Motor Listrik Tersendat Saat Digas? Ini 3 Penyebab yang Perlu Dicek

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 14:00 WIB
Illustrasi Sensor rem pada motor listrik. (Foto: Youtube: @ChannelRS01)
Illustrasi Sensor rem pada motor listrik. (Foto: Youtube: @ChannelRS01)

RADAR BOGOR – Tarikan motor listrik yang tiba-tiba tersendat saat digunakan tentu bisa membuat pengendara khawatir.

Kondisinya dapat berupa akselerasi yang terasa putus-putus, motor listrik seperti kehilangan tenaga sesaat, hingga muncul sensasi hentakan ketika selongsong gas diputar.

Masalah tersebut cukup sering dianggap sebagai tanda adanya kerusakan serius pada dinamo atau baterai utama motor listrik.

Padahal, gangguan tarikan pada motor listrik tidak selalu disebabkan oleh kerusakan komponen penggerak.

Mengutip penjelasan teknis dari kanal YouTube Channel RS, motor listrik yang mengalami gejala tersendat atau sering disebut ndut-ndutan dapat dipicu oleh sistem keamanan kelistrikan maupun gangguan pada sensor yang bertugas membaca kondisi motor.

Berikut beberapa penyebab yang perlu diperiksa:

1. Sensor Cut-Off Rem Terlalu Sensitif atau Kotor

Baca Juga: Honda NS125FX Freedom Gundam Limited Edition, Skutik Unik Cuma 1.000 Unit

Salah satu penyebab yang dapat membuat motor listrik kehilangan tenaga secara tiba-tiba adalah sistem brake switch cut-off.

Fitur tersebut merupakan bagian dari sistem keamanan motor listrik. Ketika tuas rem ditarik, sistem akan secara otomatis menghentikan aliran daya dari controller menuju dinamo.

Masalah dapat muncul ketika pengendara secara tidak sadar menempatkan jari pada tuas rem dan sedikit menekannya ketika sedang memutar gas.

Akibatnya, sistem membaca kondisi tersebut sebagai pengereman dan memutus suplai daya.

Sensor juga dapat mengalami gangguan apabila tombol mikro atau microswitch yang berada di bagian pangkal tuas rem terkena debu maupun air hujan.

Ketika komponen tersebut kotor atau macet, sensor dapat aktif tanpa seharusnya sehingga aliran listrik menuju dinamo terputus-putus.

2. Sinyal Hall Sensor Dinamo BLDC Bermasalah

Motor listrik dengan dinamo Brushless DC (BLDC) menggunakan hall sensor untuk membaca posisi sudut putaran magnet pada rotor.

Informasi dari sensor tersebut kemudian digunakan controller sebagai acuan untuk mengatur penyaluran arus listrik secara tepat ke dinamo.

Jika soket kabel hall sensor longgar, mengalami korosi, atau terdapat pin sensor yang mulai melemah, controller bisa kesulitan membaca posisi rotor secara akurat.

Gangguan tersebut dapat menyebabkan putaran dinamo menjadi tidak stabil. Pengendara mungkin merasakan getaran yang lebih kasar, tarikan tersendat, hingga tenaga motor tiba-tiba berkurang ketika gas diputar.

Baca Juga: Kabupaten Bogor Jadi Titik Awal Festival Musik Tradisi Indonesia 2026, Fadli Zon Ungkap Alasannya

3. Tegangan Baterai Turun Mendadak

Penyebab lainnya dapat berasal dari voltage drop atau penurunan tegangan baterai secara tiba-tiba.

Kondisi ini dapat terjadi ketika motor membutuhkan arus dalam jumlah besar, misalnya saat berakselerasi secara mendadak, membawa beban berat, atau melewati tanjakan yang curam.

Pada kondisi tersebut, kebutuhan arus dari baterai meningkat cukup tinggi sehingga tegangan dapat turun untuk sementara waktu.

Jika tegangan turun hingga menyentuh batas bawah yang telah ditentukan sistem proteksi, Battery Management System (BMS) dapat memutus aliran listrik sesaat untuk melindungi sel baterai.

Pemutusan daya yang hanya berlangsung sepersekian detik tersebut dapat dirasakan pengendara sebagai motor yang tiba-tiba tersentak atau kehilangan tenaga.

Tips Mengecek Motor Listrik yang Tarikannya Tersendat

Sebelum langsung membawa motor listrik ke bengkel dan mengganti komponen tertentu, pemilik kendaraan dapat melakukan beberapa pemeriksaan awal.

Pertama, hindari kebiasaan meletakkan jari pada tuas rem ketika sedang memutar gas. Pastikan tuas rem benar-benar berada pada posisi bebas ketika motor mulai berakselerasi.

Kedua, perhatikan lampu rem belakang. Pastikan lampu tersebut tidak terus menyala ketika tuas rem sudah dilepaskan.

Lampu rem yang tetap aktif dapat menjadi salah satu petunjuk adanya masalah pada sensor cut-off.

Selanjutnya, area engsel tuas rem dapat dibersihkan. Pengendara juga dapat menggunakan contact cleaner pada bagian tombol microswitch sensor rem untuk membantu membersihkan kotoran yang mengganggu kinerjanya.

Baca Juga: Kampung Main Cipulir, Wisata Keluarga yang Punya Outbound hingga Kolam Renang

Terakhir, periksa soket kabel utama yang menuju dinamo dan baterai. Pastikan seluruh konektor terpasang dengan kuat serta tidak terdapat kotoran, korosi, maupun kerak akibat air.

Dengan memahami sistem kelistrikan dan sensor pada motor listrik, pengendara dapat melakukan pemeriksaan awal ketika muncul gejala tarikan tersendat.

Langkah tersebut juga dapat membantu mencegah pemilik kendaraan terburu-buru mengganti komponen mahal sebelum mengetahui sumber masalah sebenarnya. (Raditya/Boash)

Editor : Yosep Awaludin
akselerasi pengendara motor listrik