RADAR BOGOR - Vespa akhirnya menaikkan kapasitas mesin Sprint dan Primavera.
Dengan bore up langsung dari pabrik, kedua skuter ini kini memakai mesin 174,1 cc, naik dari versi sebelumnya yang 154,8 cc.
Selain performa yang lebih kencang, ada panel speedometer baru dan sejumlah fitur lain, tetapi harganya tidak naik.
Baca Juga: MotoGP Qatar Terancam Sepi, 19 Pebalap Dikabarkan Menolak Balapan karena Faktor Keamanan
Harga
- Vespa Sprint S: Rp61.000.000
- Vespa Primavera S: Rp58.500.000
- Vespa Sprint Tech (Sprint termahal): Rp66.000.000
Harga seluruh varian, termasuk model dasar tanpa label S, sama dengan versi sebelumnya. Ulasan ini membahas varian S karena fiturnya paling lengkap. Versi standar tidak memakai kunci keyless.
Baca Juga: Cari Mobil Keluarga Harga Rp100 Jutaan? Toyota Avanza Veloz 2014 Bisa Jadi Pilihan
Mesin: Bore Up ke 174,1 cc
Arsitektur mesinnya tetap memakai teknologi i-Get 3 katup, kepala silinder SOHC, dan pendingin udara dengan kipas di sisi kanan, tanpa radiator. Perubahan utama ada pada ruang bakar:
- Langkah piston: tetap 58,6 mm
- Diameter piston: naik dari 58 mm menjadi 61,5 mm
- Kapasitas: dari 154,8 cc menjadi 174,1 cc
- Tenaga: naik 24% menjadi 14,8 hp
- Torsi: naik 8% menjadi 13,7 Nm
Baca Juga: Pendatang Baru SUV Listrik China Ini Bikin Pesaing Waswas, Tawarkan SUV 174 HP
Selain piston, Vespa juga mengubah camshaft, saluran masuk dan buang, serta kepala silinder, termasuk kontur ruang bakarnya.
Efisiensi volumetriknya dihitung ulang untuk mendapatkan tenaga yang lebih baik.
Hasil Uji Performa
Dibanding mesin 155 cc lama pada Sprint S:
Baca Juga: Sering Terlupakan, Ini Fungsi Oli Gardan dan Bahaya Jika Telat Diganti
- 0-100 km/jam: 26 detik menjadi 22,18 detik
- 0-201 meter: sekitar 13 detik menjadi 12,2 detik
Kecepatan tertinggi: dari 110 km/jam menjadi 119 km/jam (GoPro) dan 120 km/jam di speedometer. Pada GPS tercatat 111,4 km/jam
Kecepatan puncaknya kini mendekati Honda Stylo yang sekitar 120 km/jam. Tarikan terasa langsung bertenaga sejak gas dibuka dan karakternya merata hingga putaran atas.
Baca Juga: Setir Mobil Terasa Longgar atau Oblak? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
CVT juga dikalibrasi ulang sehingga penyaluran tenaga lebih halus. Saat gas dibuka-tutup di kecepatan 50 sampai 60 km/jam tidak ada sentakan atau getaran.
Getaran hanya masih terasa saat idle atau berhenti, mirip versi sebelumnya. Triknya, tarik tuas rem, terutama yang belakang, agar getaran berkurang.
Konsumsi BBM
Dalam pemakaian harian di Jakarta (macet, gas penuh, dan perjalanan ke arah Bogor), konsumsi rata-rata mencapai sekitar 33 sampai 35 km/liter.
Baca Juga: Sering Terlupakan, Ini Fungsi Oli Gardan dan Bahaya Jika Telat Diganti
Versi 155 cc sebelumnya hanya sekitar 31 sampai 32 km/liter. Meski demikian, selisihnya masih sekitar 10 km/liter dibanding Honda PCX, Yamaha NMAX, atau Honda Stylo yang mencapai 40 sampai 44 km/liter.
Posisi Berkendara
- Bobot: hanya 132 kg, lebih ringan dari PCX atau NMAX
- Tinggi jok: tidak diumumkan resmi. Bagi pengendara 165 cm, kaki masih bisa menjejak meski berjinjit. Joknya lebar dan tebal, sehingga kaki agak mengangkang
Baca Juga: Daihatsu Zebra Espass: Minibus Pintu Sliding Termurah dan Serba Guna
- Ergonomi: jarak jok ke lantai pijakan cukup besar sehingga kaki tidak terlalu menekuk, memberi kesan duduk yang anggun
- Setang: tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, dengan visibilitas ke depan yang baik
- Posisi kaki: ada tiga pilihan, yaitu posisi netral, selonjor, atau memakai footpeg penumpang untuk gaya sporty saat menikung
Posisi berkendaranya nyaris tidak berubah sejak Sprint pertama hadir di Indonesia. Perubahan hanya pada sisi jok yang dibuat lebih ramping agar kaki lebih mudah menjejak.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Silicone Spray! Ini 4 Manfaatnya untuk Merawat Komponen Mobil agar Awet
Footpeg penumpang kurang nyaman karena kaki harus ditekuk ke dalam. Pembuat video menyarankan footpeg yang bisa dilipat.
Jok. Ketebalan jok Primavera dan Sprint sama, tetapi kulit Primavera lebih kaku sehingga terasa lebih keras. Jok Sprint terasa lebih empuk dan lebih nyaman.
Handling dan Suspensi
Handling tidak banyak berubah. Bobot ringan dan wheelbase tidak terlalu panjang membuatnya lincah di kemacetan.
Baca Juga: Kampas Rem Motor Masih Tebal tapi Berdecit, Coba Periksa 4 Bagian Ini
Suspensi belakang: nyaman, dengan rebound dan compression yang disetel ke arah kenyamanan. Ada pengaturan preload 4 tingkat yang diputar di bagian bawah.
Suspensi depan: memakai single swing arm khas Vespa. Saat menikung terasa sedikit goyang pada awal pemakaian, terutama bagi pengguna motor Jepang yang terbiasa dengan suspensi dua sisi. Setelah terbiasa, grip terasa baik dan menikung terasa ringan.
Karakter: kompresi depan cenderung lambat, bagus untuk menikung stabil di jalan mulus. Di jalan rusak, suspensi belum sempat kembali sehingga terasa agak kaku. Kenyamanan depan di jalanan Indonesia dinilai masih kurang.
Baca Juga: Awas Keliru, Ini 4 Cara Panasin Mesin Motor yang Benar
Pengereman
- Rem depan: cakram 200 mm dengan kaliper dua piston. Daya henti cukup kuat, tetapi tuas terasa agak keras dan kurang responsif
- ABS: single channel (depan saja). ABS hanya aktif di atas 8 km/jam. Di bawah itu, logo ABS berkedip sebagai pengingat
- Rem belakang: masih tromol 140 mm dengan rasa pengereman biasa saja
Baca Juga: Sulap Wuling Aira EV Jadi Senyaman Mobil Mewah, Ini Rahasia Modifikasinya
Pembuat video berharap Sprint dan Primavera ke depan memakai rem cakram belakang.
Tampilan dan Fitur Vespa Primavera S
Perbedaan varian S dibanding model standar ada pada kunci keyless, jok, serta warna karet pijakan, grip, dan gas yang berwarna cokelat sehingga tampak lebih elegan.
Eksterior:
Baca Juga: Bensin Motor Bebek Terus Mengalir saat Mesin Mati? Kenali 4 Penyebab Kran Otomatis Bocor
- Spion: kembali ke desain bulat klasik berwarna krom agar serasi dengan lampu depan
- Lampu: LED depan dan belakang. Terang cahayanya biasa saja dan terasa menyorot terlalu jauh, sehingga ada peluang bagi lampu aftermarket
- Trim depan: desain baru dengan aksen krom lebih banyak
- Emblem fender depan: baru, berwarna krom, hanya ada di Primavera
- Velg: desain baru dua warna. Sisi luar dipoles, bagian tengah berwarna emas, dengan pola jari-jari baru
Baca Juga: Harga di Bawah Rp600 Juta, Leapmotor C10 Tawarkan SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 530 Km
- Panel instrumen: speedometer kini full digital, berbeda dengan versi lama yang memiliki dua kluster atas dan bawah. Tombol engine cut off, tombol mode di kedua sisi, dan starter tetap lengkap. Di kiri ada tombol lampu jauh, sein, dan klakson.
Suara klakson cukup pelan, kemungkinan karena mengikuti standar Vietnam, tempat motor ini diproduksi.
- Keyless dan remote: tidak ada lagi kunci colok pada Sprint S. Sebagai gantinya ada remote dengan dua tombol: tombol atas untuk mencari motor (lampu sein menyala tanpa bunyi) dan tombol bawah untuk membuka jok dari jarak jauh. Ada juga tuas darurat untuk membuka jok jika baterai habis.
- Bagasi dan ruang mesin: bagasi berbentuk ember yang bisa diangkat sehingga memudahkan servis, karena bodi monokok tidak bisa dibongkar seperti motor bebek atau skuter Jepang. Satu helm open face dan jas hujan bisa masuk, tetapi bagian bawahnya cukup panas. Sebaiknya jangan menyimpan barang elektronik di dalam bagasi.
Baca Juga: Harga di Bawah Rp600 Juta, Leapmotor C10 Tawarkan SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 530 Km
- Tangki bahan bakar: kapasitas turun dari 8 liter menjadi 7,5 liter. Tangki kini berbahan plastik, dan selang serta seal sudah disesuaikan untuk BBM dengan etanol 10%.
- Kompartemen depan: dibuka dengan menekan tombol. Ruangnya cukup untuk botol minum, sarung tangan, atau ponsel, dan ada colokan USB untuk mengisi daya. Ada pula pengait tas di bagian depan.
- Pegangan belakang: pada Primavera melingkar penuh ke belakang, sedangkan Sprint hanya setengah. Lampu belakang sama.
Ringkasan Kelebihan dan Kekurangan
Baca Juga: Pendatang Baru SUV Listrik China Ini Bikin Pesaing Waswas, Tawarkan SUV 174 HP
Kelebihan:
- Mesin 174,1 cc lebih bertenaga dan lebih kencang
- Lebih irit dibanding versi 155 cc
- CVT halus, tanpa sentakan di putaran menengah
- Bobot ringan dan lincah
- Harga tidak naik
- Fitur lengkap: keyless, remote jok, panel digital, USB
Baca Juga: VOGE R800 Siap Meluncur di EICMA 2026, Naked Bike China Ini Bikin Penasaran
Kekurangan:
- Getaran saat idle
- Suspensi depan terasa kaku di jalan rusak
- Lampu depan kurang terang
- Klakson pelan
- Rem belakang masih tromol
Baca Juga: 5 Ciri Radiator Mobil Masih Sehat, Kenali Tandanya agar Mesin Tidak Mudah Overheat
Vespa Sprint S dan Primavera S 2024 menawarkan peningkatan nyata dengan mesin 174,1 cc: tarikan lebih kencang, konsumsi BBM lebih irit, dan fitur lebih lengkap, tanpa kenaikan harga.
Untuk pemakaian harian di kota, motor ini sudah nyaman. Jika Anda menyukai desain klasik Vespa dan butuh performa lebih, Sprint S dan Primavera S layak masuk daftar pilihan.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Otomotif tv