RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH BPNT tahap 3 untuk periode Juli-September 2026 masih berjalan. Menjelang persiapan tahap 4 Oktober-Desember, sebagian KPM masih menunggu pencairan karena proses validasi dan penerbitan KKS baru belum seluruhnya selesai.
Mengutip dari kanal Youtube Cek Bansos pada Kamis, 24 September 2026, penyaluran PKH disebut telah mencapai sekitar 85 persen, sedangkan BPNT sekitar 87 persen. Sisa data yang belum cair banyak berkaitan dengan KPM hasil validasi dan pemegang KKS baru.
PKH Tahap 3 Capai 85 Persen
Penyaluran PKH tahap 3 telah mencapai sekitar 85 persen secara nasional. Masih ada sekitar 15 persen data yang belum tersalurkan, termasuk PKH validasi dan KPM dengan KKS baru.
Baca Juga: DPRD Kota Bogor Soroti Data Pembebasan Lahan R3, Minta Pemkot Duduk Bersama Warga
Karena tahap 3 segera memasuki batas akhir pelaporan, proses administrasi untuk menuju tahap 4 juga mulai disiapkan.
BPNT Sudah Tersalurkan 87 Persen
Sementara itu, realisasi BPNT berada di kisaran 87 persen. Sekitar 13 persen lainnya masih dalam proses, terutama untuk BPNT validasi dan KKS baru.
KPM yang belum menerima dana perlu memastikan status datanya terlebih dahulu, sehingga tidak langsung menyimpulkan bahwa bantuan dihentikan.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Ilalang di Dayeuh Cileungsi Bogor, Api Nyaris Merembet ke Rumah Warga
KPM Lama Perlu Cek Status Data
KPM yang sebelumnya sudah menerima bansos tetapi pencairannya belum masuk disarankan mengecek status melalui SIKS-NG.
Pengecekan diperlukan untuk mengetahui posisi data, termasuk apakah masih dalam proses validasi atau terdapat tahapan lain yang belum selesai.
PKH dan BPNT Validasi Berpeluang Cair Bersamaan
Data bayar untuk kelompok tersebut disebut telah muncul dalam proses final closing SIKS-NG. Di beberapa wilayah, pencairan hasil validasi juga mulai dilakukan melalui bank penyalur.
Baca Juga: Petani dan Mahasiswa di Bogor Sampaikan Tuntutan Terkait Masalah Agraria pada Hari Tani Nasional
Jika seorang KPM memenuhi ketentuan untuk PKH dan BPNT, bantuan dari kedua program tersebut dapat masuk pada periode yang sama. Kondisi ini membuat pencairannya terlihat seperti dobel, tetapi nominal tetap mengikuti program dan komponen yang tercatat pada data masing-masing KPM.
Perlinsos Disiapkan untuk Bansos 2027
Mulai Oktober hingga Desember, penerima bansos aktif maupun masyarakat yang belum pernah menerima bantuan disebut akan mengikuti proses pendaftaran atau pemutakhiran data melalui portal Perlinsos.
Data yang diperbarui melalui Perlinsos nantinya menjadi bagian dari basis data untuk program bansos 2027 dan dipadankan dengan DTSEN.
Baca Juga: Taman Corat-Coret Kota Bogor Tak Lagi Estetik, Dedie Rachim Ajak Seniman Grafiti Kembali Berkarya
Pendamping PKH akan berperan sebagai agen Perlinsos yang mendampingi warga ketika menemui kesulitan dalam proses registrasi atau perubahan informasi penerima.
“Petugas PKH nantinya ikut mendukung pelaksanaan Perlinsos di daerah, terutama untuk mendampingi warga yang membutuhkan bantuan saat mengakses layanan tersebut,” ungkap narator melalui kanal Youtube Cek Bansos.
Ada Wacana Subsidi Diuangkan
Sistem bansos digital pada 2027 juga dikaitkan dengan wacana perubahan sebagian mekanisme subsidi menjadi bantuan dalam bentuk uang. Dalam informasi tersebut disebut perkiraan nilai hingga Rp5,4 juta.
Baca Juga: SMPN 6 Bogor Helat Maulid Nabi Muhammad SAW, Siswa Tampil Penuh Percaya Diri
Namun, angka tersebut bukan berarti setiap penerima akan memperoleh Rp5,4 juta. Besaran bantuan tetap bergantung pada jenis program, sasaran penerima, dan ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, KPM yang belum menerima bansos tahap 3 masih perlu memantau status datanya, terutama bagi yang masuk proses validasi atau menggunakan KKS baru.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : Youtube Cek Bansos