BGN Uji Coba MBG Prasmanan di Kelas, 60 Dapur Terlibat

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 05:44 WIB
Kepala BGN Sudaryono (YouTube Sudaryono)
Kepala BGN Sudaryono (YouTube Sudaryono)

RADAR BOGOR - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam kanal resminya, YouTube Sudaryono pada 5 Oktober 2026, mengungkapkan bahwa uji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di kelas sudah berjalan di puluhan dapur.

Dalam skema ini, makanan dibawa hangat dari dapur ke sekolah, lalu disajikan langsung di dalam kelas.

"Per hari ini, di tanggal 5 ini, kita sudah piloting di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas. Makanan dibawa hangat-hangat ke kelas, kemudian disajikan di kelas," kata Sudaryono.

Sudaryono menegaskan bahwa program ini masih berstatus uji coba. Ia berharap dukungan masyarakat agar skema ini bisa diperluas.

Baca Juga: Jangan Asal Kirim Berkas, Begini Tips Lolos Administrasi CPNS

"Ini kita lagi piloting. Kami harapkan doa dan dukungannya, kita bisa lebih luas," ujarnya.

Sudaryono menjelaskan dua manfaat utama dari sistem prasmanan di kelas. Pertama, makanan terasa lebih enak karena disantap saat masih hangat. Kedua, makanan lebih segar karena tidak ada jeda waktu yang lama sebelum dikonsumsi.

"Satu, makanannya lebih enak karena hangat-hangat. Yang kedua, tentu saja lebih fresh karena tidak ada delay waktu, sehingga mengurangi risiko makanan yang rusak," jelas Sudaryono.

Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang sudah tidak layak konsumsi.

Baca Juga: PPK Mengundurkan Diri Tapi Masih ASN? Kok Bisa? Cek Faktanya

Selain soal kualitas makanan, Sudaryono menyebut sistem ini memiliki fungsi edukasi. Siswa dilibatkan untuk melayani teman-temannya secara bergiliran.

"Kemudian juga ada fungsi edukasinya. Tentu saja ini membutuhkan semacam kerja sama. Jadi kalau prasmanan ini, yang dilatih adalah dapurnya, yang dilatih juga adalah sekolahnya, karena yang melayani adalah siswa. Jadi siswa itu ada piket, kayak di Jepang gitu lah," katanya.

Meski masih dalam tahap uji coba, Sudaryono mengaku sudah menerima laporan awal dari lapangan yang cukup menggembirakan. Ia mengatakan BGN masih ingin melihat lebih jauh bagaimana para pelaksana menjalankan skema ini.

"Kita ingin melihat pelaksananya seperti apa. Sejauh ini tadi saya dapat laporan, tingkat kehabisan makanannya bagus, artinya lebih fresh. Kemudian ada yang mau nambah, masih ada sisa, bisa nambah," ungkapnya.

Baca Juga: Jangan Asal Klik, Ini Ciri-Ciri Pengumuman Resmi PPPK 2026

Menurut Sudaryono, karena siswa bisa menambah porsi sesuai kebutuhan, sisa makanan yang terbuang pun menjadi lebih sedikit.

Dengan hasil awal yang positif, BGN berharap sistem prasmanan di kelas bisa diterapkan di lebih banyak dapur dan sekolah. Evaluasi akan terus dilakukan selama masa uji coba agar penerapannya berjalan aman dan memberi manfaat maksimal bagi siswa penerima MBG.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Sudaryono
sistem prasmanan di kelas uji coba SUDARYONO Mbg BGN