RADAR BOGOR - "Kita lupa bahwa apa yang sedang kita cari adalah kunci kebahagiaan yang hilang, bukan hanya kesenangan sementara di tempat yang terang, kesenangan adalah faktor luar dan kebahagiaan adalah faktor dalam”
Ya, kita sering lupa bahwa yang sedang kita cari dalam hidup bukan sekadar kesenangan sesaat, melainkan kunci kebahagiaan yang mungkin telah lama hilang di tengah kesibukan mengejar dunia.
Kita sibuk mengejar pencapaian, pengakuan, dan hal-hal yang tampak indah di mata.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan 1,28 Triliun untuk 25 Juta Rekening Gratis bagi KPM Desil 1-4
Kita mengira, kebahagiaan akan datang ketika semua keinginan terpenuhi.
Padahal, kesenangan sering kali hanya menjadi bagian kecil dari perjalanan, hadir sesaat lalu berlalu, sementara kebahagiaan sejati tumbuh dari dalam diri.
Kesenangan dipengaruhi oleh apa yang kita miliki dan alami.
Sedangkan, kebahagiaan berakar pada cara kita menerima kehidupan, mensyukuri hal-hal sederhana, dan menemukan makna dalam setiap perjalanan.
Mungkin, selama ini kita terlalu sibuk mencari cahaya di luar hingga lupa menyalakan cahaya di dalam diri sendiri.
Kita terlena mencari tempat yang terang, tapi lupa bahwa ketenangan tak selalu ditemukan di tengah gemerlap.
Pada akhirnya, kebahagiaan bukan tentang seberapa banyak yang berhasil kita raih, melainkan seberapa dalam kita mampu menghargai apa yang telah dimiliki.
Sebab, hidup yang bermakna tidak selalu dipenuhi hal-hal besar, tetapi oleh hati yang mampu merasa cukup, pikiran yang tetap jernih, dan jiwa yang tidak kehilangan arah.
Baca Juga: Desil Bansos PKH BPNT Tiba-Tiba Hilang? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Barangkali, kunci kebahagiaan yang kita cari tidak pernah benar-benar hilang.
Kita hanya terlalu jauh melangkah ke luar, hingga lupa untuk kembali ke dalam diri sendiri. (*)
Harlan Bestari Bengardi
CEO Pestigo & Komisaris Agricon Group