RADAR BOGOR - Mobil hatchback modern ini sudah hadir sebelum Honda Jazz dan Toyota Yaris.
Dulu sempat menjadi primadona, tetapi pamornya anjlok setelah para pesaing datang.
Padahal desainnya yang mendekati wagon punya potensi untuk dimodifikasi, dan harganya kini sangat terjangkau. Inilah Suzuki Aerio.
Sejarah Singkat
Baca Juga: Nissan Terrano Bekas: SUV Klasik Rasa Cherokee, Harga Murah
Mobil Suzuki Aerio hadir sejak 2001, sebelum Honda Jazz dan Yaris ada. Suzuki lebih dulu membuat hatchback modern yang pada masanya cukup disukai.
Namun masa produksinya di Indonesia relatif singkat, yaitu 2001 sampai 2006. Aerio menggantikan Suzuki Esteem dan Suzuki Baleno.
- 2001: Masuk dalam status CBU dengan nama Suzuki Liana.
- 2002: Karena peminatnya bertambah, dirakit secara CKD dan berganti nama menjadi Suzuki Aerio.
- 2004: Honda Jazz dan Toyota Yaris muncul, penjualan Aerio turun drastis. Facelift pada tahun yang sama tidak mampu menolong.
- 2007: Suzuki menghentikan penjualan Aerio dan menggantikannya dengan Suzuki SX4 yang berhaluan compact crossover.
Baca Juga: AC Mobil Kadang Dingin Kadang Tidak? Awas, Evaporator Bisa Jadi Penyebabnya
Desain: Antara Hatchback dan MPV
Meski disebut hatchback, dimensinya tidak terlalu "hatchback". Panjangnya sekitar 4,2 meter, lebar 1,7 meter, dan tinggi 1,5 meter, jauh lebih panjang dari Honda Jazz yang sekitar 3,8 meter. Posisinya berada di antara hatchback dan MPV. Tersedia dua versi: pre-facelift dan facelift.
Bagian depan: Pre-facelift tampil agak ala India, sedangkan facelift terlihat lebih JDM. Semua lampu masih halogen dengan headlamp berbentuk segitiga. Lampu facelift lebih tajam, dan pada unit tua biasanya sudah menguning. Grill facelift sewarna bodi, dan bumpernya lebih mengotak serta enak dilihat.
Bagian samping: Siluetnya sekilas mirip Innova versi lebih kecil. Detailnya sederhana: handle pintu model tarik, spion menempel di pintu, dan kaca kecil di pilar A yang memperluas visibilitas.
Baca Juga: Rem Cakram Seret dan Kurang Pakem? Cek 4 Komponen Ini Sebelum Terlambat
Bagian belakang: Ciri khasnya adalah lampu mundur di sebelah pelat nomor. Bentuk belakangnya rata dan agak miring. Lampu facelift berbentuk bulat. Fiturnya lumayan lengkap, yaitu spoiler, defogger, dan wiper. Bumper facelift terlihat lebih gondrong.
Mesin: Bandel dan Suku Cadang Melimpah
Aerio memakai mesin M15A 1.500 cc 4 silinder DOHC 16 katup dengan VVT, sama dengan Suzuki SX4 dan Swift. Tenaganya sekitar 100 hp pada 5.900 rpm dan torsi 133 Nm pada 4.100 rpm. Penggeraknya roda depan, dengan pilihan transmisi manual 5 percepatan atau otomatis konvensional 4 percepatan.
Mesinnya bandel, irit, dan bertenaga, terutama di putaran atas. Karena mesin yang sama dipakai hingga SX4 (sekitar 2016), suku cadangnya masih banyak. Saat membeli, cukup cek sistem pendinginan dan bersihkan, lalu periksa bagian kaki-kaki, dan mobil siap dipakai harian.
Baca Juga: Jangan Asal Beli Sparepart Motor Thailand, Warga Bogor Perlu Tahu Bedanya
Interior: Desain Modern, Fitur Masih Sederhana
Dashboard-nya empuk, dan ada beberapa perbedaan antara kedua versi.
- Pre-facelift: Instrumen cluster digital berbentuk pipih, head unit di bagian paling atas tengah, dan AC model putar yang sederhana.
- Facelift: Instrumen cluster analog, ada MID untuk temperatur dan informasi lain di tengah atas, kisi AC di atas, head unit double DIN, serta AC bergaya modern dengan pengaturan lengkap termasuk defogger depan dan belakang.
Baca Juga: Tangki Motor Laki Bisa Berkarat karena Jarang Isi Bensin Penuh, Ini Penyebabnya
Setir masih sederhana, tanpa tombol, dan hanya bisa diatur tilt. Kesan dashboard-nya agak kopong karena desainnya modern tetapi fiturnya sedikit.
- Keselamatan: Salah satu alasan Aerio ditinggalkan. ABS dan EBD sudah ada, tetapi belum ada airbag.
- Fitur lain: Ada cup holder, power outlet, serta power window, spion elektrik, dan retract di pintu pengemudi. Panel pintu masih keras, sebagian dilapisi kain.
- Jok: Berbahan fabrik. Warna beige terang pada unit awal, lebih gelap pada facelift. Jok pengemudi bisa diatur ketinggiannya, dengan posisi duduk mirip Suzuki Swift tetapi lebih tinggi. Baris kedua nyaman, menopang badan dan paha dengan baik, punya armrest, serta legroom dan headroom lega. Kekurangannya ada pada tempat penyimpanan: hanya satu cup holder di tengah, satu di armrest, dan asbak. Trim pintu belakang tanpa ruang simpan.
Baca Juga: Bukan Cuma Ganti Oli, Ini 4 Jenis Service Penting untuk Motor Matic
- Bagasi: Sangat lega untuk ukuran hatchback. Jok tengah bisa dilipat rata lantai sehingga muat barang lebar, tetapi bagasinya tidak terlalu dalam sehingga kurang cocok untuk barang tinggi, tidak seperti Honda Jazz dengan Ultra Seat. Di bawah lantai bagasi ada ruang untuk tool kit dan ban cadangan full size, dan ada cover penutup bagasi di atas. Dengan cargo net, tampilannya makin mirip wagon.
Rasa Berkendara: Seperti MPV Kecil
Visibilitas luas berkat dashboard rendah, kaca besar, dan kaca kecil di pilar A seperti di Honda Jazz. Karena posisi duduk agak tinggi dan bodinya cukup panjang, rasanya mirip mengemudikan MPV yang lebih kecil.
Baca Juga: Kampas Ganda Nmax Bisa Dipasang di Vario? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
- Suspensi: empuk dan nyaman untuk harian.
- Ruang: legroom dan headroom lega, bisa membawa banyak barang.
- Mesin: lebih enak di rpm tinggi karena gigi transmisi panjang, sehingga nyaman untuk perjalanan jauh.
Bisa jadi opsi bagi yang ingin merasakan hatchback seperti Honda Jazz dengan harga lebih murah.
Baca Juga: QJ Motor Tourino 250 DX Cuma Rp50 Jutaan, Fitur Lengkap tapi Mesin Jadi Sorotan
Harga dan Pajak
Di marketplace, Aerio dijual mulai sekitar Rp40 jutaan ke atas, dengan harga rata-rata yang menarik dan lebih murah dari Honda Jazz maupun wagon lain yang harganya tidak masuk akal. Pajak tahunannya juga murah, hanya sekitar beberapa jutaan rupiah.
Suzuki Aerio cocok untuk Anda yang mencari hatchback yang tidak pasaran. Perawatannya mudah karena suku cadangnya banyak, mesinnya bandel, dan masih nyaman dipakai harian.
Opsi modifikasinya memang terbatas, tetapi dengan padu padan yang tepat, mobil ini bisa jadi kendaraan bergaya. Tantangan terbesarnya adalah mencari unit yang masih bagus, karena banyak yang kondisinya sudah kurang terawat, eksteriornya kusam, dan interiornya diretrim warna-warni.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Wahyu Ekoo