RADAR BOGOR - Bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dilaporkan kembali cair di sejumlah wilayah pada 20 Oktober 2026. Berdasarkan informasi Arfan Saputra Channel pada Rabu, 21 Oktober 2026, nominal bantuan yang masuk ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bervariasi, mulai dari Rp600.000 hingga Rp1.800.000.
Pencairan tersebut bukan bantuan reguler tahap 4, melainkan susulan tahap 2 dan tahap 3. Penerimanya mencakup pemegang KKS baru, KPM PKH validasi by system, serta pemilik kartu lama yang sebelumnya belum menerima bantuan.
Sementara itu, penyaluran reguler PKH dan BPNT tahap 4 untuk periode Oktober-Desember 2026 diperkirakan berlangsung pada November hingga Desember. Jadwal tersebut masih perlu menunggu kepastian lebih lanjut.
Baca Juga: Kenali 4 Tanda Termostat Radiator Motor Bermasalah, Jangan Abaikan Overheating
Rincian Pencairan PKH dan BPNT Susulan
1. KKS BRI di Lampung Cair hingga Rp1.800.000
Di Lampung, pemegang KKS BRI keluaran 2023 yang sebelumnya lama tidak menerima bantuan dilaporkan memperoleh saldo Rp1.800.000 pada 20 Oktober 2026 pukul 10.25 WIB. Dana tersebut disebut merupakan gabungan PKH dan BPNT susulan.
KKS baru BRI juga dilaporkan mengalami penarikan tunai sebesar Rp1.300.000 sekitar pukul 12.00 WIB untuk bantuan PKH dan BPNT susulan tahap 2 dan 3.
Baca Juga: Update PSG vs Barcelona: Les Parisiens Bungkam Blaugrana 4-2
2. KKS BSI di Aceh Menerima Rp1.700.000
Pengecekan saldo KKS Bank Syariah Indonesia (BSI) di Aceh pada pukul 06.55 WIB menunjukkan dana masuk sebesar Rp1.700.000. Pencairan tersebut disebut berkaitan dengan bantuan gabungan tahap 2 dan tahap 3.
3. KKS Mandiri Menerima BPNT Rp600.000 dan PKH Rp1.500.000
Di Bengkulu Utara, BPNT murni susulan tahap 3 dilaporkan cair sebesar Rp600.000 melalui KKS Mandiri. Nominal serupa juga diterima KPM di Kelurahan Sembuluh, Kabupaten Seruyan.
Sementara itu, penerima di Brebes dilaporkan menarik Rp1.500.000 pada 19 Oktober 2026. Dana tersebut diindikasikan sebagai PKH validasi by system untuk komponen balita, dengan perhitungan bantuan bagi dua anak dalam dua tahap penyaluran.
Baca Juga: Muara Jambu Ciater Subang: Camping, Rafting Tubing, Kolam Renang
4. KKS BNI Dilaporkan Menerima Rp1.500.000 dan Rp600.000
Pencairan susulan melalui BNI juga dilaporkan terjadi. Salah satu penerima menarik dana PKH dan BPNT sebesar Rp1.500.000 pada pukul 13.58 WIB. Adapun pemegang KKS baru BNI terpantau menerima saldo Rp600.000.
Nominal yang diterima setiap KPM dapat berbeda sesuai jenis bantuan, komponen PKH, dan periode penyaluran yang dibayarkan.
Bantuan PIP SD dan SMA Turut Dilaporkan Cair
Selain PKH dan BPNT, Program Indonesia Pintar (PIP) juga dilaporkan cair bagi penerima di sejumlah daerah.
1. PIP SMA Ditarik melalui Agen BRI
Penerima PIP jenjang SMA dengan rekening BNI dilaporkan mencairkan Rp1.785.000 melalui agen BRI. Nominal tersebut lebih rendah Rp15.000 dari besaran bantuan Rp1.800.000. Dalam video, selisihnya dikaitkan dengan biaya penarikan melalui agen berbeda bank atau wilayah.
Baca Juga: Situ Rawa Gede Bekasi: Wisata Mancing dan Kuliner di Tepi Danau
2. PIP SD di Lombok Tengah Cair Rp445.000
Penerima PIP SD di Lombok Tengah yang menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) lama berwarna ungu, termasuk siswa kelas 5 dan 6, dilaporkan menerima Rp445.000. Nominal tersebut sedikit di bawah besaran bantuan normal sekitar Rp450.000 dan dikaitkan dengan biaya transaksi penarikan.
KPM Perlu Memastikan Tahap Penyaluran
Laporan pencairan pada 20 Oktober 2026 menunjukkan bahwa bantuan susulan PKH dan BPNT masih diterima oleh sejumlah KPM, baik pemegang KKS baru maupun kartu lama. Namun, dana yang masuk ke rekening tidak otomatis menandakan pencairan reguler tahap 4 sudah dimulai.
Baca Juga: Bansos PKH, BPNT, PIP, dan KIP Cair 20 Oktober 2026: Susulan Tahap 2 dan 3
KPM dapat memeriksa saldo melalui ATM atau e-warong serta mengonfirmasi jenis bantuan dan periode pencairan kepada pendamping sosial. Informasi tersebut penting untuk membedakan bantuan susulan tahap 2 dan 3 dari penyaluran reguler tahap 4 yang jadwalnya masih menunggu kepastian.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : YouTube Arfan Saputra Channel