatan gulir dan mempercepat keausan pada bagian bahu ban.
Baca Juga: Bisikan Desa Grising, Film Horor Kolaborasi Tiga Negara Tayang 24 September 2026
Karena itu, tekanan ban sebaiknya diperiksa secara rutin setiap beberapa minggu atau sebelum perjalanan jauh.
Jika salah satu ban lebih cepat kehilangan tekanan dibandingkan ban lainnya, jangan hanya menambahkan angin. Periksa kemungkinan adanya kebocoran dari ban, pentil, atau pelek.
3. Periksa Kondisi Pentil Ban
Pentil merupakan komponen kecil yang berfungsi menjaga udara tetap berada di dalam ban. Seiring usia, pentil karet dapat mengeras, retak, rapuh, atau mengalami kebocoran.
Baca Juga: Liburan Edukatif di Bogor, Kuntum Farmfield Ajak Anak Kenal Hewan dan Dunia Pertanian
Saat memeriksa tekanan angin, kondisi pentil juga sebaiknya ikut diperhatikan. Tutup pentil perlu tetap terpasang untuk membantu melindungi bagian tersebut dari debu dan kotoran.
4. Lakukan Rotasi Ban Secara Berkala
Ban depan dan belakang bisa mengalami tingkat keausan berbeda. Pada kendaraan penggerak roda depan, misalnya, ban depan bekerja lebih berat karena menangani kemudi sekaligus menyalurkan tenaga mesin.
Rotasi ban secara berkala dapat membantu membuat keausan lebih merata. Namun, pola rotasi harus disesuaikan dengan jenis ban dan konfigurasi kendaraan, terutama jika menggunakan ban directional atau ukuran ban depan dan belakang berbeda.
Baca Juga: Spring of the Blade Hadirkan Xu Kai dan Zhou Ye, Catat Jadwalnya
5. Jangan Lupa Cek Dinding Ban Bagian Dalam
Salah satu bagian yang sering terlewat ketika merawat ban mobil adalah sidewall atau dinding ban bagian dalam.
Area yang menghadap ke kolong mobil lebih sulit terlihat sehingga kerusakan di bagian tersebut sering tidak disadari.
Periksa apakah terdapat benjolan, retakan, bekas gesekan, atau kerusakan akibat benturan dengan lubang jalan. Pemeriksaan ini penting dilakukan terutama setelah mobil menghantam lubang dengan cukup keras.
Baca Juga: 10 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Saat Berkendara di Cuaca Panas, Cegah Mobil Bermasalah
6. Pola Keausan Bisa Menjadi Petunjuk
Kondisi tapak ban dapat memberikan petunjuk mengenai masalah tekanan angin maupun kaki-kaki mobil. Beberapa pola keausan yang perlu diperhatikan antara lain:
- Bagian tengah cepat aus: tekanan angin kemungkinan terlalu tinggi.
- Kedua bahu cepat aus: tekanan angin kemungkinan terlalu rendah.
- Satu sisi cepat aus: dapat berkaitan dengan alignment atau spooring.
- Permukaan bergelombang: bisa berkaitan dengan suspensi, balancing, atau komponen kaki-kaki.
Jika penyebab keausan tidak diperbaiki, ban baru berpotensi mengalami masalah yang sama.
Baca Juga: Isyana Sarasvati Tampil di Lollapalooza India 2027, Satu Panggung dengan KATSEYE dan Limp Bizkit
7. Jangan Asal Gunakan Cairan Pengkilap Ban
Penggunaan cairan pengkilap ban juga perlu diperhatikan. Gunakan produk yang memang dibuat untuk perawatan ban dan ikuti petunjuk penggunaannya.
Cairan dressing sebaiknya tidak diaplikasikan pada tapak ban karena bagian tersebut membutuhkan daya cengkeram langsung dengan permukaan jalan. Saat mencuci, ban juga tidak perlu digosok secara berlebihan.
Pada akhirnya, kebiasaan mengecek tekanan angin, pentil, kondisi sidewall, pola keausan, serta melakukan rotasi secara berkala dapat membantu menjaga kondisi ban tetap optimal.
Baca Juga: Gaji Cepat Habis Padahal Ga Boros? Intip 23 Kebocoran Uang
Jika ditemukan kerusakan atau pola aus yang tidak normal, pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya dilakukan sebelum kendaraan kembali digunakan untuk perjalanan jauh.***
Editor : Asep SuhendarSumber : youTube Roda Kencana Ban