Pengembangan Kokurikuler Berbasis Lingkungan di SMAN 4 Bogor

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:41 WIB
Kegiatan Kokulikuler di SMAN 4 Kota Bogor.
Kegiatan Kokulikuler di SMAN 4 Kota Bogor.
 
RADAR BOGOR - Pembelajaran kokurikuler yang dilaksanakan di sekolah merupakan kegiatan pembelajaran di luar jam pelajaran kelas. 

Bertujuan untuk menguatkan, mendalami, atau memperkaya materi intrakurikuler (Kegiatan inti belajar) guna mengembangkan kompetensi dan karakter siswa. 

Menghubungkan teori di kelas dengan praktik nyata di lapangan. Di SMAN 4 Bogor, kokurikuler dilaksanakan untuk penguatan karakter positif (Gerakan 7 Kebiasaan anak Indonesia Hebat) serta kokurikuler berbasis lingkungan.

Di antaranya, membuat vlog edukatif tentang Adiwiyata SMAN 4 Bogor dengan 11 tema sesuai kurikulum adiwiyata. Seminar tentang "Dari Sekolah untuk Penghijauan".

Kemudian penanaman cabai, penyebaran bibit ikan nila. Pembuatan PPT tentang Pemeliharaan Tanaman Cabai dan Ikan Nila. 

Dan penyampaian instruksi kepada murid secara berkelompok untuk membawa beberapa tanaman pada projek "Taman Produktif di Sekolah", Budidaya ikan nila dengan system bioflok, penanaman tanaman buah ditambulampot, penanaman tanaman pangan, Green house, penanaman tanaman obat terutama tanaman ginseng yang bisa diolah untuk diproduksi menjadi kerupuk Ginseng.

Baca Juga: Ada Daerah Masih Menunggu Keputusan Terkait Nasib PPPK Paruh Waktu September 2026

Pembelajaran kokurikuler kelas X dilaksanakan dengan pengelolaan sampah kering menjadi kompos, pengelolaan sisa sisa makanan yang organic dengan ember composting yang menghasilkan pupuk lindi atau pupuk cair.

Kegiatan kokurikuler berbasis lingkungan tidak hanya untuk pembentukan karakter siswa tetapijuga untuk melatih jiwa kewirausahaan siswa.  

Budidaya ikan, tanaman dan lainnya siswa diberikan pembelajaran dari mulai perencanaan permodalan, pelaksanaan, panen sampai dengan pemasaran.  

Semua kegiatan berbasis lingkungan dilakukan oleh siswa secara mandiri dan berkelompok dengan bimbingan dari guru sebagai fasilitator.  

Dampak terhadap hasil kokurikuler ini Adalah siswa menjadi terbiasa bersentuhan langsung dengan tanah,air dan lingkungan sebagai tanda kecintaan mereka pada tanah kelahiran dan ingat dari mana mereka tercipta bentuk Syukur atas semua nikmat yang diberikan oleh yang maha kuasa.  

Pembentukan karakter mandiri, Kerjasama, disiplin dan tanggung jawab, tentunya akan terbentuk juga jiwa kewirausahaan dalam diri mereka. 

Siswa diajarkan bagaimana memasarkan ikan nila, cabe hasil panen, kerupuk gingseng,kompos pada orang tuanya dan Masyarakat.  

Dampak terhadap warga sekolah terbentuk ketahanan pangan, hasil panen bisa dikonsumsi secara Bersama oleh warga sekolah untuk peningkatan gizi dan kualitas makanan.  

Baca Juga: PPPK Dosen Bisa Masuk Skema Pengadaan Khusus PNS, Ini Dasar Hukumnya

Sehingga dari pembelajaran kokurikuler di sekolah bisa terbentuk ketahanan pangan yang berkelanjutan, bisa dirasakan oleh semua warga sekolah.

Semoga praktik baik yang saya tulis bisa menginspirasi Masyarakat pada umumnya, di sekolah dengan lahan tanah yang terbatas bisa tercipta pembelajaran berbasis lingkungan. (***)

Oleh: Yulianti Rosdian, M.Pd
Kepala SMAN 4 Bogor

Editor : Yosep Awaludin
kokulikuler karakter siswa SMAN 4