RADAR BOGOR - Di tengah upaya nasional menekan prevalensi stunting, Alfamart terus mengambil peran melalui program berkelanjutan yakni Satu Telur Sehari.
Program yang telah berjalan sejak 2022 ini konsisten memperluas jangkauan penerima manfaat sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia termasuk pada 2026.
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya tahun ini, program tersebut diperluas ke-39 kota termasuk Bogor dengan target distribusi lebih dari 510.000 butir telur bagi lebih dari 2.700 anak yang terindikasi stunting.
Secara periodik, telur didistribusikan selama tiga hingga enam bulan melalui kader posyandu dan dinas kesehatan setempat yang turut melakukan pemantauan tumbuh kembang anak penerima manfaat.
Seiring berjalannya waktu, cakupan program “Satu Telur Sehari” terus mengalami peningkatan, baik dari sisi wilayah maupun jumlah penerima manfaat. Pada 2026, program ini menargetkan distribusi lebih dari 510.000 butir telur untuk lebih dari 2.700 anak di 39 kota.
Sebelumnya pada 2025 lalu Alfamart mendistribusikan lebih dari 189.000 butir telur kepada 1.000 anak terindikasi stunting di 25 kota, dengan rata-rata 72 persen anak penerima manfaat menunjukkan perkembangan tumbuh kembang yang positif.
Sementara pada 2024, sebanyak 103.000 lebih butir telur disalurkan kepada 591 anak di 12 kota. Adapun pada awal pelaksanaan program tahun 2022, lebih dari 177.000 butir telur telah didistribusikan kepada 1.000 anak di 10 kota.
General Manager Corporate Communications Alfamart Rani Wijaya mengatakan, program “Satu Telur Sehari” difokuskan kepada anak-anak yang terindikasi mengalami perlambatan pertumbuhan dan penurunan status gizi.
Penentuan penerima manfaat dilakukan berdasarkan pendataan bersama dinas kesehatan setempat agar program berjalan tepat sasaran.
“Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, tetapi menjadi salah satu bentuk intervensi sederhana yang dinilai efektif dan efisien dalam membantu penanganan stunting di berbagai daerah," ujar Rani dalam keterangannya.
Selama 4 tahun berjalan, menurut Rani respons positif dan perkembangan anak penerima manfaat menjadi semangat bagi Alfamart untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan.
Tak hanya itu kata Rani, program tersebut juga tidak berhenti pada pemberian bantuan pangan, melainkan disertai pemantauan berkala terhadap perkembangan anak melalui pencatatan yang dilakukan bersama dinas kesehatan dan kader posyandu.
“Semangatnya adalah bagaimana Alfamart dapat turut berkontribusi membantu menekan angka stunting, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang menjadi generasi unggul di masa depan,” jelasnya.
Sebagai informasi, program “Satu Telur Sehari” tahun 2026 resmi dimulai sejak Mei dan selama periode Mei hingga Oktober 2026, distribusi telur dilakukan setiap periodik kepada lebih dari 2.700 anak penerima manfaat di 39 kota.
Tak hanya distribusi protein hewani, program ini juga dibarengi dengan pencatatan tumbuh kembang anak, pendampingan,edukasi gizi bagi orang tua serta pemberian Buku menu olahan telur khusus untuk semua penerima manfaat.
Melalui kolaborasi bersama dinas kesehatan dan kader posyandu, edukasi tersebut diharapkan dapat membantu keluarga memahami pentingnya pola makan bergizi sederhana untuk mendukung pertumbuhan anak secara berkelanjutan.
Editor : Eka Rahmawati