Modal Rp2 Juta, Toko Hera Kini Punya Dua Cabang

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Jumat, 6 November 2026 | 22:54 WIB
Pegawai Toko Hera sedang mengantarkan pesanan pelanggan. (Foto : Andrea)
Pegawai Toko Hera sedang mengantarkan pesanan pelanggan. (Foto : Andrea)

RADAR BOGOR - Tidak semua usaha besar lahir dari modal yang besar.

Kisah Toko Hera menjadi salah satu contohnya.

Berangkat dari modal awal hanya Rp2 juta pada 2016, usaha perdagangan sembako yang dirintis Hera Efendi ini perlahan tumbuh menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Sule dan Nunung Jadi Kabayan dan Iteng, Pertunjukan Wayang di Balai Kota Bogor Diserbu

Perjalanan tersebut, tentu tidak terjadi dalam semalam.

Konsistensi dalam menjalankan usaha, kemampuan membaca kebutuhan pasar, serta keberanian melakukan inovasi menjadi bagian dari perjalanan Toko Hera hingga mampu mencatatkan omzet mencapai puluhan juta rupiah.

Kini, usaha yang awalnya dirintis secara sederhana itu semakin berkembang.

Tidak hanya memperluas jangkauan bisnis melalui pembukaan cabang baru, Toko Hera juga mulai mengoptimalkan layanan digital untuk memberikan kemudahan berbelanja bagi pelanggan.

Dari Modal Terbatas, Tumbuh Jadi Usaha yang Menjanjikan

Memulai bisnis dengan modal Rp2 juta bukan perkara mudah.

Namun, keterbatasan modal tidak menyurutkan langkah Hera Efendi untuk mengembangkan usaha perdagangan kebutuhan pokok.

Sejak berdiri pada 2016, Toko Hera terus menunjukkan perkembangan positif.

Usaha yang dirintis dari skala kecil tersebut kini mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah.

Pertumbuhan bisnis ini juga membawa dampak bagi lingkungan sekitar.

Toko Hera saat ini telah mempekerjakan tujuh karyawan operasional yang turut mendukung aktivitas usaha sehari-hari.

Baca Juga: Pestigo Gelar Donor Darah di 8 Kota Termasuk Bogor, Perkuat Sinergi Kemanusiaan dan Komunitas

Keberadaan tenaga kerja tersebut menjadi salah satu bukti, perkembangan usaha kecil tidak hanya memberikan peluang bagi pemilik bisnis, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Buka Cabang Kedua, Kini Fokus pada Penjualan Telur

Seiring meningkatnya kebutuhan pelanggan, Toko Hera mengambil langkah pengembangan usaha dengan membuka cabang kedua.

Menariknya, cabang terbaru ini hadir dengan konsep berbeda dari toko utama.

Jika gerai pertama menyediakan beragam kebutuhan pokok, cabang kedua secara khusus difokuskan pada penjualan produk telur.

Strategi tersebut menjadi salah satu upaya Toko Hera dalam memenuhi kebutuhan pasar secara lebih terarah.

Dengan menghadirkan toko khusus telur, pelanggan memiliki alternatif tempat untuk mendapatkan salah satu bahan pangan yang banyak dibutuhkan rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.

Langkah ekspansi ini sekaligus menunjukkan upaya Toko Hera dalam membaca peluang bisnis dan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan konsumen.

Permudah Transaksi dengan QRIS dan E-Wallet

Tidak hanya mengembangkan usaha melalui penambahan cabang, Toko Hera juga mulai beradaptasi dengan kebiasaan belanja masyarakat yang semakin akrab dengan teknologi digital.

Kini, pelanggan tidak harus selalu menyiapkan uang tunai ketika bertransaksi.

Toko Hera telah menyediakan sejumlah metode pembayaran non-tunai, termasuk melalui pemindaian QRIS dan transfer menggunakan dompet digital atau e-wallet.

Baca Juga: Dua Kali Beraksi di Klapanunggal Bogor, Terduga Curanmor Dibekuk Polisi

Kehadiran pilihan pembayaran tersebut, memberikan fleksibilitas bagi pelanggan sekaligus membuat proses transaksi menjadi lebih praktis.

Digitalisasi layanan ini menjadi bagian dari upaya Toko Hera untuk mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan kebutuhan utama konsumennya, yakni kemudahan dan kenyamanan berbelanja.

Pesan Sembako Lewat WhatsApp, Bisa Diantar ke Lokasi

Inovasi lainnya hadir melalui layanan pemesanan langsung menggunakan WhatsApp.

Melalui fasilitas ini, pelanggan dapat menghubungi pihak toko untuk memesan berbagai kebutuhan sembako tanpa harus datang langsung ke lokasi.

Toko Hera juga menyediakan layanan pengantaran atau delivery service yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasokan dalam jumlah sedang hingga besar.

Namun, layanan pengantaran tersebut memiliki ketentuan minimum transaksi sebesar Rp2 juta untuk setiap pemesanan.

Skema ini memberikan alternatif bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan sembako dalam jumlah relatif besar, sehingga proses pengadaan barang dapat dilakukan dengan lebih praktis dan efisien.

Dari usaha sederhana bermodal Rp2 juta hingga memiliki dua cabang dan layanan berbasis digital, perjalanan Toko Hera memperlihatkan bagaimana konsistensi dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan bisnis.

Di tengah persaingan usaha ritel yang terus berkembang, Toko Hera berupaya menjaga kepercayaan pelanggan dengan menghadirkan pilihan produk, kemudahan pembayaran, serta layanan pemesanan yang semakin fleksibel. (*)

Penulis : Andrea 
Prodi : Bisnis Digital / ITB Vinus Bogor

Editor : Siti Dewi Yanti
ITB Vinus digital sembako toko